MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) menerjunkan Tim Relawan Kemanusiaan ke Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (28/8/2026). Tim ini berkolaborasi dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk menyalurkan bantuan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana.
Universitas Negeri Malang (UM) melalui Tim Relawan UM melanjutkan misi kemanusiaan menuju Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (28/8/2026). Kehadiran tim ini bertujuan untuk memberikan bantuan dukungan layanan kesehatan dasar serta pendampingan psikososial (psychosocial support) bagi masyarakat terdampak bencana.
Tiba di Pelabuhan Ende sekitar pukul 17.00 WITA setelah menempuh perjalanan laut yang panjang, tim langsung berkoordinasi dengan relawan Universitas Nusa Cendana (Undana) sebelum meneruskan perjalanan darat menuju wilayah titik penugasan.
Waktu terus beranjak menuju malam ketika kendaraan yang membawa para relawan kembali bergerak menembus jalur darat menuju Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur. Perjalanan darat tersebut diperkirakan memakan waktu hingga 10 jam perjalanan.
Perjalanan medan tidak berlangsung mudah. Tim relawan harus melintasi sejumlah ruas jalan yang terdampak material tanah longsor. Tumpukan material tanah dan bebatuan di beberapa bagian jalan memaksa armada kendaraan melaju secara perlahan dan ekstra hati-hati.
Jarak tempuh yang jauh serta kondisi medan yang ekstrem menjadi tantangan tersendiri. Ditambah lagi, perjalanan malam hari menuntut kesiapan fisik prima serta konsentrasi tinggi dari seluruh anggota tim. Kendati demikian, kondisi geografis yang sulit tersebut tidak menyurutkan komitmen para relawan untuk segera mencapai wilayah penugasan.

Sebelum bergerak ke lokasi, tim UM bersama relawan Undana menyamakan langkah dan membagi tugas per divisi. Dukungan teknis medis kesehatan serta pendampingan pemulihan trauma (trauma healing) psikososial menjadi fokus utama yang disiapkan bagi warga terdampak.
Bagi tim, perjalanan ini bukan sekadar upaya mencapai lokasi di peta. Di balik jauhnya jarak yang ditempuh, terdapat warga yang membutuhkan pendampingan medis, pemenuhan kebutuhan sanitasi kesehatan, serta ruang aman untuk memulihkan kondisi traumatis pascabencana.
Berpusat di Posko Kolaborasi UM–Undana Watunggong
Setibanya di Manggarai Timur, Tim Relawan UM segera melakukan koordinasi dan pelaporan resmi kepada Health Emergency Operation Center (HEOC) Manggarai Timur. Langkah ini diambil agar seluruh pergerakan aksi kemanusiaan dapat terintegrasi dengan sistem penanganan tanggap darurat bencana pemerintah daerah setempat.
Dari sana, tim langsung menuju Posko Kolaborasi UM–Undana yang berlokasi di sekitar Puskesmas Watunggong, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur. Posko ini difungsikan sebagai pusat operasional kegiatan sekaligus ruang sinergi lintas instansi dalam penanganan masyarakat terdampak.
Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berhenti saat kondisi fisik bangunan atau luka tubuh membaik. Rasa takut, kepedihan akibat kehilangan, kelelahan fisik, serta ketidakpastian masa depan dapat meninggalkan jejak trauma psikologis mendalam. Oleh karena itu, pendampingan psikososial memegang peranan vital dalam membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat.
Misi kemanusiaan yang dijalankan Tim Relawan UM ini selaras dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Mendukung peningkatan derajat kesehatan serta kesejahteraan psikososial masyarakat pascabencana.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Wujud kolaborasi nyata antar-perguruan tinggi (UM dan Undana) dalam merespons krisis kemanusiaan di tanah air.
Di tengah jalur yang panjang dan medan yang tidak mudah, Tim Relawan UM terus bergerak di lapangan. Perjalanan ini merupakan wujud nyata ikhtiar akademisi untuk hadir saat masyarakat membutuhkan pertolongan—sekaligus memastikan warga terdampak tidak berjuang sendirian di masa-masa sulit. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi – Januar Triwahyudi)




