MALANG POST – Tim pelatih Arema FC memanfaatkan jeda kompetisi BRI Super League 2026/2027, untuk memperkuat organisasi permainan lewat pemantapan dua skema taktis, penguasaan bola, serta skema latihan fisik bertahap demi menundukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Jumat (2/10/2026).
Memperbaiki organisasi permainan tim sepak bola profesional di tengah rehat kompetisi, tidak cukup hanya dengan menyuruh pemain berlari mengelilingi lapangan.
Ketika evaluasi laga sebelumnya menunjukkan celah alur bola yang mudah terputus, jajaran pelatih harus turun tangan meracik formula taktis agar tim sanggup mendikte jalannya pertandingan.
Pembenahan menyeluruh itulah yang kini tengah digembleng di skuad Singo Edan.
Dalam sesi latihan terbaru di lapangan, Asisten Pelatih Arema FC, Andre Caldas, memanfaatkan sekitar 70 persen luas area lapangan untuk mengasah kekompakan tim.
Para pemain digembleng secara intensif agar sanggup menjalankan sistem permainan secara solid, baik dalam posisi bertahan (defending) maupun melancarkan serangan balik (attacking).
Poin krusial yang menjadi perhatian utama tim pelatih adalah aspek penguasaan bola (ball possession).
”Kami fokus memantapkan kekompakan tim serta menerapkan sistem permainan yang akan digunakan. Kami juga sangat menekankan aspek penguasaan bola agar pemain mampu mengendalikan alur pertandingan,” ujar Andre Caldas, Jumat (2/10/2026).
Mantan asisten pelatih Náutico tersebut membeberkan bahwa evaluasi penekanan ball possession ini merupakan instruksi langsung dari Pelatih Kepala Marcos Santos yang saat ini masih berada di Brasil.
Menariknya, dalam sesi latihan taktis tersebut, Arema FC tidak melulu terpaku pada satu pola permainan tunggal.
Tim pelatih mencoba dua sistem permainan secara bergantian dalam dua sesi yang berbeda.
Langkah ini diambil agar Julian Guevara dan kawan-kawan cepat beradaptasi serta lincah mengeksekusi instruksi taktis dalam situasi pertandingan yang dinamis.
”Kami memiliki dua sistem permainan, jadi kami berganti-ganti di antara keduanya. Kami selalu menekankan kepada para pemain betapa pentingnya menguasai bola dan memegang kendali laga,” pangkas pelatih berusia 38 tahun tersebut.
Di samping pemantapan taktis, porsi latihan fisik pemain dipastikan tidak akan dibebani menu terlampau berat dalam sepekan ke depan.
Tim pelatih memilih strategi pengembalian kondisi fisik secara bertahap, merayap dari intensitas ringan menuju intensitas tinggi.
Skema bertahap ini mengusung dua tujuan utama: menghindarkan pemain dari risiko cedera otot sebelum laga Pekan 4, sekaligus mengoptimalkan tingkat kebugaran bertanding secara ideal.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membeberkan bahwa skema latihan bertahap ini telah disepakati bersama jajaran kepelatihan.
Setelah menikmati libur sepekan, fisik pemain butuh adaptasi gerak ringan terlebih dahulu sebelum digenjot latihan berat, lalu diturunkan kembali pada H-4 pertandingan untuk pemantapan taktik.
”Kami perlu mengembalikan kondisi fisik para pemain agar terbiasa kembali dengan aktivitas menuntut fisik. Jika langsung diberi porsi intensitas tinggi, pemain berpotensi mengalami masalah kaki,” jelas pria yang akrab disapa Inal tersebut.
Pada tahap awal, para penggawa Singo Edan dilatih menu ketahanan dan kecepatan, disusul simulasi mini game 7 lawan 7 selama 30 menit.
Persiapan matang ini disiagakan sebelum Arema FC menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Pekan 4 BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (10/10/2026) mendatang.
Inal mengingatkan bahwa tim lawan tengah dalam motivasi tinggi (on fire), sehingga Singo Edan wajib tampil sempurna demi mengamankan poin penuh di hadapan pendukung sendiri. (Ra Indrata)




