MALANG POST – Peneliti FBIPK Universitas Brawijaya Yogo Setiawan, berhasil menemukan spesies baru kumbang kulit kayu Hyorrhynchus takakumaensis, serta dua catatan persebaran kumbang ambrosia baru di Jepang yang dipublikasikan dalam jurnal internasional ZooKeys.
Peneliti Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBIPK UB) Yogo Setiawan, S.P., M.P. berhasil mendeskripsikan satu spesies baru kumbang kulit kayu serta melaporkan dua catatan persebaran baru spesies kumbang ambrosia di Jepang. Temuan tersebut merupakan bagian dari penelitian doktoralnya di The United Graduate School of Agricultural Sciences, Kagoshima University, Jepang.
Spesies baru tersebut diberi nama Hyorrhynchus takakumaensis Setiawan, Hata & Smith, sp. nov. Yogo menjelaskan, nama takakumaensis diambil dari lokasi temuannya, yakni Takakuma Experimental Forest, kawasan hutan penelitian milik Kagoshima University di Pegunungan Takakuma, Prefektur Kagoshima, Jepang. Spesies ini juga memiliki nama umum dalam bahasa Jepang, yaitu Takakuma-ōkikuimushi (タカクマオオキクイムシ).
Selain itu, Yogo melaporkan dua spesies kumbang ambrosia yang sebelumnya belum pernah tercatat di Jepang, yaitu Anisandrus auratipilus Smith, Beaver & Cognato, 2020 dan Debus shoreae (Stebbing, 1907). Temuan A. auratipilus menjadi catatan kedua spesies tersebut di dunia setelah pertama kali dideskripsikan di Provinsi Fujian, Tiongkok, sedangkan D. shoreae diketahui tersebar luas di kawasan tropis Asia Timur dan Asia Tenggara.
“Saya melakukan pengambilan sampel selama satu tahun, mulai musim panas 2024 hingga musim panas 2025, sehingga mencakup empat musim. Sampel dikumpulkan setiap dua minggu di Takakuma Experimental Forest untuk mengkaji keanekaragaman dan dinamika komunitas kumbang kulit kayu serta kumbang ambrosia di hutan Jepang bagian selatan yang beriklim lebih hangat,” ujar Yogo, Senin (10/8/2026).

Hyorrhynchus takakumaensis Setiawan, Hata & Smith, sp. nov. タカクマオオキクイムシ (Takakuma-ōkikuimushi).
Dalam proses identifikasi, Yogo menemukan spesimen dengan karakter morfologi berbeda dari spesies lain dalam genus Hyorrhynchus. Temuan tersebut dikonsultasikan dengan ahli taksonomi kumbang ambrosia dari Michigan State University dan dibandingkan dengan koleksi di sejumlah museum, termasuk National Agriculture and Food Research Organization (NARO) di Tsukuba, Jepang.
Ia menjelaskan, pembeda utama spesies baru tersebut terletak pada karakter morfologi epistoma yang memiliki tanduk atau tuberkel berbentuk lebar, serta pola setae dan vestiture pada elitra yang berbeda dari spesies lain dalam genus Hyorrhynchus.
Sebelum penelitian ini, genus Hyorrhynchus hanya terdiri atas 10 spesies di dunia. Penemuan ini menambah jumlahnya menjadi 11 spesies, sedangkan catatan spesies genus Hyorrhynchus di Jepang meningkat dari dua menjadi tiga spesies. Menurut Yogo, pendeskripsian spesies baru membutuhkan proses panjang, mulai dari pengambilan sampel, identifikasi, konsultasi pakar, hingga penyusunan deskripsi morfologi secara rinci.
Selama penelitian, ia menghadapi berbagai tantangan, seperti penampung spesimen pada perangkap yang membeku saat musim dingin, cuaca musim panas lembap berkelembapan tinggi yang mencapai 36°C, hingga lokasi medan penelitian yang harus ditempuh dengan feri selama 45 menit dan perjalanan darat satu jam.
Meskipun demikian, penemuan spesies baru dan catatan persebaran baru ini dinilai penting untuk mendokumentasikan biodiversitas sekaligus memperluas pengetahuan mengenai persebaran biogeografis kumbang kulit kayu dan kumbang ambrosia.
“Kumbang ambrosia berperan penting dalam dekomposisi kayu dan daur ulang unsur hara di hutan. Namun, beberapa spesies juga merupakan hama penting pada sektor kehutanan dan pertanian. Oleh karena itu, pendokumentasian keanekaragaman kelompok kumbang ini sangat krusial,” tegasnya.
Penelitian ini merupakan kolaborasi antara Kagoshima University, Saga University, Universitas Brawijaya, dan Michigan State University. Hasilnya telah dipublikasikan pada Selasa (14/7/2026) di jurnal internasional bereputasi ZooKeys melalui artikel berjudul “A new species of Hyorrhynchus Blandford, 1894 (Coleoptera, Curculionidae, Scolytinae, Hyorrhynchini) and two new records of xyleborine ambrosia beetles from Japan”. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




