Nisriina Najmi, mahasiswa semester tujuh S1 Psikologi Universitas Negeri Malang. (Foto: Istimewa)
MALANG POST — Nisriina Najmi, mahasiswa semester tujuh S1 Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), membuktikan bahwa prestasi bukan sekadar deretan pencapaian, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Ia sukses memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan inspirasi, khususnya bagi calon mahasiswa yang membidik jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Perjalanannya sebagai kreator konten (content creator) bermula dari niat sederhana untuk menjadikan media sosial lebih bernilai. Kontennya mengenai pengalaman lolos Psikologi UM melalui jalur SNBP menjadi tular (viral) dan memicu banyaknya konsultasi dari calon mahasiswa.
“Saya berpikir, kenapa TikTok saya tidak dipakai untuk berbagi agar teman-teman yang mau masuk Psikologi UM lewat SNBP bisa bersiap lebih matang?” ujar Nisriina, Jumat (30/10/2026).
Konsistensinya berbuah manis. Selain mendapatkan penghasilan dari endorsement dan kerja sama merek (brand), Nisriina mengantongi sertifikasi Pemasaran Digital (Digital Marketing) berlisensi BNSP berkat Beasiswa Bank Indonesia (BI). Meski begitu, ia menegaskan materi bukanlah prioritas utama.
Pengembangan Diri dan Beasiswa
Tak puas di ranah digital, Nisriina menguji potensinya di kancah internasional. Ia sukses menjadi finalis lomba esai di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).
Ia menembus jajaran finalis berkat rancangan prototipe situs web pengukur tingkat kecemasan dan depresi mahasiswa. Gagasan ini lahir dari kepeduliannya terhadap kesehatan mental sejawatnya yang rentan mengalami stres akademik.
“Lomba bukan cuma mengejar gelar, melainkan mencari pengalaman, relasi, dan wawasan baru,” tutur mahasiswa angkatan 2023 tersebut.
Ketekunannya berburu peluang juga membuahkan Beasiswa BI senilai Rp12 juta per semester serta Beasiswa Bangun Muamalat UM. Bagi Nisriina, beasiswa adalah jalan melatih kemandirian sekaligus meringankan beban orang tua.
“Kuncinya rajin mencari informasi ke dosen, media sosial, atau kakak tingkat. Ada peluang, langsung siapkan diri sebaik mungkin,” tegasnya.
Manajemen Waktu dan Pengendalian Diri
Aktivitas Nisriina terbilang padat. Selain kuliah, ia menjalani magang di Dinas Sosial Kota Malang, mengelola konten, hingga menjalankan bisnis kerajinan Soft Bracelet yang meraih hibah Program Mahasiswa Wirausaha UM 2024.
Agar tidak keteteran, ia menetapkan skala prioritas. Kuliah tetap menjadi yang utama, sementara tugas sampingan dicicil saat akhir pekan atau dibantu pekerja lepas (freelancer). Ketika ancaman lelah mental (burnout) datang, ia memilih rehat dan mengevaluasi diri.
“Boleh berambisi, tetapi harus tahu kapasitas diri. Produktif bukan berarti kerja tanpa henti, melainkan tahu kapan harus istirahat dan menjaga pola hidup,” jelasnya.
Menatap Masa Depan
Memiliki cita-cita menjadi psikolog dan membuka biro konseling sendiri, Nisriina berharap dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan melanjutkan pendidikan lanjutan. Lewat jejak langkahnya, ia mengajak generasi muda untuk berani melangkah tanpa ragu.
“Coba saja dulu. Kalau tidak dicoba, kita tidak akan tahu hasilnya. Jangan biarkan takut gagal menghentikan langkahmu,” pungkasnya. (M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




