DI MIMBAR: Bupati Malang, HM Sanusi ketika memberikan ‘Kuliah Subuh’, dalam safari Subuh Keliling di Masjid Ash Shoolihin, Ngantang. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Bupati Malang HM Sanusi, melaksanakan safari Subuh Keliling tahun kelima di Masjid Ash Shoolihin, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung tanpa sekat formalitas, Jumat (21/8/2026) pagi.
Menyerap keluhan warga tidak harus selalu menunggu audiensi formal di ruang rapat kantor dinas. Jalur informal justru sering kali melahirkan diskusi yang jauh lebih cair dan jujur.
Langkah itulah yang konsisten dirawat oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Bupati Malang Sanusi kembali menyapa warganya lewat sajadah masjid.
Orang nomor satu di Pemkab Malang itu menggelar kegiatan Subuh Keliling. Program ini sudah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya.
Kali ini, lokasi yang dituju adalah Masjid Ash Shoolihin. Masjid ini berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang.
Momen ibadah pagi itu dihadiri jajaran pejabat penting daerah. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar, tampak mendampingi.
Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Malang dan jajaran Kepala Perangkat Daerah. Pengurus DMI, Baznas, tokoh agama, hingga seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Ngantang ikut berbaur bersama warga.
Usai menunaikan shalat berjamaah, Sanusi naik ke mimbar. Ia memberikan arahan sekaligus membakar semangat jamaah yang hadir.

KEBERSAMAAN: Bersama-sama Sekda Kab Malang, Kepala OPD dan jajaran plus jamaah shalat Subuh, Bupati Sanusi, berfoto seusai Subuh Keliling. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Sanusi mengajak warga merenungkan kembali hakikat shalat Subuh berjamaah. Shalat bukan sekadar ritual kewajiban yang gugur begitu saja usai salam.
Shalat merupakan sarana komunikasi spiritual langsung dengan Sang Pencipta. Waktu Subuh menjadi momen terbaik untuk memohon ampunan dan pertolongan.
“Shalat memiliki kekuatan spiritual untuk memperkuat hablumminallah dan hablumminannas. Walaupun tidak mudah mencapai kekhusyukan, upaya menjaga kualitas shalat harus terus dilakukan,” kata Sanusi, Jumat (21/8/2026).
Selain dimensi ibadah, ada misi sosial besar di balik program ini. Pemkab Malang ingin membangun jembatan silaturahmi yang kokoh dengan warga desa.
Sanusi percaya silaturahmi membawa keberkahan hidup. Umur dipanjangkan dan pintu rezeki dibuka lebar.
“Semoga dengan silaturahmi ini umur kita bertambah panjang. Insyaallah rezeki bertambah dan Kabupaten Malang dijauhkan dari segala musibah,” tutur Sanusi penuh harap.
Sanusi bersyukur tradisi keagamaan ini terus bertahan di bumi Malang Raya. Kegiatan memakmurkan masjid sudah menyatu dalam urat nadi warga.
Melayani rakyat adalah tugas utama jajaran pemerintah. Namun, saluran komunikasi formal kerap kali membatasi warga untuk berani bersuara.
Oleh karena itu, jalur komunikasi informal seperti Subuh Keliling menjadi opsi yang sangat efektif. Pemerintah bisa mendengar langsung dinamika di lapangan.
“Komunikasi dengan masyarakat tidak selalu melalui jalur formal. Salah satu caranya ya dengan shalat berjamaah ini,” ungkap Sanusi jujur.
Lewat perjumpaan di masjid, berbagai macam persoalan warga mengemuka. Masalah infrastruktur, pertanian, hingga layanan sosial bisa didiskusikan secara santai.
Pemerintah daerah dan warga bisa saling bertukar pikiran. Solusi atas masalah desa dapat ditemukan tanpa prosedur yang berbelit-belit.
“Dengan cara ini, permasalahan warga dapat teratasi. Saya juga mengimbau agar keamanan dan ketertiban masyarakat di Ngantang yang sudah kondusif ini terus dipertahankan,” pungkas Sanusi. (PKP/Ra Indrata)




