JUMPA PERS: dr. Hanif, M.Biomed., Sp.An., Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), didampingi Sekretaris Universitas Brawijaya (UB) dan Humas UB, saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi)
MALANG POST – Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berinisial RR (19) menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang usai selamat dari insiden jatuh dari lantai enam gedung kampus di Malang, Kamis (10/9/2026), memicu penguatan pendampingan kesehatan mental mahasiswa.
Suasana di kawasan Universitas Brawijaya (UB) Malang mendadak geger pada Kamis pagi (10/9/2026). Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) angkatan 2025 berinisial RR (19) selamat usai jatuh dari lantai 6 Gedung A Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan sekitar pukul 09.00 WIB.
Sekretaris Universitas Brawijaya, Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., menegaskan langkah cepat internal kampus. “Kami dari UB akan melakukan evaluasi perihal kejadian ini,” tegasnya saat memberikan tanggapan resmi, Jumat (11/9/2026).
Usai menghantam area parkir kendaraan di lantai dasar, pemuda asal Jawa Barat tersebut langsung dievakuasi oleh petugas keamanan kampus bersama tim medis menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Hingga saat ini, pemuda semester 3 tersebut masih mendapatkan penanganan khusus dari tim medis. Staf Humas FK UB, Dame Marpaung, membenarkan situasi terkini korban yang masih memerlukan pemantauan ketat.
“Korban masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Nanti informasi selanjutnya akan saya informasikan kembali,” ujar Dame saat memberikan konfirmasi.
Di sisi lain, Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hanif, M.Biomed., Sp.An., menegaskan bahwa RR tidak memiliki rekam masalah di kampus. Korban dikenal sebagai mahasiswa yang berprestasi dan tidak pernah mengalami hambatan perkuliahan.
“Mahasiswa yang bersangkutan tidak memiliki kendala akademis, nilainya juga bagus,” terang dr. Hanif mengenai latar belakang studi korban.
Insiden ini memicu sorotan di media sosial setelah sebuah video berdurasi 24 detik beredar luas. Dalam rekaman tersebut, RR yang mengenakan kemeja putih motif kotak-kotak dan celana abu-abu terlihat berdiri di atas struktur kanopi dekat jendela sebelum akhirnya terjatuh.
Pemicu awal keberadaan korban di area kanopi tersebut masih dalam penanganan. Pihak Dekanat FK UB menyatakan belum dapat membeberkan secara terperinci latar belakang peristiwa sebelum adanya hasil investigasi resmi.
Merespons insiden ini, pihak kampus UB juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kesehatan mental sivitas akademika melalui skema berikut:
- Deteksi Dini: Skrining psikologis rutin diterapkan secara berkala untuk memetakan kondisi emosional mahasiswa.
- Layanan Berlapis: Akses konseling disediakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kemahasiswaan, fakultas, hingga unit konseling terpadu di tingkat universitas.
Pihak UB mengimbau seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas konseling resmi yang tersedia di lingkungan kampus apabila mengalami tekanan akademik maupun masalah pribadi. (M. Abd. Rachman Rozzi)




