TINJAU LAPANGAN: Direktur RS Hermina, Agnes Widayu Estiningsih bersama Plt. Kepala DLH, Gamaliel Raymond H.M., melihat unit kontainer alat pengangkut sampah yang telah tiba di depan kantor DLH. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Rumah Sakit (RS) Hermina Tangkuban Prahu, menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebersihan lingkungan, dengan menyerahkan bantuan CSR berupa unit kontainer pengangkut sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Kamis (20/8/2026).
Urusan kebersihan lingkungan, bukan cuma beban pemerintah daerah. Pihak swasta juga punya tanggung jawab moral yang sama besar.
Sinergi apik itu ditunjukkan oleh RS Hermina Tangkuban Prahu Malang. Manajemen rumah sakit swasta tersebut, merangkul Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Bentuk kepedulian itu diwujudkan lewat penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan yang diserahkan berupa unit kontainer alat pengangkut sampah.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di kantor DLH Kota Malang, Kamis (20/8/2026).
Direktur RS Hermina Tangkuban Prahu, dr. Agnes Widayu Estiningsih, MMRS, menyerahkan langsung bantuan tersebut. Bantuan diterima oleh Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond H. Matondang.
Dokter Agnes menjelaskan, program CSR ini merupakan bukti kolaborasi konkret. Pihak swasta ingin mengambil peran aktif menjaga kesehatan lingkungan.

TEKEN: Direktur RS Hermina Tangkuban Prahu Malang, dr Agnes Widayu Estiningsih, MMRS, menyaksikan penandatanganan penyerahan CSR, bersama Plt. Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond H. Matondang di ruang kerjanya, Kamis (20/08/2026). (Foto: Istimewa)
“Kami memotret volume sampah masyarakat terus meningkat tiap harinya. Bantuan kontainer ini untuk memudahkan penampungan dan pengangkutan sampah,” kata dr. Agnes, Sabtu (22/8/2026).
Aksi nyata ini selaras dengan program prioritas Pemkot Malang. Penyerahan kontainer, mendukung implementasi Dasa Bhakti Wali Kota Malang terkait Ngalam Resik.
Langkah ini juga menopang skema pengelolaan sampah Local Service Delivery Improvement Program (LSDP). Program tersebut diperkuat lewat sistem TPS 3R dan TPST.
Dokter Agnes membeberkan tiga sasaran utama program CSR ini.
Pertama, mendukung pengelolaan sampah terpadu agar lebih efektif. Kedua, mencegah potensi penyebaran penyakit akibat penumpukan limbah.
”Ketiga, kami ingin membangun kebersihan lingkungan secara berkelanjutan bersama DLH. Mewujudkan Kota Malang yang bersih, sehat, asri, dan nyaman,” jelasnya.
Langkah kepedulian RS Hermina, bukan kali ini saja bergulir. Sebelumnya, bantuan CSR pernah disalurkan langsung ke pemukiman warga.
Bantuan fisik saat itu diwujudkan dalam bentuk pembangunan tiga titik fasilitas MCK di RW 10 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen.
Kepedulian tersebut mendapat sambutan hangat dari pemerintah kota. Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond H. Matondang, menyampaikan apresiasi tinggi.
Raymond menilai bantuan kontainer sampah sangat krusial. Alat operasional ini bakal meringankan kerja petugas di lapangan.
”Daya tampung kontainer ini jauh lebih besar. Kebersihan lingkungan di titik penampungan bisa lebih terjaga,” ujar Raymond.
DLH bergerak cepat mengatur strategi alokasi. Unit kontainer bantuan tersebut bakal disebar ke beberapa TPS prioritas.
TPS yang disasar adalah titik-titik yang memiliki volume buangan sampah harian sangat tinggi.
Raymond berharap aksi RS Hermina bisa memicu gelombang kepedulian pengusaha lain. Dunia usaha di Malang diharapkan ikut tergerak menyisihkan CSR.
”Penanganan sampah tidak akan maksimal tanpa kepedulian bersama. Pemerintah, masyarakat, dan pengusaha harus bahu-membahu,” pungkas Raymond. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




