MALANG POST – Wali Kota Batu, Nurochman, resmi membuka pameran florikultura Batu Shining Orchid Week 2026 yang menghadirkan ribuan anggrek Nusantara di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Minggu (6/9/2026) malam, guna mempromosikan potensi agrowisata serta menggerakkan perekonomian petani lokal.
Ribuan anggrek dengan beragam warna, bentuk, dan karakter memenuhi Halaman Balai Kota Among Tani. Pesonanya menjadi daya tarik utama Batu Shining Orchid Week (BSOW) 2026 yang resmi dibuka pada Minggu (6/9/2026) malam.
Memasuki penyelenggaraan ke-9, pameran flora berskala nasional itu berlangsung selama sepuluh hari, yakni 4–13 September 2026. Tahun ini, BSOW mengusung tema “Beauty in Diversity” yang menyoroti keindahan sekaligus keberagaman anggrek Nusantara.
Gelaran tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-25 Kota Batu. Tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan keindahan anggrek, BSOW juga menjadi ruang bertemunya komunitas, kolektor, petani, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Wali Kota Batu, Nurochman, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan BSOW. Menurutnya, pameran anggrek tidak sekadar menghadirkan keindahan, melainkan juga membuka ruang promosi sekaligus menggerakkan ekonomi petani dan UMKM lokal, khususnya yang bergerak di sektor budi daya anggrek.
“Anggrek adalah simbol keanggunan sejati yang mampu membuat para penikmat anggrek terpukau akan ribuan warna, bentuk, dan aroma dari keanekaragaman anggrek Nusantara,” ujar Nurochman.

PAMERAN ANGGREK: Wali Kota Batu Nurochman saat membuka Batu Shining Orchid Week (BSOW) ke 9 tahun 2026. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Cak Nur, sapaan akrab Nurochman, berharap kualitas BSOW dapat terus ditingkatkan. Dengan begitu, potensi Kota Batu melalui sektor hortikultura dan agrowisata bisa semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, melainkan juga internasional.
“Semoga Kota Batu dapat terus berkomitmen untuk menyelenggarakan dan meningkatkan kualitas acara tahunan yang sangat hebat ini. Nuansa indah Kota Batu harus kita sampaikan kepada Indonesia dan juga dunia,” imbuhnya.
Apresiasi juga datang dari Vice President 3 Orchid Society of South East Asia (OSSEA), Emrys Chew. Hadir dalam pembukaan bersama jajaran pengurus pusat dan daerah Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), Forkopimda Kota Batu, serta kepala SKPD Pemkot Batu, Emrys menilai tema “Beauty in Diversity” sangat tepat menggambarkan karakter anggrek.
“Keberagaman anggrek sebagai flora yang memiliki warna, bentuk, dan habitat yang menarik membuat anggrek memiliki pesona tersendiri,” kata Emrys.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, Hendry Suseno, menambahkan bahwa BSOW 2026 menjadi salah satu cara menunjukkan kekayaan hayati Indonesia melalui keindahan anggrek.
“Pameran ini menjadi bukti nyata betapa indahnya keberagaman Indonesia yang tercermin dalam kelopak-kelopak anggrek yang memesona,” ujarnya.
Hendry menyebut, BSOW 2026 tidak hanya menghadirkan tanaman untuk dipamerkan. Sebanyak 72 stan bursa anggrek dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian. Selain itu, terdapat delegasi internasional dari Singapura, Timor Leste, dan Jepang.

Pengunjung juga bisa menyaksikan lomba dan tampilan (display) anggrek dengan konsep artistik serta mengikuti lokakarya (workshop) budi daya yang ditujukan bagi pemula maupun kalangan profesional.
“Melalui kegiatan ini, mari kita dukung ekonomi lokal dan lestarikan kekayaan alam kita. Ajak keluarga dan sahabat untuk menikmati keindahan ini,” ajak Hendry.
Sejumlah agenda juga telah disiapkan hingga penutupan pada 13 September mendatang, di antaranya kontes anggrek nasional, lokakarya perawatan anggrek, serta bursa tanaman anggrek.
Dalam pembukaan BSOW 2026, panitia juga menyerahkan hadiah kepada para juara Kontes Anggrek Nasional yang telah menjalani penjurian sehari sebelumnya, Sabtu (5/9/2026). Kategori yang diperlombakan meliputi Best of Species, Best of Hybrid, Best of Show, Best of Display, dan Orchid Landscape.
Dengan kombinasi pameran, kontes, edukasi, dan bursa tanaman, Hendry berharap BSOW 2026 dapat semakin memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi agrowisata, sekaligus salah satu pusat pengembangan hortikultura dan industri kreatif berbasis keanekaragaman hayati. (Ananto Wibowo)




