MALANG POST — Peningkatan akses menuju lahan pertanian menjadi salah satu sasaran penting program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0818/Malang–Batu di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan petani yang selama ini menghadapi tantangan mobilitas saat menuju lahan maupun mengangkut hasil panen.
Pembangunan infrastruktur pertanian ini sekaligus menjadi upaya membuka peluang peningkatan produktivitas dan memperkuat perekonomian masyarakat desa. Sebab, bagi petani, keberadaan jalan yang memadai bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan bagian penting dari kelancaran kegiatan produksi pertanian.
Di tengah kondisi medan yang cukup berat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818/Malang–Batu bersama masyarakat Desa Taji terus mengerjakan pembangunan jalan tersebut. Personel TNI dan warga terlibat langsung dalam pekerjaan lapangan dengan mengedepankan semangat gotong royong.
Dandim 0818/Malang–Batu sekaligus Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Czi Bayu Nugroho, S.Hub.Int., M.I.P., menegaskan bahwa pembangunan jalan usaha tani merupakan bentuk perhatian TNI terhadap kebutuhan mendasar masyarakat pedesaan.

MANUNGGAL: Petugas TMMD ke 130 dari TNI dan masyarakat bergotong royong mengerjakan Jalan Usaha Tani di Desa Taji Kecamatan Jabung. (Foto: Suseno/Malang Post)
Menurutnya, pembangunan melalui program TMMD tidak semata-mata berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi harus memberikan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Medan yang berat bukan menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Kami ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama para petani yang membutuhkan akses lebih mudah menuju lahan pertanian,” tegas Bayu Nugroho, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, akses jalan yang lebih baik diharapkan mampu memangkas berbagai kendala transportasi yang selama ini dihadapi petani. Kemudahan mobilitas juga berpotensi memperlancar distribusi hasil pertanian sehingga aktivitas ekonomi masyarakat semakin terbantu.
Bagi Desa Taji, pembangunan Jalan Usaha Tani memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan aktivitas warga yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian. Akses yang memadai diharapkan dapat mengurangi kesulitan petani ketika membawa sarana produksi maupun mengangkut hasil panen dari lahan.
Lebih jauh, pelaksanaan TMMD ke-130 juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa. Kebersamaan antara personel TNI dan warga menjadi kekuatan untuk menyelesaikan pekerjaan di tengah keterbatasan kondisi geografis.
“TMMD harus menghadirkan hasil yang nyata. Kami ingin apa yang dikerjakan bersama masyarakat ini nantinya bisa dimanfaatkan, dijaga, dan dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Taji,” ujarnya.
Melalui pembangunan tersebut, Kodim 0818/Malang–Batu mendorong agar pemerataan infrastruktur tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, melainkan juga menjangkau wilayah pedesaan yang membutuhkan dukungan akses dasar.
Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Taji pun diharapkan menjadi salah satu pengungkit aktivitas pertanian masyarakat. Sebab, ketika akses menuju lahan semakin mudah, peluang meningkatkan efisiensi kerja dan nilai ekonomi hasil pertanian juga semakin terbuka. (Suseno/Ra Indrata)




