KEBERSAMAAN: Ket foto. Bupati Lahat Sumatera Utara, H Bursah Zarnubi bersama Founder Graha Yakusa, H. Muhlis Ali dan kader usai diskusi. (Foto: Suseno/Malang Post)
MALANG POST – Tiga dekade bukan waktu yang singkat. Namun, jarak dan kesibukan ternyata tidak menghapus persahabatan yang tumbuh dari ruang-ruang diskusi dan dunia pergerakan.
Itulah yang tergambar saat Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, mengunjungi Gedung Graha Yakusa di Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Kamis (24/9/2026) siang.
Kunjungan tersebut menjadi istimewa karena Bursah kembali bertemu dengan Muhlis Ali, Founder Graha Yakusa, yang telah dikenalnya sejak sekitar 30 tahun lalu. Keduanya sama-sama pernah aktif dalam kelompok diskusi dan gerakan kepemudaan.
Bursah hadir dalam agenda diskusi bertajuk Penguatan Ekonomi Daerah dan Masa Depan Indonesia, sekaligus peresmian Gedung Graha Yakusa. Kehadirannya disambut langsung Muhlis.
Bagi Muhlis, pertemuan itu bukan sekadar kunjungan seorang kepala daerah. Ada cerita panjang tentang persahabatan yang kembali tersambung setelah puluhan tahun.
“Bupati Lahat ini sahabat lama. Kami sudah lama tidak bertemu, kurang lebih 30 tahun. Kami sama-sama berasal dari orang-orang pergerakan,” ujar Muhlis.
Ia berharap kehadiran Bursah dapat memberikan manfaat bagi Graha Yakusa, terutama dalam memperkuat gagasan pembangunan, pengembangan sumber daya manusia, dan kaderisasi generasi muda.
“Semoga kehadiran Bupati Lahat ini bisa membawa manfaat bagi kami,” katanya.
Bertemu Kembali Setelah Tiga Dekade
Bursah juga mengakui panjangnya hubungan persahabatan tersebut. Ia mengatakan, perkenalannya dengan Muhlis terjadi ketika dirinya masih muda dan baru memasuki dunia perkuliahan.
“Ini sahabat saya, sahabat lama, kurang lebih sudah 30 tahun. Ketika saya masih muda, baru masuk kuliah, saya sudah kenal dan aktif di kelompok diskusi,” ungkap Bursah.
Kunjungan ke Graha Yakusa sekaligus mengingatkannya pada semangat yang pernah dibangun bersama ketika aktif dalam gerakan kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan.

TRIO: Bupati Lahat, Sumatera Utara, H Bursah Zarnubi bersama Founder Graha Yakusa, H. Muhlis Ali dan Direktur Utama Malang Post, Sugeng Irawan. (Foto: Suseno/Malang Post)
Menurut Bursah, keberadaan Graha Yakusa memiliki arti penting. Gedung tersebut tidak semata-mata menjadi tempat berkegiatan, tetapi berpotensi menjadi ruang pembentukan kapasitas dan karakter generasi muda.
“Tidak banyak orang yang mau mengabdikan diri untuk membangun rumah perkaderan seperti ini. Saya pikir ini luar biasa,” tegasnya.
Bursah berharap Graha Yakusa dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama bagi anak muda. Tidak hanya untuk kegiatan intelektual, tetapi juga untuk memperkuat penguasaan teknologi, kepemimpinan, dan pengalaman berorganisasi.
“Ini bisa dimanfaatkan untuk transformasi dan kemajuan anak muda, terutama dalam penguasaan intelektual, teknologi, menimba pengalaman, sekaligus pengalaman kepemimpinan,” ujarnya.
Dorong Lahirnya Aktivis dan Pemimpin Muda
Bursah kemudian mengaitkan keberadaan Graha Yakusa dengan pengalaman masa lalu ketika dirinya bersama sejumlah anak muda membangun organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat.
Menurutnya, gerakan anak muda harus tumbuh dari kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Termasuk isu keadilan, demokrasi, serta berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Dulu kami membangun NGO atau LSM. Kami mengumpulkan anak-anak muda untuk menjadi aktivis yang concern terhadap masalah-masalah kemasyarakatan, masalah keadilan dan demokrasi,” katanya.
Karena itu, ia berharap Graha Yakusa dapat berkembang menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus peningkatan kapasitas generasi muda.
“Semoga rumah dan gedung-gedung ini menjadi rumah pembentukan karakter dan capacity building bagi orang-orang yang mengikuti pelatihan,” tuturnya.
Bursah juga menilai seminar, pelatihan, dan forum diskusi dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Elemen kompetensi, seminar dan kegiatan lainnya bisa dikembangkan di sini. Ini penting untuk membangun kapasitas anak-anak muda,” lanjutnya.
Apresiasi Perkembangan Graha Yakusa
Dalam kesempatan tersebut, Bursah mengaku terkesan melihat perkembangan pembangunan Graha Yakusa. Ia memberikan apresiasi kepada Muhlis yang telah membangun ruang yang dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, perkaderan, dan pengembangan kapasitas masyarakat.
“Saya bukan kontraktor, bukan Menteri PU, tetapi saya senang sekali melihat kawan maju seperti ini,” kata Bursah.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa persahabatan yang dibangun dari tradisi diskusi dan pergerakan puluhan tahun lalu masih memiliki ruang untuk diteruskan dalam bentuk kegiatan yang lebih konkret.
Graha Yakusa diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah gedung. Lebih dari itu, tempat tersebut diharapkan berkembang menjadi ruang terbuka untuk bertukar gagasan, meningkatkan kapasitas, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, dan berbagai tantangan masa depan Indonesia.
Bursah Zarnubi saat ini menjabat sebagai Bupati Lahat, Sumatera Selatan. Pemerintah Kabupaten Lahat juga mencatat Bursah sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). (Suseno/Ra Indrata)




