MALANG POST – Penyerang asing anyar Arema FC asal Nigeria berusia 22 tahun, Oluwasegun Samuel Otusanya, akhirnya melakoni penampilan perdana (debut) di hadapan publik Aremania, tatkala Singo Edan ditahan imbang 1-1 oleh Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (18/9/2026).
Penantian panjang publik bola Malang, untuk menyaksikan langsung aksi penyerang impor paling gres di lapangan akhirnya tertunaikan.
Meski masuk dari bangku cadangan di babak kedua, kehadiran sang bomber sanggup memberikan suntikan tenaga baru yang menjanjikan di lini depan.
Sorotan utama itulah yang mengiringi debut Oluwasegun Samuel Otusanya.
Setelah ditunggu hingga memasuki pekan ketiga Super League 2026/2027, striker asing asal Nigeria berusia 22 tahun tersebut, akhirnya menginjakkan kakinya di rumput Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.
Samuel Otusanya masuk menggantikan Gabriel ‘Gabi’ Silva pada menit ke-57.
Meski belum mencapai taraf kebugaran optimal, penampilan perdana Samuel mendapat sambutan hangat dari Aremania.
Uniknya, dalam laga derbi kontra Persik Kediri pada Jumat (18/9/2026) kemarin, Samuel tidak dipasang di posisi aslinya sebagai penyerang murni (target man) nomor sembilan.
Tim pelatih memilih menempatkannya di posisi penyerang sayap kanan.
Dalam durasi merumput sekitar 35 menit, Samuel mencatatkan delapan kali operan dengan lima di antaranya tepat sasaran. Serta melakoni sekali pelanggaran fisik di barisan pertahanan lawan.
Sayang, debut Samuel belum berbuah kemenangan manis usai Arema FC ditahan imbang 1-1 oleh Persik Kediri.
Persik mencetak gol lebih dulu pada menit ke-6 lewat tendangan jarak jauh Zanadin Fariz.
Arema menyamakan kedudukan pada menit ke-30 melalui titik putih yang dieksekusi oleh Raianderson da Costa Morais alias Careca, usai Arkhan Fikri dijatuhkan Junheong Park di kotak penalti.
Dalam sesi konferensi pers pascamatch, pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengulas secara terbuka impresi pertama, atas kinerja penyerang anyarnya tersebut.
Marcos menegaskan, secara praktis Otusanya baru melakoni dua kali sesi latihan bersama tim dan sudah cukup lama tidak merumput di laga resmi.
“Otusanya memang belum 100 persen fit, tetapi dia tidak pernah berhenti berjuang. Saat masuk ke lapangan, dia memberikan volume permainan, intensitas, dan kekuatan di lini serang pada saat kondisi fisik tim kami sedang menurun,” puji Marcos Santos, Jumat (18/9/2026).
Marcos menjelaskan alasan taktis, mengapa menempatkan Samuel di posisi winger alih-alih penyerang tengah.
Samuel dinilai memiliki fleksibilitas permainan untuk menusuk masuk dari garis luar ke area tengah pertahanan lawan.
Ia juga mengakui skema false nine tanpa penyerang murni, kerap membuat aliran bola Arema menjadi lambat saat melakoni serangan balik.
Kehadiran penyerang murni nomor sembilan seperti Samuel Otusanya, sangat krusial sebagai titik acuan operan bagi gelandang dan pemain bertahan.
“Ketika Anda memiliki striker murni untuk melancarkan serangan balik, para gelandang dan pemain belakang memiliki target referensi di depan untuk mengalirkan bola secara lebih cepat dan langsung,” urainya.
Namun, lantaran kondisi fisik Samuel Otusanya belum bugar penuh, Marcos terpaksa menerapkan strategi awal tanpa target man murni.
Tim pelatih meyakini, seiring berjalannya proses pemulihan fisik dan adaptasi taktik, kehadiran Samuel Otusanya akan mengubah wajah penyerangan Arema FC menjadi jauh lebih mematikan di laga-laga berikutnya.
“Menciptakan peluang adalah hal tersulit dalam sepak bola, dan Arema terbukti sanggup menciptakan itu. Begitu para striker kami, termasuk Otusanya, bugar 100 persen, Arema akan menjadi tim yang jauh lebih kuat lagi,” pungkas pelatih 48 tahun itu. (Ra Indrata)




