TOTALITAS: Pelaksanaan TMMD ke 130 di Desa Taji Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. (Foto: Suseno/Malang Post)
MALANG POST – Jalan yang sulit dilalui bukan sekadar persoalan mobilitas bagi petani. Akses yang terbatas juga dapat menghambat pengangkutan hasil panen dan aktivitas ekonomi warga. Kondisi itulah yang menjadi perhatian dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Melalui program yang dilaksanakan Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu tersebut, pembangunan jalan usaha tani menjadi salah satu sasaran fisik utama. Infrastruktur ini diharapkan mempermudah petani menjangkau lahan sekaligus memperlancar pengangkutan hasil pertanian.
TMMD ke-130 berlangsung selama 30 hari, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026. Selain pembangunan fisik, program tersebut juga mencakup kegiatan nonfisik untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Komandan Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, S.E., M.Han., mengatakan peningkatan kualitas jalan usaha tani diharapkan memberikan manfaat langsung bagi aktivitas masyarakat Desa Taji.
“Peningkatan kualitas jalan berupa pembuatan jalan usaha tani itu diharapkan mempermudah akses warga untuk menyalurkan hasil pertanian,” ujar Bayu.
Menurut dia, pembangunan jalan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur. Akses yang lebih baik diharapkan mendukung kegiatan produksi, mempermudah mobilitas petani, serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
“Yang kedua adalah meningkatkan perekonomian warga Desa Taji itu sendiri,” tegasnya.
Kontur Jalan Menjadi Tantangan
Pemilihan Desa Taji sebagai sasaran TMMD turut mempertimbangkan kondisi geografis wilayah. Sejumlah ruas jalan berada di kawasan berkontur miring, dengan tebing, tanjakan, turunan, dan tikungan tajam.

JUMPA PERS: Bupati Malang, HM Sanusi didampingi Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Batu, Letkol CZI, Bayu Nugroho, dan Forkopimda Kabupaten Malang saat diwawancara awak media. (Foto: Suseno/Malang Post)
Karakteristik tersebut membuat aksesibilitas menjadi kebutuhan penting, baik untuk mobilitas sehari-hari maupun kegiatan pertanian. Karena itu, pembangunan infrastruktur diarahkan agar dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Bayu menegaskan, TMMD juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan TNI dengan warga melalui pekerjaan bersama.
“Yang paling utama memang kita menyatu dengan warga, kita manunggal dengan warga sehingga dapat mendukung ketahanan nasional,” katanya.
Selain pembangunan jalan usaha tani, program tersebut mencakup pemasangan enam titik rambu lalu lintas dengan reflektor. Rambu itu diharapkan membantu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama di ruas yang sempit dan memiliki banyak tikungan.
Sementara itu, kebutuhan penerangan di jalan utama menuju Desa Taji belum masuk dalam sasaran TMMD tahun ini. Meski demikian, kebutuhan tersebut telah dibicarakan bersama Pemerintah Kabupaten Malang dan diupayakan memperoleh dukungan pada 2027.
Perbaiki Tujuh Rumah Warga
Sasaran TMMD ke-130 tidak hanya menyentuh infrastruktur jalan. Program ini juga mencakup perbaikan tujuh rumah warga melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Untuk mengejar penyelesaian dalam 30 hari, sekitar 150 personel gabungan dari TNI, pemerintah daerah, dan Polri diterjunkan. Sedikitnya 150 warga Desa Taji juga akan dilibatkan dan dibagi ke sejumlah titik pekerjaan.

PIMPINAN: Komandan Kodim 0818 Kabupaten Malang dan batu, Letkol CZI Bayu Nugroho. (Foto: Suseno/Malang Post)
Keterlibatan masyarakat diharapkan membantu mempercepat pelaksanaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Dengan begitu, infrastruktur yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Bayu memastikan pihaknya berupaya menyelesaikan seluruh sasaran sesuai jadwal.
“Kita hanya ada waktu satu bulan atau 30 hari. Jadi nanti penutupan di tanggal 11 November itu insyaallah kita sudah yakinkan 100 persen semuanya,” tegasnya.
Pembangunan Dimulai dari Desa
Bupati Malang HM Sanusi menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan TMMD sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat desa.
Menurut dia, pembangunan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah hingga aparat dan masyarakat.
“Intinya kita bersama masyarakat berkolaborasi membangun desa. Membangun negeri itu dimulai dari desa,” kata Sanusi.
Ia berharap hasil pembangunan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi dan mendorong masyarakat semakin mandiri. Semangat gotong royong juga perlu dijaga agar pembangunan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi berlanjut melalui partisipasi warga.
“Harapannya memberikan semangat dan gairah kepada masyarakat untuk bekerja serta membangun desanya secara mandiri dengan prinsip gotong royong,” pungkasnya.
Dengan sasaran jalan usaha tani, pemasangan rambu, dan perbaikan tujuh rumah warga, TMMD ke-130 di Desa Taji diarahkan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh sasaran selesai tepat waktu dan manfaatnya dapat dirasakan warga dalam jangka panjang. (Suseno/Ra Indrata)




