EVAKUASI: Jajaran Polres Batu bersama masyarakat saat melakukan evakuasi jenazah pria yang ditemukan di kawasan Taman Wilis, Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Ditemukan petugas kebersihan DLH saat menyapu, pria berinisial Y (41) ditemukan tewas di joglo Taman Wilis, Kota Batu, pada Rabu (12/8/2026) pagi.
Suasana Taman Wilis di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu mendadak geger pada Rabu (12/8/2026) pagi. Seorang pria berinisial Y (41) ditemukan tergeletak tak bernyawa di sebuah joglo kawasan taman tersebut.
Jenazah warga setempat itu pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu yang sedang menjalankan aktivitas rutin. Saat menyapu area taman sekitar pukul 08.00 WIB, petugas melihat seorang pria dalam posisi tergeletak tanpa pergerakan.
Curiga dengan kondisi tersebut, saksi yang memastikan korban tidak merespons langsung melaporkan temuan itu ke kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Laporan awal diterima oleh Piket Pamapta Polres Batu sekitar pukul 08.00 WIB.
“Tadi sekitar pukul 08.00 WIB, Piket Pamapta menerima laporan tentang adanya orang yang ditemukan meninggal dunia. Lokasi kejadian di Taman Wilis, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu,” ujar Zaenal.

TKP: Lokasi tempat ditemukannya pria Y yang sudah tak bernyawa. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan Satreskrim, Piket Pamapta, dan Inafis Polres Batu mendatangi lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa situasi sekitar joglo.
“Karena dirasa tidak wajar, kejadian dilaporkan ke Polres Batu. Kami langsung mendatangi lokasi untuk olah TKP dan mengecek situasi sekitar,” tambahnya.
Dari pemeriksaan awal secara kasatmata, polisi belum menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, kepolisian masih menunggu pemeriksaan medis mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian.
“Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis rumah sakit tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, baik luka terbuka maupun luka akibat benda tumpul. Jenazah korban sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu untuk Visum et Repertum,” terang Zaenal.
Selain mengevakuasi korban, tim Inafis mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi. Di antaranya sepasang sandal, bekas kemasan makanan cilok, serta barang pribadi yang diduga milik korban.
“Beberapa barang pribadi yang ditemukan, seperti sandal dan sisa makanan cilok, sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan,” pungkasnya.
Hingga kini, Satreskrim Polres Batu masih mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil pemeriksaan medis resmi guna mengungkap penyebab kematian korban. (*/Ananto Wibowo/Ra Indrata)




