KEKUATAN PENUH: Pelatih Andre Caldas, ketika memantau pemainnya berlatih untuk persiapan turun di League Cup dijamu RANS Nusantara FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC membidik kebangkitan mental, usai kekalahan di Super League dengan meladeni tantangan sesama penghuni Stadion Kanjuruhan, RANS Nusantara FC, pada laga pembuka Ronde 1 ajang i-League Cup 2026/2027, Selasa (3/11/2026) sore pukul 16.00 WIB.
Panggung kompetisi sepak bola nasional, kembali menyajikan aroma persaingan sengit dari Bumi Kanjuruhan.
Hanya berselang tiga hari, usai bentrokan panas di kompetisi kasta tertinggi, Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Kabupaten Malang, kembali menggelar partai bergengsi.
Laga pembuka Ronde 1 turnamen resmi PSSI bertajuk i-League Cup 2026/2027, bakal mempertemukan RANS Nusantara FC kontra Arema FC pada Selasa (3/11/2026) sore pukul 16.00 WIB.
Pertemuan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi kedua belah pihak.
Ini merupakan bentrokan perdana antara The Phoenix dan Singo Edan di panggung turnamen resmi garapan federasi.
Maklum, kedua tim saat ini menghuni strata kompetisi yang berbeda kasta.
Arema FC bertarung di panggung utama Super League (Liga 1), sementara RANS Nusantara FC, berjuang di kasta Championship (Liga 2).
Meski berbeda kasta, kedua tim sama-sama menjadikan Stadion Kanjuruhan sebagai rumah perkelanaan mereka musim ini.
Modal bertanding yang dibawa kedua tim menuju laga Selasa sore, terbilang sama-sama kurang mulus.
Di kompetisi Liga 2, RANS Nusantara FC asuhan pelatih Kas Hartadi, hanya sanggup bermain imbang tanpa gol melawan Kendal Tornado FC.
Sementara Arema FC, di bawah komando pelatih interim Andre Caldas, baru saja tersungkur dihajar Bali United dengan skor 1-3 di Kanjuruhan.
Jatuh bangun hasil pertandingan terakhir, membuat ajang i-League Cup menjadi muara pembuktian kualitas bagi kedua pelatih.
Siasat Andre Caldas dan Regulasi Tiga Pemain Asing
Dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan (pre-match press conference), yang dilakukan secara daring, Andre Caldas membeberkan rancangan skema bertandingnya.
Pelatih asal Brasil ini menegaskan, persiapan meladeni RANS Nusantara, sejatinya sudah diselipkan sejak timnya bersiap menghadapi Bali United pekan lalu.
Mengingat jadwal kompetisi yang terbilang amat mepet—di mana Arema sudah ditunggu duel sengit kontra Madura United pada Jumat mendatang—Caldas mengambil keputusan taktis.
Juru taktik berusia 39 tahun tersebut, bakal merombak susunan pemain utama dan memutar roda rotasi secara masif.
Para pilar utama yang terkuras fisiknya melawan Bali United, bakal diistirahatkan dari daftar susunan pemain.
Porsi bertanding akan diserahkan penuh kepada para pemain pelapis dan amunisi lokal yang haus jam terbang.
“Dua hari latihan ini, kami manfaatkan khusus mematangkan taktik bersama pemain yang diproyeksikan tampil besok. Siapa pun yang main harus siap membuktikan layak membela Arema,” ujar Andre Caldas, Senin (2/11/2026).
Caldas juga mengulas pembatasan regulasi pemain asing di ajang i-League Cup yang terbilang amat ketat.
Berbeda dengan regulasi Super League yang membebaskan hingga tujuh pemain asing di lapangan, i-League Cup hanya memperbolehkan maksimal tiga pemain asing bertanding secara bersamaan.
Caldas menyikapi aturan tersebut dengan kepala dingin dan menitikberatkan pada keseimbangan antarlini.
Ia memutuskan menerjunkan tiga legiun asing terbaiknya dengan komposisi masing-masing satu pilar di lini belakang, satu pengatur serangan di tengah, dan satu juru gedor di depan.
“Saya percaya 100 persen kepada para pemain lokal kami. Kualitas mereka sangat bagus. Kita tidak butuh tujuh pemain asing untuk menang, kita hanya butuh 11 pemain terbaik yang siap bertarung,” tegasnya.
Sorotan Lini Belakang dan Misi Kebangkitan
Sorotan tajam jurnalis media dalam sesi konferensi pers mengarah pada kerapuhan lini pertahanan Singo Edan yang kebobolan tiga gol dari Bali United.
Pelatih bernama lengkap Andre Caldas Costa ini, merespons dengan bijak bahwa kelemahan bertahan, tidak bisa ditimpakan murni kepada empat bek sejajar semata.
Sistem pertahanan modern yang diusungnya, mewajibkan seluruh pemain ikut melancarkan tekanan, sejak dari barisan penyerang terdepan.
Ia sudah memutar ulang rekaman video permainan RANS Nusantara FC, untuk membedah peta kekuatan lawan.
Dua penyerang milik RANS, Jan Martin Andersen dan Dedik Setiawan, diidentifikasi sebagai ancaman paling mematikan yang wajib dikunci pergerakannya.
Caldas meminta anak asuhnya untuk tidak memandang sebelah mata skuat RANS, meski sang lawan berada di kasta Liga 2.
Tekanan publik Kanjuruhan usai kekalahan pekan lalu, diarahkannya menjadi energi positif untuk merebut kemenangan.
“Tekanan di klub besar seperti Arema adalah sebuah hak istimewa. Laga besok tidak akan mudah, tetapi kami harus memberikan jawaban positif kepada Aremania dan publik Malang,” tambahnya.
Antusiasme Salim Akbar dan Reuni Mantan Singo
Di samping sang pelatih, penyerang sayap Arema FC, Salim Akbar Tuharea, menyuarakan optimisme tinggi menyambut laga Selasa sore.
Salim menegaskan ketatnya jadwal pertandingan, tidak boleh dijadikan alasan bagi para pemain untuk tampil melorot di lapangan.
Target mengamankan tiga poin penuh menuju putaran berikutnya, menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
Laga ini terasa kian emosional bagi Salim, lantaran menjadi panggung reuni bersama deretan mantan pemain Arema FC yang kini berkostum RANS Nusantara FC.
Nama-nama beken seperti Bayu Aji hingga juru gedor kawakan Dedik Setiawan, dipastikan bakal menjadi lawan tanding di atas rumput Kanjuruhan.
“Laga ini sangat saya tunggu-tunggu. Di sana ada Bang Bayu Aji, Mas Dedik Setiawan, dan kawan-kawan lama. Saya sangat bersemangat untuk membuktikan kemampuan di lapangan,” seru Salim Akbar.
Kesiapan Kas Hartadi dan Garansi Mental RANS

SAUDARA: Pelatih RANS Nusantara, Kas Hartadi dan pemain Sultan Akbar, usai konferensi pers pra-pertandingan. (Foto: RANS Official)
Di kubu lawan, pelatih kepala RANS Nusantara FC, Kas Hartadi, menegaskan sebagai tuan rumah di Kanjuruhan, dengan kesiapan tempur maksimal.
Meski diterpa masalah sempitnya waktu pemulihan fisik (recovery), Kas Hartadi menjamin anak asuhnya tidak bakal minder mengimbangi permainan Arema FC.
Menyikapi regulasi pembatasan pemain asing dan mepetnya jadwal kompetisi, Kas Hartadi juga bakal melancarkan rotasi skuad secara besar-besaran.
Pemain-pemain muda dan pelapis RANS yang belum mengantongi jam terbang reguler di Liga 2, bakal diberi panggung utama untuk membuktikan kualitas.
Kas Hartadi mengakui materi pemain Arema FC diisi oleh deretan nama berpengalaman dengan jam terbang tinggi di level teratas.
Namun, skuat The Phoenix sudah digembleng mentalitas bertandingnya, agar tidak gentar menghadapi nama besar Arema maupun gemuruh suporter di Kanjuruhan.
“Kami sudah tanamkan mental kuat sejak awal. Meskipun Arema berada satu tingkat di atas kami, seluruh pemain RANS siap bekerja keras dan tampil percaya diri selama 90 menit,” tegas Kas Hartadi.
Perwakilan pemain RANS Nusantara FC, Sultan Akbar, menyuarakan nada serupa dan berjanji tampil all-out demi menyegel tiket kelanjutan di i-League Cup.
Pertarungan taktis dua pelatih serta pembuktian amalan para pemain pelapis dipastikan membuat derbi Kanjuruhan Selasa sore berjalan amat sengit dan penuh kejutan. (Ra Indrata)




