MALANG POST – Ronde 1 ajang Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 Paragliding Accuracy League, yang dirangkai dengan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 3rd Series, langsung menyajikan persaingan sengit. Tak hanya ketat dari sisi perolehan poin, penyelenggaraan ronde pembuka di Kota Batu ini berjalan sangat efektif dengan menuntaskan penerbangan 75 pilot hanya dalam waktu 91 menit, Jumat (31/7/2026).
Ronde 1 ajang Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 Paragliding Accuracy League yang dirangkai dengan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 3rd Series langsung menyajikan persaingan sengit. Tak hanya ketat dari sisi perolehan poin, penyelenggaraan ronde pembuka di Kota Batu ini berjalan sangat efektif dengan menuntaskan penerbangan 75 pilot hanya dalam waktu 91 menit.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadisparta) Kota Batu, Onny Ardianto, mengungkapkan bahwa sebanyak 75 pilot berhasil menyelesaikan seluruh prosesi penerbangan pada ronde pembuka tersebut.
Rata-rata panitia mampu melayani sekitar 0,82 pilot per menit, atau setara satu pilot setiap 73 detik. Capaian ini menjadi indikator penting bahwa koordinasi seluruh perangkat pertandingan di lapangan berjalan sangat solid.
“Hal ini menunjukkan efektivitas koordinasi antara competition director, launch marshal, safety team, tim scoring, hingga seluruh perangkat pertandingan,” ujar Onny, Jumat (31/7/2026).

SENGIT: Round pertama IPAC series 3 di Kota Batu berlangsung sengit, semua atlet berhasil menampilkan performa terbaiknya. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Tiga Pilot Indonesia Cetak Skor Sempurna
Dari sisi performa atlet, ronde pertama langsung menyajikan pertarungan sengit. Tiga pilot Indonesia sukses mencatatkan skor sempurna atau 0 poin, yakni Muhammad Abdul Latif, Riki Maulana, dan M. Ismat Padilah.
Menariknya, selisih poin antara pemuncak klasemen dan atlet di posisi ke-15 hanya terpaut tipis tiga poin. Kondisi rapat ini membuat peta persaingan merebut gelar juara masih terbuka lebar pada ronde-ronde berikutnya.
Muhammad Abdul Latif membuat kejutan di ronde pembuka dengan langsung memimpin klasemen sementara. Riki Maulana kembali membuktikan konsistensinya sebagai juara IPAC Series 2, sedangkan M. Ismat Padilah menunjukkan keunggulan hasil pembinaan atlet muda Indonesia.
Dominasi Merah Putih juga terlihat dari deretan atlet elite dunia asal Tanah Air. Pangeran Pribaya dan Rizky Maulana langsung mengamankan jajaran papan atas klasemen. Sementara itu, Damar dan Jafro tetap menempel ketat di jarak persaingan yang kompetitif.
Sapu Bersih Kategori Putri dan Junior U-26
Di kategori putri, atlet Indonesia tampil sangat dominan. Susana Dwi Cahyanti sukses memimpin klasemen kategori perempuan sekaligus menembus jajaran atas klasemen umum (overall). Posisi kedua ditempati Disha Fajar Praharini, disusul Shakira Wasila Amanda di urutan ketiga.
Dominasi Indonesia kian tak terbendung di kategori Junior U-26 setelah seluruh posisi 10 besar dikuasai oleh pilot Tanah Air. Tiga besar kategori ini berturut-turut dihuni oleh Muhammad Abdul Latif, M. Ismat Padilah, dan Susana Dwi Cahyanti.
Di sektor beregu (team), Kota Bogor mengawali kompetisi sebagai pemuncak klasemen sementara. Namun, tim-tim unggulan seperti SOL Team, Davinci Gliders, dan Primus Six terus membayangi di papan atas sehingga pergeseran posisi diprediksi masih akan terjadi.
Onny menilai, sukses operasional pada ronde pertama menjadi modal berharga bagi Kota Batu sebagai tuan rumah kejuaraan paralayang tingkat dunia.
“Selisih skor yang sangat tipis membuat setiap ronde berikutnya menjadi krusial. Persaingan masih sangat terbuka dan semua atlet memiliki peluang yang sama untuk menjadi juara,” pungkas Onny. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




