MALANG POST – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang menyambut perhelatan International Student Inbound Mobility 2026 bersama Universiti Kebangsaan Malaysia di Malang, Senin (21/9/2026), guna memperkuat kolaborasi riset akademik internasional serta pengalaman pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa kedua perguruan tinggi.
Universitas Negeri Malang (UM) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), khususnya Departemen Ekonomi Pembangunan, meresmikan pembukaan program pertukaran mahasiswa internasional bertajuk International Student Inbound Mobility 2026 bersama Fakulti Ekonomi dan Pengurusan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Senin (21/9/2026).
Kegiatan penyambutan delegasi mahasiswa inbound dari Negeri Jiran tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FEB UM, didampingi jajaran pimpinan Departemen Ekonomi Pembangunan FEB UM serta perwakilan dosen pembimbing dari UKM.
Kehadiran para mahasiswa UKM ini menegaskan komitmen FEB UM dalam memperluas jejaring kemitraan akademik global, sekaligus menghadirkan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi internasional.

Program mobilitas yang diketuai oleh Annisya’, M.Pd., ini dirancang secara terpadu untuk menyajikan pengalaman akademis komprehensif serta mempererat interaksi sosial-budaya bagi peserta selama menjalani perkuliahan di lingkungan UM.
Melalui skema pertukaran ini, para mahasiswa Malaysia diproyeksikan menyerap wawasan seputar tata kelola sistem pendidikan di Indonesia, mengasah kecakapan komunikasi interkultural, serta menumbuhkan kepekaan adaptasi terhadap keberagaman tradisi lokal.
Penyelenggaraan International Student Inbound Mobility 2026 menjadi pijakan strategis Departemen Ekonomi Pembangunan FEB UM dalam mengakselerasi program internasionalisasi kampus. Kolaborasi berkelanjutan bersama UKM diharapkan memicu pertukaran pengetahuan (knowledge sharing), memperkaya portofolio belajar mahasiswa, serta membuka peluang riset bersama (joint research) antardua institusi.
Lebih dari sekadar seremonial penyambutan, program ini menjadi wahana inkubasi wawasan yang menembus batas geografis. Interaksi intensif antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia membuka ruang diskusi untuk saling memahami spektrum akademis, karakter sosial, serta dinamika perekonomian kawasan Asia Tenggara.

Pengalaman berharga ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang mengantongi kompetensi global, tangguh dalam lingkungan multikultural, tetapi tetap memegang teguh identitas serta kearifan lokal.
Inisiatif ini turut menyokong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-4 terkait Pendidikan Berkualitas melalui perluasan akses pengalaman belajar internasional. Selain itu, kegiatan ini menyumbang ketercapaian SDGs poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring keilmuan antar-PTN di tingkat regional.
Sejalan dengan visi UM dalam melahirkan inovasi pembelajaran unggul, pelaksanaan program inbound mobility merefleksikan keseriusan universitas dalam menyediakan iklim studi yang adaptif dan bersaing di kancah internasional.
Melalui pembukaan International Student Inbound Mobility 2026, Departemen Ekonomi Pembangunan FEB UM meneguhkan ikhtiarnya untuk terus memacu kemitraan internasional yang menghadirkan daya guna nyata bagi seluruh civitas akademika. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




