YUNIOR-SENIOR: Robi Darwis dan Johan Farizi saat berlatih untuk persiapan menghadapi PSM Makassar, di pekan kedua Super League, Minggu (13/9/2026) lusa. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC mengusung misi khusus, memutus rekor buruk tak pernah menang, di laga tandang perdana selama lima musim terakhir, saat bersua PSM Makassar pada Pekan 2 Super League 2026/2027, di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (13/9/2026) sore.
Tradisi kelam atau mitos dalam sepak bola, sejatinya diciptakan untuk dipatahkan. Bagi sebuah klub bermental juara, catatan statistik masa lalu yang buruk, tidak boleh dibiarkan terus berulang menjadi beban sejarah.
Pekerjaan rumah besar itulah yang kini dipicu oleh skuad Singo Edan.
Arema FC membawa misi khusus, saat bersiap mengarungi laga tandang ke markas PSM Makassar pada Pekan 2 Super League 2026/2027.
Singo Edan bertekad bulat menghapus catatan buruk, pada pertandingan tandang perdana, yang membayangi langkah mereka dalam lima musim berturut-turut.
Sesuai jadwal, duel sengit PSM vs Arema FC, bakal digulirkan di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (13/9/2026) sore.
Laga ini menjadi panggung emas bagi tim asuhan Marcos Santos, untuk menjaga tren positif sekaligus mengakhiri kutukan laga away pertama.
Dalam kurun waktu lima musim terakhir, Arema FC selalu gagal memetik poin penuh pada pertandingan tandang perdananya.
Dari lima laga lawatan pembuka tersebut, Singo Edan cuma mampu mengoleksi tiga hasil imbang dan menelan dua kekalahan.
Suntikan kepercayaan diri untuk merobohkan catatan kelam tersebut, sejatinya sangat terbuka. Arema FC baru saja membuka musim baru, dengan pesta kemenangan telak 4-0 atas Isen Mulang Kalteng FC.
Torehan empat gol di Kanjuruhan, membuktikan bahwa lini serang Singo Edan sangat tajam dan memiliki beragam opsi untuk mencetak gol.
Namun, pelatih Marcos Santos melarang anak asuhnya memandang sebelah mata kekuatan Juku Eja.
Marcos memahami betul bahwa PSM merupakan tim besar yang menjelma menjadi sangat menakutkan tatkala tampil di hadapan pendukung fanatiknya sendiri.
“Kami akan menghadapi tim besar yang dilatih dengan sangat baik di kandang mereka dengan suporter fanatiknya.”
“Tapi kami akan mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk mempersembahkan kemenangan bagi Aremania jika Tuhan mengizinkan,” ujar pelatih asal Brasil tersebut, Jumat (11/9/2026).
Marcos meminta seluruh pemain menggembleng fisik dan taktik secara presisi, guna meredam tekanan atmosfer Stadion Gelora BJ Habibie.
Pandangan senada dihembuskan sang kapten tim, Johan Ahmat Farizi.
Pemain senior kelahiran Malang tersebut meminta rekan-rekannya tidak terlena sedikit pun dengan euforia pesta gol di pekan pertama.
Farizi menegaskan, kemenangan atas Kalteng FC harus segera dilupakan. Seluruh konsentrasi pemain wajib dialihkan penuh untuk menghadapi taktik PSM.
“Dimaksimalkan untuk recovery sampai menyiapkan strategi,” kata Farizi.
Farizi menambahkan, kunci utama untuk membawa pulang tiga poin dari Pulau Sulawesi adalah kekompakan dan kedisiplinan kolektif.
“Kami harus tetap bermain kompak dan terus bermain lebih baik pada laga selanjutnya,” tegas Farizi.
Jika sanggup mengamankan tiga poin di Parepare, Arema FC bukan cuma mengamankan takhta papan atas, melainkan resmi menutup lembaran kelam laga tandang perdana. (Ra Indrata)




