MELEMPEM: Penampilan striker Joel Vinicius pada empat laga yang sudah dilakoni di Piala Presiden, belum menunjukkan kemampuannya sebagai striker handal. Termasuk saat Arema FC dikalahkan Persebaya 0-1. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Skuad Arema FC, harus memuburkan impian melangkah ke partai final Piala Presiden 2026, setelah ditekuk rival abadi Persebaya Surabaya dengan skor tipis 0-1, pada babak semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) malam.
Impian Singo Edan melangkah ke babak final Piala Presiden 2026 buyar sudah. Di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) malam, Persebaya Surabaya kembali hadir sebagai batu sandungan yang teramat keras. Skor akhir 0-1.
Penyebab utamanya satu petaka di masa injury time babak pertama. Menit 45+7. Persebaya dapat hadiah sepak pojok. Bek jangkung setinggi 198 cm, Yuran Fernandes, melompat paling tinggi. Mantan pemain PSM itu memenangi duel udara dan mengarahkan bola ke pojok kanan gawang. Kiper Adi Satryo hanya bisa terpana melihat bola membentur tiang sebelum berbelok masuk.
Kekalahan ini membuat Arema FC untuk kedua kalinya berturut-turut gagal mempertahankan trofi turnamen pramusim yang terakhir mereka renggut pada 2024 lalu. Tapi kalau mau jujur, dibanding Piala Presiden 2025—saat anak asuh Marcos Santos ini langsung angkat koper di babak penyisihan—kelolosan hingga semifinal kali ini jelas sebuah kemajuan.
Di semifinal tempat netral ini, dua faktor besar menjadi pemicu utama kegagalan Arema. Pertama: absennya Gustavo Henrique. Predator lini depan pencetak empat gol itu terpaksa menepi karena cedera. Kedua: musibah kartu merah Diego Luiz Landis. Wasit Candra mengusirnya keluar lapangan usai dianggap melakukan pelanggaran keras (DOGSO).
Sebenarnya, tensi tinggi sudah terasa sejak awal. Matheus Blade bahkan sempat diganjar kartu merah langsung oleh wasit Candra usai dinilai melakukan tendangan terlalu tinggi ke arah kepala pemain Persebaya. Beruntung, usai melihat tayangan ulang VAR, kartu merah itu dianulir dan diganti kartu kuning karena kakinya terbukti tidak mengenai kepala lawan.
Meski kalah dan bermain pincang, bukan berarti Arema tanpa perlawanan. Singo Edan justru punya lebih banyak peluang dibanding Persebaya. Sayang, tanpa kehadiran Gustavo, penyelesaian akhir jadi tumpul. Joel Vinicius yang dipasang sebagai penyerang tunggal belum menemukan bentuk permainan terbaiknya. Mantan striker Borneo FC itu beberapa kali membuang peluang emas di depan gawang.
Di sisi lain, penampilan kiper Adi Satryo pantas diacungi jempol. Kiper yang sudah dua musim berbaju Singo Edan ini tampil luar biasa dengan berulang kali mementahkan peluang emas Persebaya.
Hasil pahit ini memperpanjang rekor kelam: Arema FC kini genap lima tahun tak pernah bisa menang atas Persebaya di berbagai ajang resmi.
Persebaya yang menang tipis sudah ditunggu Persib Bandung di partai puncak pada Kamis (6/8/2026) mendatang. Sementara Arema FC masih harus berlaga memperebutkan tempat ketiga melawan Persija Jakarta, yang di pertandingan sebelumnya dikalahkan Persib 1-2. (Ra Indrata)




