MALANG POST — Produk unggulan desa didorong naik kelas hingga mampu menembus pasar internasional. Tidak cukup hanya dipamerkan, produk desa harus memiliki kualitas, standar, akses pemasaran, dan kemitraan usaha agar mampu bersaing di kancah global.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) RI, Ahmad Rizal Patria, saat membuka Indonesia Village Expo (Indovex) 2026 di Stadion Brantas, Kota Batu, Senin (2/11/2026).
Pameran yang berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (4/11/2026) tersebut menjadi ajang promosi produk unggulan desa sekaligus sarana memperluas jaringan pemasaran dan investasi.
Acara pembukaan dihadiri oleh Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan dari sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Ahmad Rizal menyebut Indonesia memiliki 75.266 desa dengan potensi ekonomi di sektor pertanian, perikanan, kehutanan, pariwisata, kerajinan, dan ekonomi kreatif. Namun, pengembangannya masih menghadapi kendala permodalan, teknologi, akses pasar, serta standardisasi.
Oleh karena itu, Indovex diharapkan dapat menjadi pintu masuk perdagangan dan kemitraan usaha, bukan sekadar tempat memamerkan produk. “Jangan sampai produk desa hanya dipamerkan, tetapi tidak dipasarkan. Kita ingin produk desa naik kelas, BUM Desa semakin profesional, pasar semakin luas, dan pendapatan masyarakat semakin meningkat,” tegasnya.

PENINJAUAN: Wamendes PDT RI Ahmad Rizal Patria bersama Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat melakukan peninjauan ke stand-stand. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Ia pun mendorong desa maju dan mandiri untuk berkembang menjadi desa ekspor. Untuk mencapainya, pemerintah desa perlu memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), meningkatkan produktivitas, mengembangkan nilai tambah produk pertanian, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran.
Penguatan ekonomi desa tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam hal pembangunan dari desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta memberantas kemiskinan.
Ahmad Rizal turut menekankan prinsip 3T dalam pelaksanaan program pemerintah, yakni terbaik, terbanyak, dan tercepat. Program pembangunan harus berkualitas, menjangkau masyarakat luas, serta segera memberikan manfaat.
Ia juga mengajak pejabat pemerintah, akademisi, dosen, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersama-sama membina satu desa melalui pendampingan, pemikiran, jaringan pemasaran, hingga akses permodalan.
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menilai Kota Batu sangat tepat menjadi tuan rumah perdana Indovex 2026. Ekosistem pertanian, pariwisata, dan UMKM yang kuat di Kota Batu menjadi potensi utama yang mendukung pengembangan ekonomi desa.
“Kami menyarankan agar Indovex ini dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun selanjutnya karena merupakan forum yang sangat baik untuk membangun kemitraan dengan desa-desa di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menurut Nurochman, Indovex mempertemukan produsen desa dengan investor, calon pembeli, dan mitra usaha melalui pameran, lokakarya, serta temu bisnis (business matching). Produk desa juga membutuhkan agregator, pembeli tetap (off-taker), dan kepastian pasar agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Indovex 2026 menghadirkan lebih dari 90 stan dan 50 produk kuliner desa kreatif dari berbagai wilayah. Nurochman berharap pameran ini dapat menghasilkan kerja sama konkret, bukan sekadar memperkenalkan produk.
Ia juga menyoroti keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Batu yang hampir seluruhnya telah berdiri. Koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi penopang distribusi dan pengembangan ekonomi masyarakat desa.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak cukup diukur dari jumlah produk yang dipamerkan atau kerja sama yang ditandatangani. Dampaknya terhadap penguatan usaha, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi tolok ukur utama.
Oleh sebab itu, Nurochman meminta PT Kinarya selaku penyelenggara untuk menyiapkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut setelah pameran berakhir.
“Indovex jangan sekadar menjadi forum seremonial. Harus ada tindak lanjut konkret untuk membangun jejaring dan kemitraan dengan desa-desa di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Usai acara pembukaan, Ahmad Rizal bersama Nurochman, Heli Suyanto, dan rombongan meninjau sejumlah stan pameran. Mereka melihat secara langsung produk unggulan desa, produk UMKM, serta kuliner kreatif dari para peserta berbagai daerah.
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mengenali potensi produk desa dan mendorong peningkatan kualitas, perluasan pemasaran, serta kemitraan usaha.
Melalui Indovex 2026, pemerintah berharap produk unggulan desa mampu menjangkau pasar yang lebih luas, menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pameran yang berlangsung hingga 4 November tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama nyata bagi pengembangan ekonomi desa di Indonesia. (Ananto Wibowo)




