MALANG POST – Peringati Harvetnas 2026 di DPC LVRI, Wali Kota Batu Nurochman minta para veteran terus mengawal kebijakan Pemkot Batu agar tetap berpihak kepada rakyat dan bebas dari korupsi.
Usia boleh bertambah, tetapi semangat perjuangan tak boleh ikut menua. Pesan itu terasa kuat dalam peringatan ke-77 Hari Veteran Nasional (Harvetnas) 2026 di Kantor DPC Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Batu, Selasa (11/8/2026).
Pemkot Batu memberikan penghormatan sekaligus apresiasi kepada para veteran yang telah meletakkan fondasi penting bagi perjalanan bangsa. Tahun ini, Harvetnas mengusung tema “Veteran Menjaga Nilai Juang, Menginspirasi Indonesia Maju”.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, semangat perjuangan para veteran tetap relevan meski tantangan bangsa telah berubah. Jika dahulu pejuang berhadapan dengan musuh untuk mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan dilanjutkan melalui pemerintahan yang bersih dan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
“Sekarang kita tidak berhadapan dengan musuh fisik. Tantangan kita adalah bagaimana mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi,” ujar Cak Nur—sapaan akrab Nurochman.
Ia menyampaikan penghormatan secara langsung dan meyakini para pejuang sepuh tersebut terus memberikan perhatian serta doa bagi Kota Batu.
“Salam hormat dari kami, keluarga besar Pemkot Batu. Saya yakin di waktu luang dan saat beribadah, panjenengan semua mendoakan Pemkot Batu dan masyarakat Kota Batu,” tuturnya.
Cak Nur bahkan membuka ruang bagi para veteran untuk mengingatkan pemerintah jika ada kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada rakyat atau veteran.

TUMPENGAN: Wali Kota Batu, Nurohman saat memberikan tumpeng kepada salah seorang anggota LVRI Kota Batu dalam momen peringatan Hatvetnas ke 77. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Kami akan mengambil kebijakan yang terus ditingkatkan untuk veteran. Kalau ada yang belum disampaikan atau ditunaikan, boleh ditagih. Ini dalam rangka menghormati jasa dan perjuangan panjenengan di masa-masa sulit,” katanya.
Menurutnya, keberanian, ketulusan, dan pengorbanan para veteran merupakan nilai dasar yang tidak boleh luntur bagi generasi penerus.
“Kalau kami tidak mencintai Indonesia dan masyarakat, ingatkan kami. Kalau kebijakan kami tidak mendukung veteran, juga ingatkan kami. Mari bersama-sama terus berangkulan dan bergandengan tangan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC LVRI Kota Batu Peltu (Purn.) Subandi menegaskan pentingnya generasi penerus mengingat jasa para pendahulu dalam membangun daerah.
“Kota Batu tanpa pendahulu mungkin tidak seperti ini. Kita sebagai generasi penerus perlu mengingat kembali sejarah tersebut,” ujarnya.
Subandi juga menyampaikan pesan Ketua Umum DPP LVRI Jenderal TNI (Purn.) H.B.L. Mantiri terkait sejarah Harvetnas. Penetapan 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional berakar pada momentum gencatan senjata 10 Agustus 1949 setelah perjuangan menghadapi penjajah Belanda, yang kemudian disahkan melalui Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2014.
“Usia boleh menua, melainkan semangat juang tidak mengenal batas waktu,” kutip Subandi dari pesan Mantiri.
Menurutnya, pengakuan dan penghormatan negara terhadap veteran berlandaskan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia, yang mencakup hak tanda kehormatan, dana kehormatan, tunjangan, hingga jaminan kesehatan dan pemberdayaan.
Peringatan Harvetnas di Kota Batu berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Salah satu momen berkesan adalah pemotongan tumpeng untuk anggota LVRI tertua, M. Sholeh, yang kini berusia 99 tahun, serta penghormatan bagi anggota LVRI Kota Batu yang telah mencapai usia 104 tahun. (*/Ananto Wibowo/Ra Indrata)




