MALANG POST – Satgas Pangan Polres Batu, bersama Pemkot Batu menggelar inspeksi ketersediaan pangan di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, Rabu (9/9/2026), guna memastikan pasokan beras aman, harga tetap stabil sesuai HET, serta mengantisipasi gejolak pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
Warga Kota Batu tidak perlu khawatir mengenai pasokan beras. Hasil pemantauan Satgas Pangan Polres Batu bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Pasar Induk Among Tani pada Rabu (9/9/2026) menunjukkan stok beras masih mencukupi. Harganya pun relatif stabil, baik untuk jenis premium maupun medium.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar. Selain harga dan stok, petugas memantau kualitas beras yang beredar di pasaran.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, yang didampingi oleh Kanit Unit III Pidter bersama sejumlah anggota. Pengawasan juga melibatkan perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.

MONITORING: Satgas Pangan Polres Batu bersama OPD terkait Pemkot Batu saat melakukan monitoring ketersediaan dan harga beras di Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Petugas turun langsung mengecek pedagang hingga salah satu distributor beras di pasar tradisional terbesar di Kota Batu tersebut. Dari hasil pemantauan, belum ditemukan persoalan berarti terkait dengan ketersediaan maupun harga beras.
”Hasil pengecekan dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa ketersediaan beras di Pasar Induk Among Tani mencukupi. Terkait harga masih terpantau stabil, baik untuk beras jenis premium maupun medium, termasuk ketersediaan beras SPHP,” ujar AKP Zaenal.
Menurutnya, pengawasan tidak berhenti pada pengecekan di pasar. Satgas Pangan bersama instansi terkait juga akan terus menelusuri alur distribusi beras. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya permainan harga maupun gangguan pasokan di tingkat konsumen.
”Pengawasan juga diarahkan untuk memastikan harga beras tetap sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan begitu, masyarakat tidak sampai terbebani apabila terjadi gejolak harga di pasaran,” ujarnya.
Ps. Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, menambahkan bahwa pemantauan harga dan pasokan pangan bakal dilakukan secara berkala. Bahkan, waktu pelaksanaannya tidak selalu ditentukan sebelumnya.

“Demi kestabilan harga beras sebagai kebutuhan pokok utama masyarakat, pemantauan akan selalu dilakukan dengan jadwal dan waktu yang tidak ditentukan agar situasi pasar tetap terpantau ketat,” katanya.
Pola pengawasan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan harga atau gangguan distribusi. Polres Batu bersama dinas terkait memastikan kondisi pasar akan terus dipantau agar pasokan beras tetap aman dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat Kota Batu.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun per Rabu (9/9/2026), harga beras premium berada di angka Rp15.250 per kilogram (kg), harga beras medium Rp13.500 per kg, gula Rp17.000 per kg, minyak goreng kemasan premium Rp21.800 per liter, dan MinyaKita Rp15.700 per liter.
Kemudian, untuk harga daging sapi mengalami kenaikan dari Rp127.500 menjadi Rp130.000 per kg. Harga daging ayam ras berada di angka Rp39.000 per kg, ayam kampung Rp70.000 per kg, telur ayam ras Rp24.000 per kg, dan telur ayam kampung Rp50.000 per kg.
Selanjutnya, untuk komoditas cabai, harga cabai merah keriting tercatat Rp31.000 per kg, cabai merah besar Rp61.000 per kg, dan cabai rawit merah Rp61.000 per kg. Sementara itu, harga bawang putih sebesar Rp30.000 per kg dan bawang merah Rp28.000 per kg. (Ananto Wibowo)




