TERBARU: Bus Trans Jatim Koridor 2 yang diberi nama Kanjuruhan. (Foto: Suseno/Malang Post)
MALANG POST – Ribuan orang setiap akhir pekan bergerak menuju kawasan pantai di Malang Selatan. Potensi perjalanan wisata tersebut kini menjadi salah satu sasaran pengembangan transportasi publik di Malang Raya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kehadiran Trans Jatim Koridor 2 tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Nyono, mengatakan kawasan wisata di wilayah selatan Kabupaten Malang memiliki potensi ekonomi yang perlu didukung konektivitas transportasi memadai.
Menurutnya, akses transportasi publik yang terjangkau dapat memperluas pilihan perjalanan masyarakat. Wisatawan tidak harus selalu menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju berbagai destinasi.
“Sekarang ini Kabupaten Malang dengan pertumbuhan ekonominya, terutama kawasan-kawasan wisata yang ada di selatan Malang, kita tahu sendiri ada ribuan masyarakat menuju ke pantai selatan Malang. Ini merupakan potensi ekonomi yang harus dipromosikan dan difasilitasi agar bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Nyono saat peluncuran Trans Jatim Koridor 2, Jumat (30/10/2026).
Ia menegaskan, dampak yang diharapkan tidak terbatas pada sektor pariwisata. Meningkatnya mobilitas masyarakat juga berpeluang menggerakkan berbagai kegiatan usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Intinya di situ, kita akan membantu. Tidak hanya itu, tetapi mengungkit variabel ekonomi yang lain, terutama UMKM,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Nyono. (Foto: Suseno/Malang Post)
Menurut Nyono, arus pengunjung yang lebih mudah menjangkau kawasan wisata dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Kebutuhan kuliner, minuman, oleh-oleh, transportasi, hingga berbagai produk ekonomi kreatif berpotensi meningkat seiring bertambahnya aktivitas masyarakat.
Hubungkan Madyopuro dan Talangagung
Trans Jatim Koridor 2 yang diberi nama Bus Kanjuruhan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghubungkan Terminal Madyopuro, Kota Malang, dengan Terminal Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Koridor ini memiliki panjang sekitar 49 kilometer dengan 56 titik pemberhentian. Sebanyak 28 titik berada pada arah Madyopuro menuju Talangagung, sedangkan 28 titik lainnya melayani perjalanan sebaliknya.
Nyono menjelaskan, pada tahap awal keberangkatan layanan dipusatkan dari Terminal Madyopuro. Pengembangan operasional selanjutnya akan mempertimbangkan hasil evaluasi dan perkembangan kebutuhan masyarakat.
“Untuk sementara ini kami akan berangkat di Madyopuro. Berikutnya kami akan evaluasi dan melihat perkembangan,” jelasnya.
Dishub Jatim, lanjut Nyono, telah melakukan kajian kelayakan atau Feasibility Study (FS) serta survei untuk mendukung pengembangan layanan. Penyesuaian rute maupun titik pelayanan akan mengikuti hasil evaluasi tersebut.
“Kita dinamis. Bagian semua sudah kita Feasibility Study (FS), sudah kita survei, tergantung evaluasi dan perkembangan berikutnya,” ujarnya.
Selain wisatawan, layanan ini juga menyasar pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang melakukan perjalanan rutin antara Kota Malang dan Kabupaten Malang.
“Anak mahasiswa yang sekolah dari dan menuju ke Kota Malang melalui Kabupaten Malang itu juga akan terbantu dengan adanya Trans Jatim Koridor 2,” katanya.
Nyono menyebut anggaran transportasi publik harus dimanfaatkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi wilayah yang terhubung. Pemerintah provinsi berharap layanan tersebut ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga Kota Batu.
“Kita akan maksimalkan betul anggaran yang ada untuk bisa menggerakkan ekonomi Kabupaten Malang dan Kota Malang serta Kota Batu,” tegasnya.
Ia juga melihat transportasi umum sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin berwisata setelah menjalani rutinitas pekerjaan.
“Semua orang setelah bekerja lima hari, bekerja keras, tentu ingin berwisata. Kita ingin memudahkan masyarakat,” kata Nyono.
Dilengkapi CCTV hingga Fasilitas Disabilitas
Selain memperluas konektivitas, Trans Jatim Koridor 2 dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang keamanan dan kenyamanan penumpang.
Nyono menyebut armada bus dilengkapi kamera pengawas atau CCTV, pendingin udara, serta kamera ultrasonik untuk membantu mendeteksi kondisi pengemudi, termasuk ketika mengalami kelelahan atau mengantuk.
“Oh, sudah bagus. Ada CCTV, ada AC dingin, kemudian ada kamera ultrasonik untuk mendeteksi pengemudi yang lelah atau mengantuk,” ungkapnya.
Sistem pembayaran juga menyediakan beberapa pilihan. Penumpang dapat menggunakan pembayaran nontunai maupun uang elektronik. Pembayaran tunai tetap disediakan untuk mengakomodasi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan transaksi digital.
Fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas turut disiapkan. Di antaranya ruang untuk pengguna kursi roda dan akses masuk yang terhubung dengan area trotoar.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membuat layanan transportasi publik lebih mudah digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat.
Dengan rute yang menghubungkan Kota Malang dan Kepanjen serta dukungan fasilitas di dalam armada, Trans Jatim Koridor 2 diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pusat pendidikan, pemerintahan, pelayanan publik, dan kawasan wisata.
Bagi Malang Selatan, kemudahan transportasi menjadi peluang untuk memperluas jangkauan kunjungan wisatawan. Pergerakan pengunjung yang semakin terbuka juga diharapkan memberi ruang lebih besar bagi UMKM dan usaha masyarakat untuk berkembang. (Suseno/Ra Indrata)




