MALANG POST – Resmi bertransformasi dari Fapet menjadi FAST berdasarkan Peror 44/2026, Fakultas Animal Science dan Teknologi Peternakan UB sambut 819 mahasiswa baru dalam PKKMB PASUPALA 2026.
Universitas Brawijaya (UB) resmi mentransformasi Fakultas Peternakan (Fapet) menjadi Fakultas Animal Science dan Teknologi Peternakan (FAST). Perubahan nama ini tertuang dalam Peraturan Rektor Universitas Brawijaya Nomor 44 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 28 April 2026 dan mulai berlaku efektif sejak 2 Mei 2026.
Dekan FAST Prof. Dr. Ir. M. Halim Natsir, S.Pt., MP., IPM., ASEAN Eng. menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian identitas administratif, melainkan wujud nyata penguatan arah pendidikan, riset, dan inovasi peternakan modern.
“Perubahan nama ini mencerminkan penguatan arah pendidikan, riset, dan inovasi peternakan modern yang berbasis sains, teknologi, dan keberlanjutan,” ujar Prof. Halim.
“Kita ingin lebih berdampak. Untuk itu, seluruh riset dosen dan mahasiswa kita arahkan untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, pemerintah, dan industri. Di Bojonegoro, 102 inovasi KKN telah membuktikan hal ini—mulai dari solusi untuk ayam peternakan hingga alat sederhana pengendali lalat dari botol bekas.”

TERBARU: Jajaran dekanat Fast UB menyambut serta menanti peresmian Wajah Baru Fapet UB jumat,(14/8/2026). (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
“Semangat yang sama tertuang dalam transformasi kami menjadi Fakultas Animal Science dan Teknologi Peternakan. Ini bukan sekadar ganti nama, melainkan komitmen untuk memadukan ilmu dan teknologi, didukung dua prodi baru dan integrasi AI dalam kurikulum. Namun, inovasi sejati lahir dari penguasaan ilmu dasar yang kuat. Kuasai fondasinya, maka nalar akan bekerja dan inovasi akan mengalir,” tandasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. Med.Sc. turut menanggapi perubahan ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan respons strategis terhadap dinamika zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Perubahan nama fakultas bukan sekadar pergantian identitas, melainkan bentuk transformasi pendidikan menghadapi perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Ini menjadi pemicu bagi UB dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu dan teknologi,” jelas Rektor.
Dengan identitas barunya, FAST ditargetkan menjadi pusat unggulan pengembangan ilmu animal science yang terintegrasi dengan teknologi peternakan. Fakultas ini diharapkan mampu mencetak lulusan kompetitif serta berkontribusi nyata bagi industri peternakan nasional dan global.
Transformasi ini langsung diikuti dengan penyambutan mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bertajuk PASUPALA 2026. Acara yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026) di area Lapangan Parkir Gedung 1 FAST UB ini berhasil menarik perhatian 819 mahasiswa baru, yang terdiri atas 735 mahasiswa Program Studi Peternakan dan 84 mahasiswa Program Studi Industri Peternakan Cerdas.

PIMPINAN: Dekan FAST, Prof. Dr. Ir. M. Halim Natsir, S.Pt., MP., IPM., ASEAN Eng., saat menyampaikan pandangannya perihal transpormasi FAPET UB menjadi FAST UB (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
Berbeda dari seremoni biasa, PKKMB tahun ini mengajak mahasiswa baru (maba) untuk langsung menyelami dunia peternakan nyata dengan mengaitkan tiga pilar utama, yaitu akademik, wirausaha, dan kepemimpinan. Tema tersebut diusung sebagai implementasi Tridharma Perguruan Tinggi untuk membentuk generasi masa depan yang adaptif, eksploratif, dan berkarakter.
Pada hari kedua orientasi, para mahasiswa baru mendapat wawasan mendalam dari tiga tokoh penting di sektor peternakan:
- Persiapan Mental Industri: Mewakili Ir. Didiek Purwanto, IPU (Ketua ISPI & Dirut PT Karunia Alam Sentosa Abadi), pihak sekretariat menekankan pentingnya jiwa kepemimpinan dan kesiapan dalam mencetak peluang usaha di ranah nasional.
- Peran Strategis di Daerah: Dr. Ir. Indyah Aryani, M.M. (Kadislak Prov. Jatim) mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam menjaga kestabilan pangan nasional melalui perspektif kebijakan pemerintah.
- Gerakan Sehat & Kelembagaan: Evi Zainal Abidin, B.Com. (Ketua KUTT Suka Makmur) menyoroti pentingnya kolaborasi koperasi. Sesinya ditutup dengan aksi nyata berupa kampanye minum susu bersama seluruh mahasiswa baru sebagai simbol pemenuhan gizi dan gaya hidup sehat.
Melalui sinergi antara wawasan akademis, pengenalan organisasi, dan interaksi langsung dengan praktisi, FAST UB optimistis para mahasiswa barunya siap berproses menjadi insan paripurna yang memberikan dampak positif bagi Indonesia. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




