Prof Neneng bersama sekertaris UB dan didampingi humas UB saat menjelaskan penguatan Program Green Campus UB Jumat 11/9/2026. (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
MALANG POST – Universitas Brawijaya memperkuat pengolahan limbah terpadu dan program Green Campus di Kota Malang, Jumat (11/9/2026), guna menciptakan ekosistem akademik yang asri, ramah lingkungan, serta mendukung efisiensi energi melalui keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika.
Universitas Brawijaya (UB) terus mengukuhkan posisinya sebagai pelopor perguruan tinggi berbasis keberlanjutan melalui penguatan program Green Campus. Langkah strategis ini dilakukan untuk menciptakan ekosistem akademik yang asri, efisien energi, serta ramah lingkungan di seluruh area kampus.
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan kini menjadi prioritas utama dalam pengelolaan infrastruktur dan pergerakan sivitas akademika.
Program ini mencakup enam fokus utama pengelolaan kampus:
- Pengelolaan Sampah Terpadu: Penerapan sistem pemilahan sampah dari sumbernya serta optimalisasi tempat pengolahan sampah mandiri untuk mengurai sampah organik menjadi kompos.
- Efisiensi Energi: Transisi secara bertahap menuju energi terbarukan melalui pemasangan panel surya (solar panel) di sejumlah gedung utama dan penerapan lampu hemat energi.
- Konservasi Air: Pembuatan lubang biopori, sumur resapan, serta pemanfaatan kembali air limbah terolah (recycled water) untuk penyiraman taman kampus.
- Pengurangan Emisi Karbon: Pembatasan penggunaan kendaraan bermotor pribadi di kawasan inti kampus, disertai penyediaan zona pejalan kaki dan fasilitas sepeda.
- Penataan Ruang Hijau: Peningkatan luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga mencapai target minimal kawasan penyerapan air dan keanekaragaman hayati.
- Edukasi dan Riset: Pengintegrasian isu keberlanjutan ke dalam kurikulum serta pemberdayaan mahasiswa melalui berbagai aksi lingkungan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala UPT UB Green Campus, Prof. Sri Suhartini, S.T.P., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert., IPM., yang akrab disapa Prof. Neneng, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan seluruh sivitas akademika.
“Green Campus bukan sekadar program fisik atau target pemeringkatan, melainkan budaya yang harus kita bangun bersama. Mulai dari memilah sampah, menghemat energi, hingga menjaga ruang hijau, semuanya adalah langkah kecil yang berdampak besar jika dilakukan secara konsisten oleh seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan,” ujar Prof. Neneng, Jumat (11/9/2026).

Terkait dengan pengelolaan limbah kampus, Prof. Neneng menjelaskan bahwa UB menerapkan sistem pengolahan terpadu yang tidak hanya berfokus pada sampah domestik, melainkan juga limbah laboratorium dan limbah cair.
“Kami memastikan setiap limbah yang dihasilkan kampus diproses sesuai dengan standar lingkungan. Limbah organik diolah menjadi kompos, limbah anorganik masuk ke rantai daur ulang, sedangkan limbah cair diolah melalui instalasi pengolahan air limbah sebelum dimanfaatkan kembali,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa UPT UB Green Campus terus mendorong kolaborasi lintas unit, termasuk penguatan riset dan inovasi mahasiswa di bidang lingkungan, agar UB tidak hanya unggul dalam pengelolaan kampus berkelanjutan, melainkan juga menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi solusi keberlanjutan di Indonesia.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Car Free Friday, yakni kebijakan pembatasan kendaraan bermotor di kawasan inti kampus pada hari Jumat. Prof. Neneng menuturkan bahwa program ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mendorong gaya hidup sehat bagi sivitas akademika.
“Car Free Friday bukan sekadar larangan, melainkan ajakan untuk berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi ramah lingkungan. Kami ingin kampus ini menjadi ruang yang lebih bersih dan nyaman untuk semua,” ungkapnya.
Melalui komitmen berkelanjutan ini, UB tidak hanya membidik pemeringkatan nasional maupun internasional seperti UI GreenMetric, melainkan juga bertujuan mencetak generasi muda yang memiliki kesadaran ekologis tinggi.
Pihak rektorat mengimbau seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk aktif berpartisipasi menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan kampus sehari-hari. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




