KOLASE: Pembukaan Sapta Rona Pesona 2026, yang berlangsung di MATOS hingga 2 Agustus mendatang. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, resmi membuka perhelatan tahunan (flagship event) Sapta Rona Pesona (SRP) 2026 di Atrium Malang Town Square (Matos), Kamis (30/7/2026). Mengusung tema “Satu Pesona Tujuh Daerah: Menguatkan UMKM, Pariwisata, Melalui Digitalisasi, Keuangan Inklusif dan Syariah”, gelaran akbar ini berlangsung hingga 2 Agustus 2026 guna mengakselerasi perekonomian daerah.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang resmi membuka perhelatan tahunan (flagship event) Sapta Rona Pesona (SRP) 2026, di Atrium Malang Town Square (Matos), Kamis (30/7/2026).
Mengusung tema besar “Satu Pesona Tujuh Daerah: Menguatkan UMKM, Pariwisata, Melalui Digitalisasi, Keuangan Inklusif dan Syariah”, helatan akbar ini bakal berlangsung selama empat hari hingga Minggu, 2 Agustus 2026.
Penyelenggaraan kali ini terasa makin istimewa. SRP 2026 tidak hanya menyoroti satu atau dua daerah, melainkan menyatukan seluruh potensi ekonomi, pariwisata, serta kebudayaan dari tujuh kabupaten/kota di wilayah kerja KPwBI Malang (Malang Raya, Kota/Kabupaten Pasuruan, dan Kota/Kabupaten Probolinggo).
Kepala KPwBI Malang, Indra Kuspriyadi, menegaskan bahwa perhelatan SRP 2026 menjadi cermin dari solidnya laju perekonomian di kawasan tersebut.
“Pertumbuhan ekonomi di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja kami, menunjukkan kinerja yang luar biasa. Semuanya tumbuh di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun rata-rata nasional,” ujar Indra di hadapan para undangan dan pengunjung Matos.
Kinerja apik tersebut kian sempurna, lantaran ditopang oleh tingkat inflasi daerah yang sangat terkendali. Melalui SRP 2026, BI Malang meluncurkan semangat baru lewat filosofi slogan WARM (Warna, Rasa, Makna).
“WA artinya Warna, Bank Indonesia hadir memberikan warna bagi dinamika ekonomi. R adalah Rasa nasionalisme yang mendorong pertumbuhan. Dan M adalah Makna, kami ingin hadir memberikan manfaat nyata dalam setiap makna Indonesia,” jelas Indra.
Tak hanya dipusatkan di Matos, magnitudo Sapta Rona Pesona juga menyebar di berbagai titik wilayah, seperti agenda Tong Tong Market, hingga beragam kegiatan paralel di Pasuruan, Probolinggo, dan Batu. Rangkaian acaranya sangat padat, mulai dari kurasi UMKM, business matching, Halal Chef Competition, hingga ajang Satria QRIS Jelajah Indonesia.
Dukungan Terintegrasi dan Road to KKI 2026
Langkah masif KPwBI Malang ini mendapat apresiasi tinggi dari Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur sekaligus Koordinator BI Wilayah Jawa, Prof. Rifki Ismal.
Rifki menegaskan bahwa gelaran SRP di Malang bukan sekadar pameran lokal, melainkan bagian integral dari rangkaian Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta serta Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Se-Jawa di Surabaya.
“Sesuai mandat Undang-Undang P2SK, BI tidak hanya bertugas menjaga nilai rupiah, sistem keuangan, dan sistem pembayaran. Kami memiliki tugas keempat, yaitu mendukung keuangan inklusif, UMKM, ekonomi hijau, serta ekonomi syariah. Apa yang dilakukan di Malang ini adalah wujud nyata bauran kebijakan (policy mix) tersebut,” tegas Prof. Rifki.
Rifki menambahkan, keberadaan 65,5 juta unit UMKM di Indonesia—yang menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang 62 persen terhadap PDB nasional—menjadikan ajang seperti SRP sangat vital. Di Jawa Timur sendiri, sektor UMKM berkontribusi hingga 60 persen terhadap PDRB.
Melalui integrasi sektor pariwisata, keuangan syariah, dan akselerasi digitalisasi dalam SRP 2026, UMKM di tujuh daerah diharapkan tidak sekadar bertahan, melainkan mampu naik kelas dan bersaing di kancah global. (Ra Indrata)




