MALANG POST – Wahana wisata Mikutopia Kota Batu berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia menggelar aksi donor darah kemanusiaan di lokasi wisata Mikutopia, Rabu (23/9/2026), untuk memfasilitasi karyawan serta wisatawan dalam membantu memenuhi ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.
Aktivitas wisata di Mikutopia Kota Batu tidak hanya berfokus pada rekreasi. Wahana wisata berkonsep jamur tersebut juga mengajak pengunjung dan karyawannya untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan.
Bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Mikutopia menggelar kegiatan donor darah pada Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menyasar karyawan maupun wisatawan yang ingin menyumbangkan darahnya.
Mengusung slogan (tagline) “Setetes Darah, Nyawa Bagi Sesama”, kegiatan itu diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berbagi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, mengatakan bahwa donor darah tersebut merupakan bagian dari agenda kerja sama sosial dan kemanusiaan bersama PMI.

DONOR DARAH: Mikutopia bersama PMI saat melakukan aksi kemanusiaan berupa donor darah. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Melalui kegiatan ini, kami bertujuan untuk memberikan akses kemudahan bagi karyawan atau pengunjung untuk saling berbagi,” ujar Panji, Rabu (23/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, Mikutopia menargetkan terkumpulnya 50 kantong darah. Dari kegiatan tersebut, terdapat 30 orang yang mendaftar. Setelah menjalani proses penapisan (skrining) kesehatan, sebanyak 19 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk melakukan donor darah.
Penapisan dilakukan karena calon pendonor harus memenuhi sejumlah ketentuan kesehatan, di antaranya berusia minimal 17 tahun, memiliki tekanan darah sistolik 100–170 mmHg dan diastolik 70–100 mmHg, serta kadar hemoglobin 12,5–17,0 gram per desiliter untuk pria dan 12,0–17,0 gram per desiliter untuk wanita.
Pendonor juga harus dalam kondisi sehat serta tidak sedang mengalami demam, flu, maupun penyakit lainnya.
Sejumlah kondisi kesehatan juga membuat seseorang belum dapat mendonorkan darahnya, misalnya mengonsumsi obat antibiotik dalam 24 jam terakhir, obat penurun panas dalam tiga hari terakhir, mengalami sakit gigi atau infeksi dalam satu minggu terakhir, serta baru menjalani pemuatan tato, tindik, operasi, atau transfusi darah dalam enam bulan terakhir. Riwayat penyakit hepatitis dalam satu tahun terakhir juga menjadi salah satu ketentuan yang diperhatikan secara ketat.

Selain itu, perempuan yang sedang hamil, menyusui, atau menstruasi tidak diperkenankan mengikuti proses donor darah. Peserta juga tidak diperbolehkan mengonsumsi alkohol dalam 24 jam terakhir serta harus terbebas dari riwayat HIV, sifilis, penyakit jantung, maupun diabetes yang bergantung pada insulin.
Jarak waktu antarpendonoran juga diatur secara berkala, yaitu untuk pria minimal tiga bulan sekali, sedangkan wanita minimal empat bulan sekali.
Sebelum melakukan donor, peserta dianjurkan untuk tidur cukup minimal lima jam, menyantap sarapan atau makan sekitar empat jam sebelum donor dengan menghindari makanan berlemak, serta mencukupi kebutuhan air putih. Panitia juga menyiapkan sertifikat penghargaan dan konsumsi bagi para pendonor.
Panji mengatakan bahwa darah yang berhasil dikumpulkan nantinya akan disalurkan melalui PMI untuk didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan. “Darah yang terkumpul nantinya akan didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan,” paparnya.
Kegiatan tersebut rencananya tidak berhenti sebagai agenda sekali jalan. Mikutopia berencana menjadikan donor darah sebagai kegiatan sosial rutin yang digelar setiap tiga bulan sekali. (Ananto Wibowo)




