MALANG POST – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat Malang Raya, tetap aman terkendali melalui penyesuaian pola distribusi berkala dari Surabaya dan pengoperasian Fuel Terminal (FT) Malang selama 24 jam penuh, Jumat (9/10/2026).
Kelancaran pasokan energi, menjadi urat nadi utama penggerak aktivitas ekonomi warga Malang Raya.
Guna mencegah kekosongan stok di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bergerak cepat menyusun pola distribusi presisi.
Langkah ini dilakukan lewat pengelolaan rantai pasok terpadu, yang mencakup empat provinsi di wilayah Jatimbalinus.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membeberkan dinamika konsumsi BBM warga Malang.
Tercatat sepanjang September 2026, rata-rata konsumsi BBM harian masyarakat di wilayah Malang mencapai angka 72,085 kiloliter.
“Kebutuhan BBM masyarakat di Malang menjadi perhatian utama kami dalam mengatur pola pengiriman. Kami memantau kebutuhan di lapangan agar pelayanan SPBU tetap terjaga,” terang Ahad Rahedi.
Guna menopang tingginya angka konsumsi harian tersebut, skema pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang dieksekusi secara bertahap.
Pada Kamis (8/10/2026), jadwal pasokan dibagi dalam tiga kali pengiriman utama.
Masing-masing diperkirakan tiba di Malang pada pukul 01.00 WIB, 07.00 WIB, dan 13.00 WIB.
Dua pengiriman awal difokuskan membawa jenis Pertamax, Pertalite, dan Biosolar.
Sementara pengiriman tahap ketiga memuat jenis Pertamax dan Pertalite.
Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi saat weekend, Pertamina menambah alokasi pengiriman menjadi empat ritase pada akhir pekan.
Dukungan operasional disempurnakan lewat kesiapan Fuel Terminal (FT) Malang yang beroperasi nonstop selama 24 jam penuh.
Langkah ini diambil untuk mempercepat waktu bongkar muat armada tangki serta menjaga ketersediaan tangki SPBU.
Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan harian tanpa perlu melakukan aksi panic buying.
Informasi resmi serta pengaduan layanan pelanggan dapat diakses langsung via Pertamina Call Center 135. (Ra Indrata)




