MALANG POST – Panitia Tennis NU Open #4 menggelar turnamen tenis tingkat Jawa Timur Piala Wali Kota Batu di Kota Batu, Jumat (11/9/2026), dengan menggaet 308 petenis guna mendukung sport tourism serta menggerakkan roda perekonomian dan UMKM lokal.
Bukan lagi sekadar ajang tenis lingkup Malang Raya, event Tennis NU Open #4 Piala Wali Kota Batu 2026 kini mulai menjangkau petenis dari berbagai daerah. Tahun ini, jumlah peserta bahkan menembus 308 atlet atau 154 pasangan.
Turnamen tersebut berlangsung mulai 11 hingga 13 September 2026. Pertandingan digelar di tiga lokasi (venue), yakni Lapangan Tenis Kusuma Agrowisata (dua lapangan), Jambuluwuk (dua lapangan), dan Perumahan Panorama Batu (satu lapangan). Total hadiah yang disiapkan oleh panitia mencapai Rp35.000.000.
Ketua Panitia NU Open Piala Wali Kota Batu, Fathul Yasin, mengatakan bahwa gelaran tahun ini memiliki konsep berbeda dibandingkan dengan tiga penyelenggaraan sebelumnya. Jika sebelumnya menggunakan nama NU Cup dan lebih menyasar petenis Malang Raya, tahun ini turnamen dikembangkan menjadi NU Open sehingga peserta dari berbagai daerah dapat ambil bagian.
“Jika NU Cup sejak digelar tiga tahun lalu kami lebih fokus pada petenis di Malang Raya, sekarang lebih terbuka,” kata Fathul, Jumat (11/9/2026).
Panitia membuka empat kategori pertandingan, yakni Rookie, Beginner, Intermediate, serta KU 100 dengan batas minimal usia 45 tahun yang terbuka untuk wilayah Jawa Timur.
Kategori Rookie dan Beginner masing-masing terbagi menjadi nomor ganda putra dan ganda putri, sedangkan Intermediate mempertandingkan ganda putra. Sementara itu, KU 100 diperuntukkan bagi pasangan dengan ketentuan usia yang telah ditetapkan oleh panitia.

ANTUSIAS TINGGI: NU Open #4 Piala Wali Kota Batu mendapatkan respon apik dari pencinta tenis, pendaftaran berhasil melampaui target. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Antusiasme peserta tahun ini berada di atas perkiraan. Awalnya panitia menargetkan 145 pasangan. Namun, pendaftar yang masuk mencapai sekitar 210 pasangan. Setelah melalui proses verifikasi dan penyesuaian kapasitas lokasi pertandingan, sebanyak 154 pasangan dinyatakan dapat mengikuti turnamen.
Rinciannya meliputi Rookie putra 36 pasangan, Rookie putri 36 pasangan, Beginner putra 33 pasangan, Beginner putri 18 pasangan, Intermediate putra 24 pasangan, serta KU 100 sebanyak 18 pasangan.
“Target tersebut kami rasa sudah sangat besar mengingat fasilitas tenis belum seragam, baik dari kualitas maupun hal lainnya di Kota Batu,” jelasnya.
Jumlah tersebut sekaligus menjadi rekor peserta terbanyak selama penyelenggaraan NU Open/NU Cup. Pada gelaran pertama, turnamen hanya diikuti oleh sekitar 60 atlet. Kemudian pada 2024 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 100 atlet. Tahun ini, angkanya melonjak menjadi 308 atlet.
Persebaran peserta juga semakin luas. Selain Malang Raya, petenis yang ambil bagian berasal dari Surabaya Raya, Kediri, Tuban, Blitar, Lumajang, Probolinggo, hingga Surakarta (Solo). Komposisinya sekitar 70 persen peserta berasal dari luar Malang Raya, sedangkan 30 persen lainnya dari Malang Raya.
“Ini respons yang sangat luar biasa. Dengan melihat respons dan antusiasme peserta dari berbagai daerah tersebut, kami sangat senang,” ujarnya.
Fathul menegaskan bahwa NU Open tidak secara khusus membatasi peserta berdasarkan latar belakang organisasi maupun agama. Menurutnya, turnamen tersebut justru ingin menjadi ruang perjumpaan berbagai kalangan melalui olahraga.
“Peserta yang bukan anggota NU boleh ikut main. Kami tampung semuanya karena event ini merupakan salah satu media kita untuk bertegur sapa dengan seluruh kalangan masyarakat,” katanya.
Selain kompetisi, penyelenggara juga ingin ajang tersebut memberikan dampak lebih luas bagi Kota Batu, salah satunya dengan mendukung konsep pariwisata olahraga (sport tourism) yang tengah didorong oleh Pemkot Batu.
“Kami ingin ikut membangun kota kita. Tidak hanya hidup pada akhir pekan (weekend), melainkan juga pada hari kerja (weekday). Sektor ekonomi masyarakat mungkin juga akan terbantu melalui event olahraga yang terselenggara di kota ini,” tuturnya.
Efek ekonomi tersebut juga dicoba untuk didorong dengan menyediakan 18 stan (tenant) gratis bagi pelaku UMKM di sekitar area pertandingan. Peserta yang datang dari luar daerah dipastikan tidak hanya bertanding, melainkan juga menginap, makan, dan beraktivitas selama berada di Kota Batu.
“Kami ingin olahraga ini memiliki efek ganda (multiplier effect) di berbagai sektor. Insya Allah peserta dari luar kota juga akan menginap, makan, dan seterusnya,” imbuhnya.
Untuk penyelenggaraan tahun ini, panitia menggandeng Progresif Sport Management. Pengelolaan teknis turnamen diserahkan kepada tim yang dinilai lebih independen, transparan, dan profesional.
Sementara itu, perwakilan Progresif Sport Management, Fahreza Maulana, mengatakan bahwa peserta kategori Rookie, Beginner, dan Intermediate dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp600.000 per pasangan, sedangkan kategori KU 100 dengan minimal usia 45 tahun dikenakan biaya Rp400.000 per pasangan.
“Putaran final dijadwalkan pada Minggu (13/9/2026) dan insya Allah dipusatkan di Lapangan Tenis Kusuma Agrowisata,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




