MALANG POST – Universitas Brawijaya memperkuat kemitraan strategis dengan UNESCO, melalui penyelenggaraan World Water Monitoring Day 2026 di Auditorium Pertamina Fakultas Teknik UB, Malang, Jumat (25/9/2026), guna mendiskusikan inovasi teknologi dan strategi pengelolaan sumber daya air berbasis data ilmiah.
Universitas Brawijaya (UB) memperkuat kemitraan strategis dengan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) melalui pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menjawab berbagai tantangan global.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya UB menyelaraskan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan mandat UNESCO dalam mendorong perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam kerja sama ini, UB memosisikan diri sebagai pusat pengetahuan dan inovasi, dengan fokus pada pendidikan transformatif, pengembangan sains untuk kehidupan, serta pemajuan budaya dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu bentuk implementasinya diwujudkan melalui peringatan Hari Pemantauan Air Sedunia (World Water Monitoring Day 2026), yang menjadi bagian dari rangkaian Serial Inovasi Air Internasional (International Water Innovation Series).
Kegiatan dikemas dalam forum Berbagi Pengetahuan Internasional (International Knowledge Sharing) yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk membahas inovasi serta strategi pengelolaan sumber daya air berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kegiatan yang digelar di Auditorium Pertamina Fakultas Teknik (FT) UB pada Jumat (25/9/2026) tersebut, diselenggarakan oleh Globalizing UB di bawah naungan program Wakil Rektor IV UB, Prof. Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc. Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua II Bidang Pendidikan Air dan Pengembangan Kapasitas (Capacity Development) pada Komite Nasional International Hydrological Programme (IHP) UNESCO Indonesia.

REKTOR Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. dalam World Water Monitoring Day 2026, Jumat (25/9/2026) di Auditorium Pertamina, Fakultas Teknik UB, (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., menegaskan, keberlanjutan air merupakan tantangan global yang membutuhkan pendekatan multidisiplin, kolaborasi internasional, dan inovasi berbasis ilmu pengetahuan.
“Air merupakan sumber daya fundamental yang mendukung kehidupan manusia, keberlanjutan ekosistem, ketahanan pangan, dan pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, pemantauan kualitas dan kuantitas air, pengelolaan berbasis data, serta pengembangan teknologi inovatif menjadi krusial dalam menghadapi perubahan iklim dan degradasi lingkungan,” ujarnya, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, World Water Monitoring Day 2026,menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam menghasilkan solusi pengelolaan air yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-6, khususnya terkait jaminan akses air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Prof. Andi Kurniawan menyampaikan gambaran umum program (programme overview) World Water Monitoring Day 2026.
Sementara itu, sesi kuliah tamu internasional (International Guest Lecture) menghadirkan Prof. Dato’ Dr. Nor Azazi Zakaria dari Universiti Sains Malaysia dan Dr. Luki Subehi, M.Sc., Kepala Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Prof. Nor Azazi membawakan materi bertajuk “Ecohydraulics and Nature-Based Solutions for Sustainable Water Management”, sedangkan Dr. Luki menyampaikan materi “Limnology and Sustainable Water Resources Management”.
Kedua materi tersebut mempertemukan perspektif internasional dan nasional mengenai ekohidrolika (ecohydraulics), solusi berbasis alam (nature-based solutions), limnologi, serta pengelolaan sumber daya air berbasis riset dan data.
Melalui kegiatan ini, UB terus memperluas jejaring akademik dan riset internasional, khususnya dalam bidang pendidikan air (water education), pengembangan kapasitas (capacity development), inovasi teknologi, dan pengelolaan sumber daya air.
Kolaborasi dengan UNESCO juga diperkuat melalui berbagai inisiatif akademik serta peran SDGs Center UB dalam mendukung Agenda 2030.
Dengan pendekatan terpadu tersebut, UB mempertegas kontribusinya dalam menghubungkan kemajuan ilmu pengetahuan, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan masyarakat secara global. (M. Abd. Rachman Rozzi)




