MALANG POST – Usung konsep rekreasi edukatif berbasis pengalaman langsung, Jatim Park Group hadirkan beragam pilihan wahana interaktif, mulai dari konservasi satwa, anatomi tubuh, hingga prasejarah bagi rombongan sekolah dan keluarga.
Mengajak anak berwisata kini tidak sekadar mencari tempat untuk bermain. Banyak orang tua dan sekolah mulai mempertimbangkan destinasi yang mampu memberikan pengalaman langsung sekaligus menambah wawasan.
Konsep wisata edukasi pun semakin diminati. Melalui pendekatan ini, anak-anak dapat belajar melalui pengalaman konkret, bukan hanya dari buku pelajaran. Aktivitas melihat, mengamati, mencoba, hingga berinteraksi langsung dengan objek yang dipelajari membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.
Konsep tersebut dikembangkan oleh Jatim Park Group melalui berbagai destinasi wisata bertema. Setiap park menawarkan pengalaman belajar yang beragam, mulai dari konservasi satwa, lingkungan, kesehatan, sejarah, budaya, hingga kehidupan prasejarah.
Melalui pendekatan ini, materi edukasi dikemas secara interaktif dan ringan. Anak-anak dapat menikmati liburan tanpa sadar memperoleh pengetahuan baru selama berada di kawasan wisata.
Berikut sejumlah pengalaman belajar yang disajikan di destinasi Jatim Park Group:
1. Mengenal Satwa Lewat Interaksi Langsung Belajar mengenai satwa terasa lebih berkesan ketika anak-anak dapat mengamatinya secara langsung. Pengalaman tersebut dapat ditemukan di Drive Thru Park, Museum Satwa, dan Eco Active Park.
Di Drive Thru Park, pengunjung menyusuri kawasan safari menggunakan kendaraan untuk mengamati berbagai satwa dari jarak aman. Perjalanan kemudian berlanjut ke area rest area yang menghadirkan Secret Jungle, Fantasy Kids Zoo, hingga aktivitas memberi makan (feeding) berbagai jenis satwa.

EDUKASI: Wisatawan saat belajar mengenai anatomi jantung. (Foto: Jatim Park for Malang Post)
Sementara itu, Museum Satwa memperkenalkan beragam koleksi satwa dari berbagai belahan dunia melalui diarama dan display edukatif. Informasi mengenai karakteristik, habitat, hingga upaya konservasi melengkapi koleksi yang ditampilkan.
Di Eco Active Park, pengunjung diajak memahami hubungan antara satwa dan lingkungan melalui berbagai area interaktif, mulai dari koleksi burung, serangga, hingga wahana bertema ekologi.
2. Mengenal Reptil dari Sudut Pandang Berbeda Reptil kerap dianggap sebagai hewan yang menakutkan. Batu Eco Green Park (BEP) justru menghadirkan pengalaman berbeda melalui koleksi reptil yang dikemas secara edukatif. Berbagai jenis ular, kadal, buaya, kura-kura, hingga reptil eksotis lainnya dapat diamati dari dekat. Informasi yang disampaikan membantu pengunjung memahami karakteristik dan perilaku satwa tersebut.
Tak hanya melihat koleksi, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan edukatif yang menjelaskan perilaku, habitat, hingga peran penting reptil dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui pengalaman ini, anak tidak hanya mengenal reptil dari gambar, melainkan juga memahami perannya dalam lingkungan.
3. Memahami Tubuh Manusia dengan Cara Nyata Pelajaran anatomi terkadang terasa rumit jika hanya dipelajari melalui buku teks. The Bagong Adventure Museum Tubuh menghadirkan pendekatan berbeda dengan mengajak pengunjung memasuki berbagai zona organ tubuh manusia dalam ukuran raksasa.
Anak-anak dapat memahami fungsi organ dan sistem tubuh melalui media interaktif serta alat peraga. Fasilitas pemeriksaan kesehatan sederhana juga membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan.
4. Belajar Sejarah dan Budaya Lintas Benua Bagi anak yang tertarik dengan sejarah dan budaya, Museum Angkut serta Museum Musik Dunia menawarkan pengalaman belajar yang unik. Museum Angkut membawa pengunjung menelusuri perkembangan moda transportasi dari berbagai negara yang dipadukan dengan kawasan tematik berlatar budaya dunia.
Sementara itu, Museum Musik Dunia memperkenalkan perjalanan musik lintas benua melalui koleksi alat musik tradisional maupun modern. Kedua destinasi tersebut membuktikan bahwa sejarah dan budaya dapat dipelajari secara menyenangkan melalui benda-benda bersejarah.
5. Menjelajahi Kehidupan Jutaan Tahun Lalu Dino Park menjadi destinasi ideal untuk mengenalkan kehidupan prasejarah kepada anak. Berbagai replika dinosaurus dibuat secara detail sehingga memberikan gambaran mengenai makhluk yang pernah menghuni bumi jutaan tahun lalu.
Melalui perjalanan tematik, pengunjung diajak mengenal berbagai spesies dinosaurus, proses evolusi kehidupan, hingga informasi ilmiah prasejarah yang dikemas melalui visual dan wahana interaktif. Cara belajar ini memudahkan pemahaman sejarah alam sekaligus memancing rasa ingin tahu anak.

BELAJAR: Wisatawan saat belajar tentang anatomi ginjal di wahan milik Jatim Park Group. (Foto: Jatim Park for Malang Post)
Manager Marketing dan Public Relations Jatim Park Group Titik S. Ariyanto mengatakan, setiap destinasi dirancang agar aktivitas rekreasi dapat berjalan beriringan dengan proses belajar.
“Kami percaya pengalaman adalah cara belajar yang paling efektif. Oleh karena itu, setiap destinasi dikembangkan dengan pendekatan yang memungkinkan pengunjung memperoleh pengetahuan baru secara alami sambil menikmati liburan bersama keluarga maupun rombongan sekolah,” tutur Titik.
Konsep pembelajaran berbasis pengalaman ini menjadi salah satu keunggulan Jatim Park Group dalam mengembangkan destinasi wisata keluarga. Beragam pilihan park dengan tema pembelajaran yang saling melengkapi membuat kunjungan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, mulai ilmu pengetahuan alam, sejarah, budaya, kesehatan, hingga konservasi satwa.
Jatim Park Group pun menjadi salah satu rujukan utama paket edukasi wisata maupun study tour bagi sekolah dari berbagai daerah.
Bagi keluarga maupun sekolah yang ingin merencanakan kunjungan, informasi mengenai program study tour, pilihan paket edukasi wisata, promo, serta aktivitas terbaru dapat dipantau melalui akun media sosial resmi setiap park.
Pembelian tiket resmi dapat dilakukan secara daring melalui portal resmi www.jtp.id. Informasi tiket dan promo terbaru juga dapat diakses melalui situs web resmi tersebut serta akun Instagram dan TikTok @jawatimurpark.
Dengan konsep terpadu ini, wisata tidak lagi sekadar sarana bermain. Anak-anak dapat menikmati liburan sekaligus membawa pulang pengalaman dan pengetahuan baru tanpa harus merasa terkekang di dalam ruang kelas. (*/Ananto Wibowo)




