KEPALA Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang, merilis hasil Survei Konsumen periode Juli 2026, yang mengindikasikan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi daerah, tetap berada pada level sangat optimistis, ditunjukkan oleh lonjakan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), hingga menyentuh angka 126,8.
Warga Malang ternyata makin percaya diri, menatap kondisi dompet dan roda ekonomi daerahnya. Rasa cemas mengendur, gairah belanja merambat naik.
Potret manis itu terekam jelas dalam rilis Survei Konsumen periode Juli 2026, yang diterbitkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 nangkring di angka 126,8—melonjak dibanding capaian bulan Juni sebesar 123,8. Dalam skala indikator BI, angka di atas 100 menandakan zona optimistis.
Kuatnya keyakinan masyarakat ini, ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Juli 2026 yang bertengger kokoh di angka 114,5.
Tiga komponen utama pembentuk IKE kompak berada di zona hijau di atas angka 100. Indeks penghasilan saat ini memimpin di angka 120,0.

Mengintip gairah belanja, indeks pembelian barang tahan lama (durable goods) tercatat sebesar 113,5. Sementara indeks ketersediaan lapangan kerja menyumbang angka 110,0.
“Ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi 6 bulan ke depan juga terpantau tetap terjaga,” terang Kepala KPw BI Malang, Indra Kuspriyadi, dalam rilis yang diterima Malang Post, Jumat (7/8/2026).
Mata warga melihat masa depan dengan sangat cerah. Hal itu tecermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Juli 2026 yang melesat di angka 139,0.
Jika dibedah per komponen, indeks ekspektasi penghasilan mencapai angka tertinggi sebesar 152,5. Disusul indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 137,0 dan indeks ekspektasi kegiatan usaha yang berada di angka 127,5.
Mengeraknya optimisme warga tak lepas dari denyut nadi ekonomi Kota Malang yang terus bergerak positif sepanjang Juli 2026. Terjaganya stabilitas harga barang pokok menjadi benteng utama pelindung daya beli.
Di saat yang sama, empat mesin penggerak ekonomi lokal—sektor perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata—terus berputar kencang tanpa hambatan berarti.
Laju positif di tingkat lokal ini berbanding lurus dengan ketahanan ekonomi nasional yang tumbuh solid 5,61 persen (yoy) pada triwulan I 2026.
Perpaduan antara optimisme konsumen, daya beli yang stabil, serta menggeliatnya sektor riil membuktikan perekonomian Kota Malang memiliki daya tahan yang tangguh di tengah hempasan dinamika global. (Ra Indrata)




