MALANG POST – Warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dengan membentangkan sekaligus mengarak bendera Merah Putih sepanjang 81 meter, menyusuri rute 8 kilometer, Senin (17/8/2026).
Semangat merayakan kemerdekaan di Kota Malang meluap di sepanjang jalan. Warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, punya cara spektakuler untuk mengekspresikan rasa cinta Tanah Air.
Senin (17/8/2026) pagi, Jalan Kyai Parseh Jaya berubah merah putih. Ratusan warga tumpah ruah ke jalan. Mereka mengarak bendera Merah Putih sepanjang 81 meter.
Aksi kolosal ini lahir dari kekompakan warga. Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Tiga Pilar kelurahan bahu-membahu. Perangkat RT, RW, Karang Taruna, hingga tokoh agama ikut ambil bagian.
Derap langkah kirab dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Rombongan berangkat dari Kantor Kelurahan Bumiayu menuju wilayah RW 1.
Lurah Bumiayu, Mutho’ Sobiri, memimpin langsung seremoni pemberangkatan. Dari titik awal itu, bendera raksasa dibentangkan.
Warga mengarak kain Merah Putih menyusuri rute sepanjang 8 kilometer. Angka 8 dipilih bukan tanpa alasan. Angka tersebut merefleksikan bulan kemerdekaan, yakni bulan Agustus.
Rombongan sempat beristirahat sejenak di area kelurahan. Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju Jalan Rajasa di perempatan Kelurahan Bumiayu.

Di perempatan Jalan Rajasa, suasana kian khidmat. Pengibaran dan pembentangan bendera puncak dilakukan tepat pukul 10.00 WIB. Momen itu bertepatan langsung dengan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan.
Babinsa Kelurahan Bumiayu Peltu Sugiantoro mengacungkan jempol atas kesuksesan acara. Sebanyak 69 anggota Satlinmas diterjunkan menjaga pengamanan. Komando lapangan dipegang Komandan Peleton Miswadi.
“Semua unsur bergerak bersama. Keamanan dan kelancaran kirab terjamin,” kata Sugiantoro di sela-sela acara.
Tak cuma membentangkan kain panjang, kirab ini diramaikan pawai seni budaya. Warga dihibur pertunjukan seni bantengan, kesenian sakera, hingga atraksi pencak silat. Suasana di sepanjang rute pun terasa hidup.
Sugiantoro menyebut pesta rakyat ini merupakan penyelenggaraan tahun ketiga. Hebatnya, persiapan matang dilakukan hanya dalam kurun waktu satu minggu.
“Semangat gotong royong dan Guyub Rukun menjadi kunci utamanya,” tegas Sugiantoro.
Pesan moral dalam kirab ini begitu dalam: “Tunjukkan semangat kemerdekaan, kobarkan merah putih di hati kita!”
Lewat tradisi tahunan ini, warga Bumiayu berharap rasa cinta Tanah Air dan kelestarian budaya lokal terus tertanam kokoh di jiwa generasi muda. (Ra Indrata)




