KETUK LANGIT: Para ustadz dari Yasuka, memimpin Khataman Al-Qur'an dan Tahlil memperingati empat tahun Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC kembali merawat ingatan sejarah, dengan menggelar agenda rutin tahunan Khataman Al-Qur’an dan Tahlil memperingati empat tahun Tragedi Kanjuruhan di Kantor Manajemen (Kandang Singa), Klojen, Kota Malang.
Berlalunya waktu empat tahun tidak pernah sanggup menghapus jejak duka mendalam, dari memori kolektif insan sepak bola tanah air.
Ketika kalender menunjuk tanggal 1 Oktober, seluruh jajaran klub dan warga Malang Raya kembali melangitkan doa tulus bagi 135 jiwa yang gugur dalam tragedi kelam 2022 silam.
Tradisi spiritual sakral itulah yang dijaga secara konsisten di jantung Kota Malang.
Bertempat di Gedung Kandang Singa, kawasan Klojen, Kota Malang, manajemen Arema FC menggelar peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan secara khusyuk pada Kamis (1/10/2026).
Agenda rutin keagamaan ini diisi dengan pembacaan khataman Al-Qur’an serta tahlil bersama.
Prosesi doa dipimpin langsung oleh para ustadz dari Yayasan Sunan Kalijaga (Yasuka) Blimbing, Kota Malang.
Acara tersebut dihadiri secara utuh oleh jajaran figur kunci manajemen Singo Edan.

MANAJEMEN: Irma Prianti, Sudarmaji dan Tjiptadi Purnomo, tampak dengan khusuk mengikuti bacaan tahlil. (Foto: Arema Official)
Tampak hadir Chief Business and Commercial Officer (CBO) Irma Prianti, Manajer Operasional Sudarmaji, serta Club Match Organizer Chairman (CMOC) sekaligus Ketua Panpel Bram Hady Sulton.
Hadir pula Head of Store Arema FC Tjiptadi Purnomo, Club Media Officer (CMO) Erfani, para staf klub, hingga warga masyarakat yang bermukim di sekitar Kandang Singa.
Kehadiran seluruh pilar eksekutif klub ini, mempertegas komitmen kolektif Arema FC untuk terus merawat ingatan sejarah sekaligus mendampingi perjuangan keluarga korban.
Manajemen Arema FC menegaskan, duka atas berpulangnya 135 nawak tidak akan pernah pupus dari perjalanan klub.
Lewat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, keluarga besar Arema FC mengetuk pintu langit, memohon agar para korban mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT serta wafat dalam keadaan husnul khotimah.
”Doa terbaik juga kami panjatkan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa dilimpahkan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan,” ungkap Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, Kamis (1/10/2026).
Bagi manajemen, kata Sudarmaji, peringatan empat tahun ini bukan sekadar rutinitas seremoni keagamaan belaka.
Momentum 1 Oktober merupakan ruang titik balik spiritual untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan secara profesional di seluruh lini organisasi.
Fokus utama pembenahan diarahkan pada peningkatan aspek keamanan, keselamatan, serta kenyamanan penonton di dalam stadion.
Arema FC menegaskan kembali ikrar dasar bahwa tidak ada pertandingan sepak bola yang seharga dengan nyawa manusia.
Nilai kemanusiaan harus selalu diletakkan di atas segala kepentingan kompetisi maupun kejayaan olahraga.
Sudarmaji mewakili manajemen menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam kepada para ustadz, tokoh masyarakat, warga sekitar, serta karyawan yang ikhlas meluangkan waktu untuk berkirim doa bersama. (Ra Indrata)




