MALANG POST – Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang berkolaborasi dengan Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia menyalurkan bantuan alat kesehatan dan obat-obatan untuk mendukung pelayanan masyarakat di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada, NTT, Selasa (15/9/2026).
Komitmen pengabdian kepada masyarakat kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang bersama Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI). Dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, bantuan berupa alat kesehatan dan obat-obatan disalurkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat untuk menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Bantuan disalurkan melalui jejaring relawan dan mitra di lapangan agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan serta kebutuhan kesehatan masyarakat di daerah.
Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan bagaimana institusi pendidikan kesehatan dapat mengambil peran lebih luas, tidak hanya melalui proses pendidikan di lingkungan kampus, melainkan juga melalui pengabdian dan aksi kemanusiaan.
Rektor ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Brigjen TNI (Purn.) Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua, menegaskan bahwa pendidikan kesehatan harus memiliki keterhubungan yang kuat dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, ilmu dan kompetensi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BANTU: ITSK RS dr. Soepraoen Malang berkolaborasi dengan KREKI menyalurkan bantuan alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan untuk masyarakat Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada, NTT. (Foto: Istimewa)
“Bagi kami, pendidikan kesehatan tidak berhenti di ruang kelas. Ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki harus hadir dan memberikan manfaat ketika masyarakat membutuhkan. Kolaborasi seperti ini menjadi bagian dari komitmen ITSK untuk terus memperkuat pengabdian dan memberikan dampak nyata di bidang kesehatan,” ujar Sutrisno.
Dari Relawan untuk Kemanusiaan
Kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran KREKI, organisasi yang menjadi wadah relawan emergensi kesehatan Indonesia. KREKI didirikan pada 5 Desember 2018 dan memiliki misi untuk memperkuat respons masyarakat terhadap kondisi kegawatdaruratan kesehatan dengan mengedepankan kompetensi, responsivitas, empati, komunikasi, dan inovasi.
Ketua Umum Pengurus Pusat KREKI, Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P., MARS, merupakan dokter spesialis paru dan purnawirawan TNI AD dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis di bidang kesehatan, termasuk Kepala RSPAD Gatot Soebroto dan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI.
Pengalaman panjang tersebut menjadi salah satu fondasi dalam kiprahnya di bidang kemanusiaan dan kesehatan. Melalui KREKI, Supriyantoro terus mendorong keterlibatan relawan dan jejaring kesehatan untuk memberikan respons terhadap berbagai kondisi kegawatdaruratan serta kebutuhan masyarakat.
“Dalam situasi apa pun, kehadiran tenaga kesehatan dan relawan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan yang kami bawa bukan sekadar barang, melainkan merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Dr. dr. Supriyantoro.
Kolaborasi ITSK RS dr. Soepraoen dan KREKI juga memiliki hubungan yang telah berkembang dalam ekosistem kesehatan dan kerelawanan. Sebelumnya, pelantikan Pengurus KREKI Malang Raya periode 2024–2028 dilaksanakan di Kampus 2 ITSK RS dr. Soepraoen Malang, sehingga memperkuat hubungan antara institusi pendidikan kesehatan dan jejaring relawan kesehatan di wilayah Malang Raya.
Bagi ITSK RS dr. Soepraoen, keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkompetensi, melainkan juga memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian.
Hal tersebut sejalan dengan arah pengembangan ITSK sebagai institusi pendidikan kesehatan yang terus memperluas kontribusinya melalui pendidikan, kerja sama, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, organisasi relawan, tenaga kesehatan, dan berbagai mitra, ITSK RS dr. Soepraoen bersama KREKI terus mendorong agar semangat kemanusiaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan hadir dalam bentuk aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (Eka Nurcahyo)




