MALANG POST – Wali Kota Batu, Nurochman, melantik dan mengambil sumpah 63 PNS di ruang terbuka Sendratari Arjuna Wiwaha, Kota Batu, Senin (7/9/2026), guna memberikan pesan agar para abdi negara baru tersebut terbiasa bekerja tangguh dan tidak bermental manja dalam melayani masyarakat.
Ada yang berbeda dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu pada Senin (7/9/2026). Jika biasanya prosesi sakral tersebut berlangsung di dalam gedung, kali ini Wali Kota Batu, Nurochman, memilih ruang terbuka di Sendratari Arjuna Wiwaha, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.
Sebanyak 63 PNS mengikuti prosesi tersebut. Mereka terdiri atas 50 PNS dari formasi CPNS 2024 serta 13 lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Menurut Nurochman, lokasi pelantikan bukan sekadar persoalan tempat. Ruang terbuka sengaja dipilih untuk memberikan pesan sejak awal kepada para abdi negara yang baru memasuki dunia birokrasi.
“Kami sengaja melaksanakan pengambilan sumpah ini di ruang terbuka, di Sendratari, bukan di dalam gedung. Saya ingin dari awal teman-teman terbiasa dengan suasana yang apa adanya, terbiasa tangguh, dan tidak memiliki mental yang manja,” kata Cak Nur, sapaan akrab Nurochman, Selasa (8/9/2026).

PELANTIKAN: Wali Kota Batu Nurochman saat melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jani PNS di lingkungan Pemkot Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Ia menyebut pelantikan tersebut menjadi momentum membahagiakan setelah para CPNS melewati proses panjang hingga akhirnya resmi menyandang status PNS. Namun, Cak Nur mengingatkan agar momentum tersebut tidak dianggap sebagai garis akhir.
“Teman-teman harus melihat hari ini sebagai awal, bukan akhir dari sebuah perjuangan,” tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan Cak Nur sekaligus dengan mengisahkan perjalanan hidupnya. Sebelum menduduki kursi wali kota, ia mengaku pernah bekerja dari bawah, mulai dari menjadi tukang sapu di hotel hingga bertani sayur.
“Saya memulai semuanya dari bawah. Oleh karena itu, saya tahu bahwa kesempatan seperti yang teman-teman dapatkan hari ini bukan sesuatu yang datang kepada semua orang,” ujarnya.
Oleh sebab itu, menurutnya, kebanggaan menjadi PNS harus dibayar dengan kontribusi nyata. Menjadi aparatur negara tidak cukup sekadar datang ke kantor, menjalankan rutinitas, lalu pulang. Lebih dari itu, kehadiran ASN harus mampu memberikan manfaat sekaligus membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Cak Nur juga menitipkan pesan agar para PNS baru tidak membawa kebiasaan birokrasi yang justru membuat pelayanan menjadi lambat dan berbelit, termasuk budaya kerja yang terlalu banyak alasan hingga membuat masyarakat harus menunggu.
“Jika bisa dibuat sederhana, ya kita sederhanakan. Jangan karena sesuatu sudah menjadi kebiasaan, kemudian kita merasa harus terus melakukannya,” tuturnya.
Ia mendorong para ASN baru berani mencari cara kerja yang lebih efektif. Selama tetap berada dalam koridor aturan, inovasi dan penyederhanaan pelayanan dinilai penting untuk membuat pemerintahan bekerja lebih cepat.

Apalagi, perkembangan teknologi kini membuka banyak ruang bagi ASN untuk belajar dan bekerja lebih efisien. Aparatur tidak harus selalu menunggu pelatihan formal atau menunggu ada pihak lain yang mengajari.
“Regulasi bisa dipelajari, pengetahuan bisa dicari, dan teknologi seperti AI (artificial intelligence) bisa dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan kita,” paparnya.
Selain cara kerja, ia juga meminta para PNS baru memiliki pandangan yang lebih luas mengenai karier sebagai ASN. Menurut dia, masa depan birokrasi tidak selalu identik dengan perebutan jabatan struktural.
Keahlian dan keterampilan tertentu justru akan semakin memiliki ruang dalam pengabdian kepada negara dan masyarakat. “Hari ini saya melihat orang-orang di depan saya sebagai energi baru bagi Pemkot Batu,” katanya.
Oleh karena itu, 63 PNS baru tersebut diharapkan mampu menjadi daya ungkit bagi perubahan di lingkungan Pemkot Batu, bukan sekadar menjadi aparatur yang baik, melainkan ikut mendorong pemerintah bekerja lebih baik.
“Saya berharap teman-teman menjadi daya ungkit yang membawa cara berpikir baru, cara bekerja baru, dan semangat baru,” ujarnya.
Ia juga meminta para PNS baru tidak hanya mengikuti pola birokrasi yang sudah berjalan. Mereka diharapkan ikut menentukan wajah birokrasi Kota Batu pada masa mendatang.
“Saya ingin teman-teman ikut menentukan cara birokrasi Kota Batu bekerja ke depan. Jadilah orang yang ketika hadir membawa perubahan, dan ketika pergi meninggalkan kebaikan,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




