MALANG POST – Manajemen Arema FC secara resmi mengumumkan kepulangan kembali gelandang senior Hanif Sjahbandi untuk mengarungi musim kompetisi 2026/2027 sebagai bagian dari investasi proyek jangka panjang membangun fondasi lini tengah Singo Edan, Senin (28/9/2026).
Memulangkan pilar lama yang sudah hafal luar dalam kultur sebuah klub sepak bola bukanlah sekadar urusan menghadirkan sosok pemain di lapangan hijau. Lebih dari itu, langkah strategis ini adalah investasi nilai, karakter ruang ganti, serta pilar pemandu bagi masa depan jangka panjang sang Singo Edan.
Visi jangka panjang itulah yang melandasi pergerakan taktis manajemen Arema FC.
Arema FC secara resmi mengikat kembali Hanif Sjahbandi untuk memperkuat kedalaman skuad pada kompetisi Super League 2026/2027.
Nama Hanif tentu sudah teramat akrab di telinga publik Aremania.
Pemain berkebangsaan Indonesia berusia 29 tahun itu pernah membela panji Arema FC pada rentang musim 2017 hingga 2022.
Fase lima tahunan tersebut menjadi jejak perjalanan emas Hanif, termasuk perannya membawa Singo Edan merengkuh trofi juara Piala Presiden 2017 dan 2019.
Setelah melanglang buana membela Persiba Balikpapan dan Persija Jakarta, kepulangan Hanif ke Malang diproyeksikan mengisi peran sentral dalam membangun kepemimpinan tim.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa perekrutan kembali Hanif, bertumpu pada prospek kontribusi jangka panjang sang pemain, bukan sekadar memburu hasil instan di awal musim.
“Kami melihat Hanif bukan hanya dari kondisinya hari ini, tetapi dari perjalanan karier dan potensi kontribusinya untuk Arema FC ke depan. Dia sudah sangat kenal atmosfer di sini,” terang Yusrinal Fitriandi, Senin (28/9/2026).
Mengenai situasi terkini sang pemain, Hanif memang diketahui masih harus merampungkan tahapan pemulihan cedera bone spur—tumbuhan tulang tak wajar di pergelangan kaki depan—yang dialaminya sejak pertengahan Super League 2025/2026.
Namun, manajemen Arema FC memastikan tidak akan mempermasalahkan hal tersebut, apalagi terburu-buru memberikan tekanan agar Hanif segera merumput.
Yusrinal memastikan tim medis dan pelatih fisik Arema FC dipasangkan untuk mendampingi masa rehabilitasi Hanif secara terukur dan bertahap.
Inal menyadari, memaksakan pemain yang belum pulih 100 persen hanya akan memicu risiko cedera susulan yang jauh lebih parah di kemudian hari.
“Tidak ada target untuk memaksakan proses. Kami ingin semuanya berjalan sesuai tahapan medis. Yang paling penting adalah memastikan Hanif benar-benar kembali dalam kondisi puncak,” jelas pria yang akrab disapa Inal tersebut.
Manajemen Singo Edan meyakini bahwa kesiapan fisik yang matang serta adaptasi tanpa beban akan melahirkan kontribusi terbaik tatkala Hanif nantinya diturunkan dalam pertandingan resmi.
Selain sumbangsih teknis di atas rumput hijau, kehadiran Hanif diproyeksikan membawa pengaruh kepemimpinan yang sangat positif di dalam ruang ganti.
Pengalaman bertanding di level tertinggi nasional menjadi modal berharga bagi Hanif untuk membimbing para pilar muda Singo Edan.
Langkah memulangkan Hanif sekaligus menegaskan komitmen klub untuk membentuk identitas tim yang memiliki ikatan emosional kuat dengan bumi Arema.
“Kembalinya Hanif menjadi salah satu langkah dalam menyiapkan skuad yang tidak hanya kompetitif untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memiliki fondasi yang sangat kuat untuk perjalanan tim ke depan,” pangkas Yusrinal optimistis. (Ra Indrata)




