MALANG POST – Kekeringan belum juga beranjak dari sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Sejak 8 Agustus hingga 21 September 2026, BPBD Kabupaten Malang telah menyalurkan 2.452.350 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Dalam sehari, distribusi mencapai 98.500 liter.
Penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Malang terus dikebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat distribusi air bersih mencapai 98.500 liter pada Senin (21/9/2026).
Air bersih tersebut dikirim ke sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan. Distribusi mencakup desa di Kecamatan Sumawe, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo dan Pagak.
Untuk mendukung penyaluran, BPBD mengerahkan lima armada dengan total 19 rit pengiriman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan distribusi air bersih menjadi bagian dari penanganan tanggap darurat kekeringan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.
“Kami terus melakukan monitoring sekaligus distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Posko juga tetap siaga 24 jam untuk memastikan perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,” kata Sadono di Posko Komando BPBD Kabupaten Malang, Selasa (22/9/2026).
Pada distribusi Senin, BPBD mengirimkan 15.000 liter air bersih ke Desa Sumberagung, Kecamatan Sumawe, serta 5.000 liter untuk Puskesmas Sitiarjo.
Sebanyak 20.000 liter kemudian disalurkan ke Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan. Sementara di Kecamatan Sumberpucung, distribusi mencapai 27.500 liter untuk Desa Karangkates.
Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, menerima 16.000 liter air bersih.
Total 2,45 Juta Liter
Secara kumulatif, distribusi air bersih sejak 8 Agustus hingga 21 September 2026 mencapai 2.452.350 liter.

GELONTOR: Truk tangki air sedang mendistribusikan air bersih di wilayah terdampak kekeringan. (Foto: Suseno/Malang Post)
Penanganan tersebut mencakup 10 desa yang tersebar di enam kecamatan. Dampak kekeringan tercatat mencapai sekitar 4.307 kepala keluarga atau 13.912 jiwa.
Wilayah terdampak meliputi Desa Sumberagung, Sitiarjo dan Kedungbanteng di Kecamatan Sumawe; Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan; Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung; Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo; Desa Kalirejo dan Sumberpetung di Kecamatan Kalipare; serta Desa Sumberejo dan Pagak di Kecamatan Pagak.
Desa Sumberagung menjadi salah satu wilayah dengan akumulasi distribusi cukup besar. Total air yang telah disalurkan mencapai 350.000 liter untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1.298 KK atau 3.777 jiwa.
Desa Sitiarjo tercatat menerima 210.000 liter untuk sekitar 494 KK atau 1.898 jiwa. Selain untuk kebutuhan warga, Puskesmas Sitiarjo juga telah menerima total 170.000 liter.
Sementara Desa Kedungbanteng menerima 240.000 liter untuk memenuhi kebutuhan sekitar 570 KK atau 1.666 jiwa.
Di Kecamatan Gedangan, Desa Tumpakrejo telah menerima 385.000 liter untuk sekitar 307 KK atau 1.461 jiwa.
Adapun Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, menjadi salah satu titik dengan distribusi terbesar. Total air yang disalurkan mencapai 699.550 liter untuk sekitar 985 KK atau 3.055 jiwa.
Bersamaan dengan Pantauan Karhutla
Penanganan kekeringan berjalan bersamaan dengan pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BPBD Kabupaten Malang melakukan monitoring di sejumlah titik yang dinilai perlu mendapat perhatian.
Di antaranya kawasan Puncak Batu Tulis dan Pitrang di Desa Precet, Kecamatan Wagir, serta kawasan Buthak melalui Pos Aju dan Pengamatan Selorejo, Kecamatan Dau.
“Monitoring dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi dengan unsur terkait. Kami juga mengaktifkan komunikasi melalui radio, internet, SMS, WhatsApp dan call center untuk memantau kondisi di 33 kecamatan,” jelas Sadono.
Posko Komando BPBD Kabupaten Malang juga tetap menjalankan siaga 24 jam dengan sistem dua shift selama masa tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla 2026.
Dalam pemantauan pukul 20.00 hingga 08.00 WIB, kondisi cuaca Kabupaten Malang dilaporkan cerah. Suhu berada pada kisaran 21–22 derajat Celsius, kelembapan 91–95 persen, dengan kecepatan angin sekitar 1–4,3 kilometer per jam dari arah tenggara.
Selain distribusi air, BPBD melakukan asesmen kekeringan di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare. Asesmen tersebut menjadi bagian dari pemetaan kebutuhan penanganan di lapangan.
Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Malang bersama PMI Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, AMCF, perangkat desa, Puskesmas Sitiarjo, Buana Solusindo dan Marva Telekomunikasi.
Distribusi air bersih dan pemantauan lapangan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Di saat yang sama, kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla terus dijaga di tengah kondisi musim kering. (Suseno/Ra Indrata)




