MALANG POST – Penjaga gawang Arema FC, Adi Satryo, menegaskan kesiapan penuh skuad Singo Edan, untuk memutus rekor negatif saat bentrok melawan Persik Kediri pada Pekan 3 Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (18/9/2026) sore kick-off pukul 15.30 WIB.
Pertarungan berlabel derbi regional, selalu menghadirkan tekanan tinggi di bawah mistar gawang. Seorang kiper tidak cuma dituntut sigap menepis si kulit bundar, melainkan wajib menjadi jenderal lini belakang yang lihai mengomandoi barisan pertahanan.
Peran krusial itulah yang kini berada di pundak penjaga gawang utama Arema FC, Adi Satryo.
Arema FC bersiap melakoni duel sengit Pekan 3 Super League 2026/2027 menjamu Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (18/9/2026) sore.
Singo Edan bertekad meraih poin penuh, demi mengakhiri rekor buruk saban bertemu tim Macan Putih.
Catatan head to head kedua tim mencatatkan 28 kali bentrokan resmi sebelum laga pekan ketiga ini.
Namun dalam lima duel pemungkas, Singo Edan cuma mampu memetik satu kemenangan, sedangkan Persik mendominasi dengan empat kemenangan.
Arema FC tercatat selalu kebobolan dalam lima laga tersebut, termasuk saat mengemas kemenangan 2-1.
Dua duel terbaru bahkan berlangsung sangat terbuka dengan gelontoran total 8 gol, yakni saat Arema menang 2-1 dan Persik unggul 3-2.
Menatap pertempuran sengit tersebut, Adi Satryo menegaskan persiapan timnya sudah berada di level matang dan maksimal.
“Pertama-tama saya sampaikan kami harus sangat siap untuk pertandingan besok. Persiapan kami sudah matang, fokus, dan maksimal. Seluruh instruksi pelatih tinggal kami aplikasikan di lapangan,” kata Adi Satryo, Kamis (17/9/2026).
Menghadapi barisan penyerang Persik Kediri yang tergolong liar dan memiliki determinasi tinggi di kotak penalti, Adi sudah menyiapkan resep penawar.
Ia bakal lebih aktif memperbanyak komunikasi verbal, untuk mengingatkan para pemain belakang agar menerapkan skema penjagaan ketat man-to-man marking.
“Penyerang mereka cukup liar menurut saya. Di area kotak penalti, dia sangat bagus dalam duel udara dan perebutan bola liar. Jadi saya harus ekstra mengingatkan rekan-rekan untuk memperketat man-to-man marking,” tegasnya.
Mengenai evaluasi benteng pertahanan Singo Edan musim ini, mantan kiper timnas itu menilai ada peningkatan kualitas signifikan dibanding musim lalu.
Ia menepis anggapan pertahanan Arema rapuh, meski pada laga terakhir sempat kebobolan di menit-menit akhir tatkala tim menerapkan skema low block.
“Karakter pertahanan kami musim ini cukup solid. Laga terakhir kemarin memang tensinya sangat tinggi dengan aksi jual beli serangan seru. Dibandingkan musim lalu, ada banyak perkembangan positif di lini belakang,” jelasnya.
Adi pun mengaku sangat bertanggung jawab atas terjadinya gol di menit akhir pada laga sebelumnya.
Ia berjanji bakal terus memperbaiki koordinasi dan intensitas komunikasi dengan para bek, demi mengamankan poin penuh di kandang.
“Kebobolan kemarin itu bagian dari tanggung jawab saya juga. Ke depannya saya akan lebih banyak berkomunikasi untuk mengingatkan barisan belakang,” ungkap Adi.
Menyikapi tingginya tensi rivalitas antara supporter Aremania dan Persikmania, Adi menyampaikan imbauan menyejukkan.
Ia meminta seluruh suporter menjaga kedamaian dan suasana kondusif di luar lapangan agar kompetisi sepak bola nasional tetap bergulir tanpa sanksi.
“Saya pribadi ingin liga terus bergulir tanpa ada sanksi. Psywar atau perang psikologis di ranah olahraga itu biasa, tapi jangan sampai ada aksi anarkis yang merugikan liga kita. Yang penting tetap jaga kedamaian,” pungkas Adi optimistis. (Ra Indrata)




