MALANG POST – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, Shafira Firdausa Brilliani, dikukuhkan sebagai Wisudawan Berprestasi pada wisuda ke-123 UMM di Hall Dome UMM, Kamis (1/10/2026), atas capaian prestasinya sebagai konten kreator berpenghasilan mandiri yang mengantongi puluhan ribu pengikut di media sosial.
Wisudawan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Shafira Firdausa Brilliani, berhasil membuktikan bahwa mahasiswa dapat sukses mengombinasikan prestasi akademik dan karier profesional di dunia digital.
Ia resmi dikukuhkan sebagai Wisudawan Berprestasi dalam prosesi wisuda ke-123 UMM yang berlangsung di Hall Dome UMM, Kampus III Malang, Kamis (1/10/2026).
Brili, sapaan akrabnya, bukanlah lulusan biasa. Di usianya yang menginjak 23 tahun, ia telah sukses memancangkan karier sebagai kreator konten (content creator) independen. Berkat penghasilannya dari dunia kreatif digital, ia sanggup membiayai seluruh kebutuhan hidup harian hingga melunasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara mandiri tanpa membebani orang tua.
Merintis kariernya dari nol, Brili kini telah menggaet lebih dari 77 ribu pengikut (followers) di platform TikTok dan 48,7 ribu pengikut di akun Instagram miliknya. Karya kontennya bahkan pernah memecahkan rekor impresi hingga menembus 13 juta tayangan (views) dalam kurun waktu satu bulan.
Awalnya, keputusan Brili terjun ke industri kreatif sempat diwarnai keraguan dari kedua orang tuanya. Profesi pembuat konten kala itu dinilai kurang menjanjikan stabilitas jangka panjang serta tidak memuat jaminan dana pensiun.
“Setelah saya buktikan hasilnya, mereka akhirnya merasa bangga. Apabila dahulu setiap bulan saya harus meminta kiriman dana ke papa untuk bayar UKT, sewa kamar kos, dan biaya makan, sekarang sudah tidak pernah lagi. Bahkan, dari hasil pendapatan sebagai kreator ini, saya bisa mentraktir orang tua dan adik-adik,” ungkap Brili, Senin (5/10/2026).
Wanita yang menembus jenjang perkuliahan di UMM melalui Jalur Prestasi ini mengaku kompetensi komunikasinya makin terasah selama menempuh studi. Ia memutuskan bergabung dengan Digital Team UMM usai terinspirasi oleh video edukatif mendiang Ghozi di TikTok.
Melalui wadah tersebut, ia dibina langsung oleh para pakar komunikasi digital melalui pelbagai lokakarya (workshop) agar tidak sekadar memproduksi konten secara instan, melainkan mampu merancang citra diri (personal branding) yang kuat dan terukur.
Keilmuan psikologi yang dipelajarinya turut memperkokoh fondasi kariernya. Ia sangat mengapresiasi kurikulum praktikum di UMM yang mewajibkan mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk menangani klien riil, bukan sekadar mempelajari teori konseptual di dalam ruang kelas.
Atensi dari para dosen yang menangkap potensi besarnya di media sosial berbuah manis. Ia kerap didorong mengikuti berbagai ajang kompetisi nasional hingga berhasil menyabet Juara 3 Nasional Lomba Video Promosi Kesehatan Mental APSI-PTMA lewat karya sinematik “Terbunuh Stigma”, serta merengkuh Juara 1 Psy-Vlog KIMPSI II.
Kendati disibukkan oleh aktivitas sebagai pembuat konten yang menangani beragam klien Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga jenama (brand) internasional, Brili tetap aktif berorganisasi.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Eksekutif Muda BEM Fakultas Psikologi UMM, anggota UKM IKABAMA, serta menuntaskan program magang profesional di Poli Psikologi RSUD Syarifah Ambami Rato Ebhu, Bangkalan, selama tiga bulan.
Bagi Brili, tantangan terbesar yang dihadapinya selama perkuliahan adalah pengelolaan waktu (time management) antara tuntutan akademis, aktivitas organisasi, dan pekerjaan profesional.
“Pesan saya untuk rekan-rekan mahasiswa, jangan hanya berfokus pada satu bidang. Eksplorasi potensi dan lampaui batas diri kalian. Percayalah, di UMM tidak ada prestasi yang tidak diapresiasi, baik di bidang akademis maupun non-akademis,” pungkasnya. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




