MALANG POST – Halaman Kantor Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, berubah menjadi lautan jamaah. Sekitar 3.000 orang berkumpul melantunkan sholawat dan zikir dalam Safari Maulud Riyadhoh 40 Malam yang memasuki malam ke-37, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang telah berlangsung lebih dari sebulan tersebut tidak hanya menjadi ruang penguatan spiritual. Konsistensi jamaah mengikuti rangkaian kegiatan juga dinilai turut mempererat kerukunan masyarakat serta mendukung terciptanya kamtibmas di wilayah Malang Selatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Muspika Bantur, Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP., Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Syaifudin, S.H., M.H., Pimpinan Majelis Sholawat Nariyah H. Mustaqim Thohir, Pengasuh PP Assyamsi Zaenul Ulum Rejoyoso Kiai Muhammad Syamsi, Kepala Desa Rejoyoso H. Abdul Manaf, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ribuan jamaah.
Camat Bantur Bayu Jatmiko mengapresiasi konsistensi masyarakat dan Pemerintah Desa Rejoyoso yang ikut mengawal rangkaian riyadhoh hingga mendekati malam puncak.
“Safari Maulud Riyadhoh ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan pilar penting dalam menjaga kedamaian dan menyatukan visi warga. Kedamaian suatu wilayah itu dimulai dari hati warganya yang gemar bersholawat,” ujar Bayu.

NGAJI BARENG: Kades Rejoyoso H. Abdul Manaf dan Camat Bantur Bayu Jatmiko bersama jamaah mengikuti Safari Maulid Riyadhoh 40 Malam di Kantor Desa Rejoyoso. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Kepala Desa Rejoyoso H. Abdul Manaf juga menyampaikan rasa syukur karena desanya dipercaya menjadi tuan rumah malam ke-37.
“Suatu kehormatan besar bagi Pemerintah Desa Rejoyoso malam ini bisa memfasilitasi para pencinta sholawat. Harapan kami, melalui wasilah sholawat malam ini, Desa Rejoyoso dijauhkan dari segala bala bencana, aman, kompak, dan ekonominya semakin berkah,” katanya.
Pimpinan Majelis Sholawat Nariyah H. Mustaqim Thohir turut mengapresiasi antusiasme jamaah. Menurutnya, kehadiran ribuan jamaah pada malam ke-37 menjadi keberkahan sekaligus menunjukkan bahwa majelis tersebut menjadi ruang bersama bagi masyarakat.
Memasuki acara inti, Kiai Muhammad Syamsi menyampaikan mauidhoh hasanah tentang pentingnya istiqamah dalam beribadah.
“Mengikuti majelis sholawat satu atau dua malam itu biasa. Namun, konsisten mengetuk pintu langit hingga malam ke-37 ini adalah tanda jiwa yang sedang ditempa,” tuturnya.
Ia mengingatkan jamaah agar semangat bersholawat tidak berhenti setelah rangkaian 40 malam selesai.
“Jangan biarkan lisan kita kering selepas 40 malam nanti. Jaga persaudaraan, tingkatkan takwa, dan jadikan sholawat sebagai napas kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, daerah dan keluarga, kemudian dilanjutkan ramah tamah antarunsur masyarakat dan aparatur pemerintahan. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




