EL CAPITANO: Johan Farizi saat memimpin skuad Singo Edan dalam salah satu laga di Super League. Kapten tim ini selalu meminta koleganya untuk terus interospeksi diri. (Foto: Cak Taufiq/Arema Official)
MALANG POST – Kapten Arema FC, Johan Ahmat Farizi, meminta seluruh pemain Singo Edan untuk melakukan introspeksi diri dan membenahi kekurangan tim, guna memutus tren imbang saat menjamu Bhayangkara FC, pada laga Pekan 4 Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/10/2026) mendatang.
Kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional musim ini, berlangsung sangat ketat dan penuh kejutan.
Status tim besar tidak lagi menjadi jaminan otomatis, untuk bisa melenggang mulus di papan atas klasemen.
Realitas pahit itulah yang kini sedang dirasakan oleh skuad Singo Edan.
Hingga merampungkan pekan ketiga kompetisi Super League 2026/2027, perjalanan Arema FC masih diwarnai riak-riak ketidakstabilan.
Satu kemenangan berharga atas Isenmulang Kalteng FC, sempat melambungkan optimisme tim.
Namun hasil imbang secara beruntun saat bentrok melawan PSM Makassar dan Persik Kediri, langsung mengerem laju angka mereka.
Tambahan lima poin dari tiga pertandingan, memaksa Arema terlempar ke urutan sembilan klasemen sementara.
Singo Edan kini tertinggal lima angka dari pemuncak klasemen sementara, Dewa United, yang sudah mengemas 10 poin dari empat laga.
Kondisi ini membuat kapten Arema FC, Johan Ahmat Farizi, menyuarakan pesan tegas kepada seluruh rekan setimnya.
Pemain berposisi bek kiri berusia 36 tahun itu, meminta skuad Singo Edan untuk tidak mencari-cari alasan.
“Tidak ada pertandingan yang bisa dilalui dengan mudah musim ini. Semua lawan punya kekuatan berbahaya, baik tim papan atas maupun tim promosi,” tegas pemain senior Arema asli ini.
Farizi menilai, sesi evaluasi pascamatch harus dijadikan cermin untuk membenahi celah-celah lemah tim di lapangan.
Jika pekerjaan rumah teknis dibiarkan berlarut-larut tanpa perbaikan nyata, hal itu bisa menjadi bumerang mematikan bagi Arema.
Introspeksi diri diyakini bakal mempererat keharmonisan dan komunikasi antarpemain di ruang ganti.
“Dengan menjaga kekompakan, kami yakin Arema bisa berkembang menjadi tim yang jauh lebih solid dan kompetitif di papan atas,” imbuhnya.
Sinyal introspeksi dari sang kapten direspon cepat oleh tim pelatih.
Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, langsung menyusun cetak biru taktik jelang laga krusial menjamu Bhayangkara FC pada Sabtu (10/10/2026) mendatang.
Juru taktik berpaspor Brasil itu memastikan, anak asuhnya siap mengamankan tiga poin penuh di Stadion Kanjuruhan.
Kendati mematok target menang, Marcos melarang keras para pemainnya memandang sebelah mata kekuatan lawan.
Bhayangkara FC di bawah polesan pelatih Spanyol Oscar Bruzon, dinilai memiliki skema permainan dinamis dengan kedalaman skuad yang menakutkan.
Perhatian ekstra dialokasikan khusus untuk meredam agresivitas lini depan tim berjuluk The Guardian tersebut.
“Mereka sangat kuat secara ofensif dan punya kecepatan tinggi. Ada pemain pembeda yang unggul duel satu lawan satu seperti Alano, Ocampo, hingga Anton Søjberg,” beber pelatih 48 tahun ini.
Keberadaan legiun asing berbahaya tersebut, makin solid lantaran ditopang oleh kolektivitas pemain lokal yang disiplin.
Untuk mematikan pergerakan cepat para juru gedor lawan, Arema berencana menerapkan skema tekanan tinggi (high pressing) sejak menit awal.
Marcos menginstruksikan barisan pertahanannya, untuk tampil cerdas dan tidak mudah terpancing keluar dari area ideal.
Kemenangan di kandang sendiri menjadi harga mati bagi Arema, demi mengobati kekecewaan Aremania.
“Kami harus menghormati kekuatan mereka dan tahu cara memainkan pertandingan secara pintar. Kami mengincar tiga poin penuh demi Aremania,” pungkas pelatih berlisensi Conmebol Pro ini. (Ra Indrata)




