Pelatih Interim Arema FC, Andre Caldas. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC mengusung misi kebangkitan di panggung Super League 2026/2027, saat melakoni laga tandang sarat gengsi, bertajuk Derby Jawa Timur melawan Madura United, pada pekan kesembilan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (6/11/2026) malam pukul 19.00 WIB.
Persaingan papan tengah dan papan atas kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, kembali memanas di Pulau Garam.
Menginjak awal November 2026, duel sengit antarwakil Jawa Timur, siap tersaji di Pamekasan.
Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, bakal menjadi saksi bisu pertarungan Madura United menjamu Arema FC, pada Jumat (6/11/2026) malam pukul 19.00 WIB.
Laga pekan kesembilan Super League 2026/2027 ini, menjadi panggung krusial bagi kedua tim.
Bagi tuan rumah Laskar Sape Kerrab, kemenangan menjadi jalan utama untuk mengunci posisi di jajaran lima besar klasemen.
Sementara bagi tim tamu Singo Edan, tiga poin di Pulau Madura, menjadi harga mati untuk mendongkrak posisi dari papan tengah.
Modal bertanding yang dibawa kedua kesebelasan terbilang cukup kontrastif.
Madura United menatap pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi, usai menundukkan PSM Makassar 1-0 pada 31 Oktober 2026 lalu.
Kemenangan tipis tersebut, membawa anak asuh Jose Gomes bertengger di peringkat kelima klasemen sementara, dengan torehan 16 poin dari delapan laga.
Di lain sisi, Arema FC masih tertahan di urutan ke-11, dengan koleksi sembilan poin dari delapan pertandingan.
Tim pujaan Aremania itu, baru saja menelan kekalahan pahit 1-3 dari Bali United pada pekan kedelapan di Kanjuruhan.
Meski begitu, Arema FC mengantongi modal segar dari ajang i-League Cup pertengahan pekan lalu, usai membantai RANS Nusantara FC 4-0.
Rekor Head-To-Head dan Perbedaan Performa
Melihat rekam jejak dalam lima pertandingan terakhir di kompetisi liga, Madura United mengantongi performa yang lebih stabil.
Skuad Madura United mengemas tujuh poin hasil dari dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan.
Sebelum menundukkan PSM Makassar 1-0, Madura United sempat membungkam juara bertahan Persib Bandung 1-0 pada 22 Oktober 2026, meski sempat tersandung 1-3 dari Persebaya Surabaya.
Catatan tersebut menunjukkan ketangguhan Madura United, saat berlaga di hadapan pendukungnya sendiri.
Sebaliknya, Arema FC di bawah kendali pelatih interim Andre Caldas, masih berjuang mencari konsistensi permainan.
Dalam lima laga terakhir di Super League, Singo Edan hanya mengais empat poin, hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan.
Satu-satunya hasil sempurna diraih saat menggilas Dewa United 4-0 pada 25 Oktober 2026 lalu.
Kendati demikian, sejarah pertemuan (head-to-head) kedua tim, selalu menyajikan pertarungan ketat yang tak terprediksi.
Dalam lima bentrokan terakhir di semua ajang, Arema FC memegang dua kemenangan, Madura United mengamankan satu kemenangan, dan dua laga sisanya berakhir imbang.
Uniknya, dua duel pamungkas kedua tim selalu berakhir dengan skor identik 2-2; baik saat berlaga di Pamekasan pada 21 Februari 2026 maupun di Malang pada 23 Desember 2025.
Statistik ini membuktikan, status tuan rumah tidak otomatis menjamin tiga poin bagi Madura United.
Persiapan Madura United dan Kewaspadaan Jose Gomes

Pelatih kepala Madura United, Jose Gomes, menegaskan bahwa kemenangan atas PSM Makassar, tidak lantas membuat jajaran pemainnya berjemawa.
Skuad Laskar Sape Kerrab langsung digembleng kembali dalam sesi latihan di Stadion Gelora Bangkalan sejak Senin (2/11/2026), usai mendapatkan jatah libur dua hari.
Jose Gomes—yang sempat menukangi Arema FC pada musim 2024/2025—meminta anak asuhnya tetap membumi dan ekstra waspada.
Pengalaman melatih di Malang, membuat Gomes paham betul mengenai karakter pantang menyerah yang diusung armada Singo Edan.
Gomes meminta barisan pertahanannya mewaspadai skema serangan balik cepat Arema FC, terutama saat terjadi kehilangan bola di area tengah.
“Kemenangan atas PSM tidak boleh membuat kita cepat puas. Kompetisi masih sangat panjang dan Arema selalu menjadi lawan yang berbahaya jika diberi ruang,” ujar Jose Gomes.
Siasat Andre Caldas dan Fleksibilitas Careca
Di kubu lawan, pelatih interim Arema FC, Andre Caldas, membeberkan bahwa tantangan terbesar timnya, adalah mepetnya masa pemulihan fisik (recovery).
Usai meladeni Bali United di liga dan menggilas RANS Nusantara di League Cup, Arema FC hanya memiliki waktu hitungan hari untuk mematangkan taktik di Pamekasan.
“Persiapan kami harus ekstra cepat, karena jadwal yang sangat berdekatan. Namun kami memanfaatkan dua hari terakhir untuk memantapkan sistem dan taktik,” kata Andre Caldas dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan.
Mengenai sosok Jose Gomes di kubu lawan yang pernah menangani Arema, Caldas menyikapinya dengan dingin.
Caldas menilai peta kekuatan Singo Edan saat ini, sudah berubah total ketimbang saat Gomes bertugas di Malang.
Komposisi pemain—terutama deretan legiun asing—serta skema permainan di lapangan kini jauh berbeda.
Caldas menegaskan, dirinya telah mengantongi rekaman video permainan Madura United dan siap menerapkan penyesuaian taktis tanpa merombak skema dasar tim.
“Saya menghormati Gomes sebagai pelatih cerdas. Namun Arema hari ini sudah berbeda. Kami fokus pada tim sendiri. Jika pemain tampil percaya diri, saya yakin kami meraih hasil bagus,” tegas Caldas.
Optimisme serupa disuarakan oleh penyerang asing Arema FC, Careca.
Pemain yang kerap dipasang sebagai ujung tombak utama ini menegaskan kesiapannya, untuk kembali mencetak gol di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.
Careca menyatakan bahwa fleksibilitas posisi di lini depan, membantunya untuk terus memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
“Saya punya fleksibilitas di beberapa posisi dan statistik membuktikannya. Di mana pun pelatih memasang saya, target saya adalah membantu tim meraih kemenangan dan terus mencetak gol,” pungkas pemain yang memiliki nama lengkap Raianderson da Costa Morais optimistis. (Ra Indrata)




