MALANG POST – Diciptakan dalam tempo 12 hari pada 2019, Jingle RAJA Brawijaya karya alumnus Kartika Mercy bersama UAB UB, sukses menjadi lagu ikonik penyambut ribuan mahasiswa baru Universitas Brawijaya.
Bagi ribuan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB), Jingle RAJA Brawijaya telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Rangkaian Acara Jelajah Almamater Brawijaya (RAJA Brawijaya) atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Irama energik dengan lirik penuh semangat itu kerap mengiringi berbagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru sekaligus menjadi identitas yang melekat di lingkungan kampus. Namun, tidak banyak yang mengetahui sosok di balik lahirnya lagu tersebut.
Adalah Kartika Mercy, alumnus Universitas Brawijaya sekaligus anggota Unit Aktivitas Band Universitas Brawijaya (UAB UB), yang menjadi penulis lagu sekaligus vokalis utama Jingle RAJA Brawijaya. Lagu tersebut pertama kali diciptakan pada 2019 atas permintaan panitia RAJA Brawijaya untuk menghadirkan sebuah jingle yang mampu merepresentasikan semangat mahasiswa baru UB.
Kartika menceritakan proses penciptaan lagu tersebut bermula ketika panitia RAJA Brawijaya menghubungi tim UAB UB. Saat itu, waktu yang tersedia sangat terbatas. Bersama rekan-rekannya di grup musik Second Alpha, ia harus menyelesaikan seluruh proses penulisan lagu, aransemen, rekaman, hingga mixing dan mastering hanya dalam waktu 12 hari.
Menurut Kartika, Jingle RAJA Brawijaya tidak sekadar diciptakan sebagai lagu penyemarak kegiatan PKKMB. Ia ingin menghadirkan sebuah karya yang mampu menggambarkan karakter mahasiswa UB sebagai generasi muda yang optimistis, berani menghadapi tantangan, serta memiliki semangat untuk terus berkembang.

Kartika Mercy. (Foto: Humas UB)
Nilai-nilai tersebut dituangkan melalui lirik yang mengajak mahasiswa baru melangkah bersama, menggapai cita-cita, dan membawa nama baik kampus. Baginya, sosok Raja Brawijaya bukan hanya merepresentasikan sejarah, melainkan juga menjadi simbol dedikasi dan semangat juang yang perlu diteladani oleh setiap mahasiswa.
“Jingle ini sengaja dibuat penuh semangat untuk menyambut para Brawijaya muda. Pesan utamanya adalah optimisme, keyakinan, dedikasi, semangat juang, dan keberanian untuk menggapai apa pun yang ingin diraih,” ungkapnya, Senin (10/8/2026).
Meski proses penyusunan lagu tersebut berlangsung singkat, Kartika mengaku tantangan terbesar berada pada proses produksi dengan tenggat waktu yang sangat padat. Baginya, keberhasilan menghadirkan jingle tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh anggota tim, dukungan UAB UB, serta kepercayaan panitia.
“Kalau tidak ada tim, tentu lagu ini tidak akan menjadi seperti sekarang. Kami mengerjakannya bersama-sama dengan niat memberikan kontribusi terbaik untuk Universitas Brawijaya dan menyambut mahasiswa baru,” katanya.
Hingga kini, salah satu bagian lagu yang paling berkesan bagi Kartika bukan hanya liriknya, melainkan juga bagian instrumental yang memadukan musik modern dengan sentuhan budaya Nusantara melalui unsur pentatonik Jawa, vokal bergaya sinden, serta adaptasi ritmis tradisional. Bagian tersebut menjadi representasi rasa bangga terhadap identitas UB sekaligus kekayaan budaya Indonesia.
Kartika berharap Jingle RAJA Brawijaya tidak hanya dinyanyikan sebagai lagu penyambut, melainkan juga dimaknai sebagai pengingat untuk terus menjaga semangat belajar dan berkarya.
“Tidak ada yang tidak mungkin selama kita punya niat, kemauan, dan keyakinan untuk terus mencoba. Teruslah berkarya karena kita tidak pernah tahu sejauh mana karya itu membawa manfaat bagi banyak orang,” pesannya. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




