MALANG POST – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengoptimalkan penerimaan ratusan juta liter bahan bakar minyak (BBM) melalui sandar kapal tanker secara bertahap di terminal utama Jawa Timur guna memperkuat keandalan pasokan energi masyarakat, Sabtu (24/10/2026).
Jaminan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Jawa Timur, dipastikan dalam kondisi sangat aman.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, terus bergerak cepat memacu proses penerimaan pasokan BBM lewat jalur laut.
Langkah penguatan stok dilakukan melalui penyandaran kapal-kapal tanker raksasa, di sejumlah fasilitas pasokan utama.
Operasi bongkar muatan BBM dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai Sabtu (24/10/2026) hingga beberapa hari ke depan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa perencanaan pasokan disusun secara presisi.
Pertamina terus memetakan kebutuhan konsumsi riil harian di tiap daerah, agar pasokan energi tidak pernah terputus.
“Penerimaan BBM melalui kapal tanker, merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga kesiapan pasokan energi di Jawa Timur. Perencanaan dan pemantauan terus kami optimalkan,” tutur Ahad Rahedi, Sabtu (24/10/2026).
Rincian Pasokan Tuban, Surabaya dan Tanjung Wangi
Berdasarkan data operasional penerimaan, distribusi BBM dalam jumlah besar dialirkan menuju tiga terminal vital di Jawa Timur.
Di Fuel Terminal (FT) Tuban, proses pembongkaran Solar dari lambung kapal tanker tengah berlangsung dengan volume mencapai 31 juta liter.
Tak berhenti di situ, kargo tambahan sebanyak 32 juta liter Solar serta 31 juta liter Pertamax, dijadwalkan merapat secara beruntun dalam beberapa hari mendatang.
Guna menebalkan stok bahan bakar nonsubsidi dan subsidi warga, pasokan jenis Pertalite di FT Tuban ikut disuntik hingga mencapai kuota 23 juta liter.
Sementara itu, denyut penerimaan energi di kawasan pesisir metropolitan terpusat di Integrated Terminal (IT) Surabaya.
Aktivitas pembongkaran Solar tengah berpacu di Dermaga Semampir, dengan mengalirkan pasokan sekitar 13 juta liter.
Adapun untuk kawasan ujung timur Jawa Timur, penguatan benteng energi dikawal penuh melalui Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi di Banyuwangi.
Kapal tanker dijadwalkan tiba mengangkut pasokan segar berupa 10 juta liter Pertalite serta 2 juta liter Pertamax.
Sinergi Lintas Sektor dan Imbauan Bijak
Ahad Rahedi menambahkan, kelancaran rantai pasok energi tidak dapat berjalan sendirian, tanpa sokongan mitra kerja di lapangan.
Pertamina terus memantapkan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan, jajaran kementerian terkait, aparat keamanan, hingga pengelola pelabuhan.
Sinergi ketat dari hulu ke hilir diperlukan, agar proses pembongkaran muatan di dermaga hingga penyaluran ke SPBU berjalan lancar tanpa hambatan.
Di samping menjaga keandalan stok harian, Pertamina mengajak seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur untuk mengonsumsi BBM secara rasional dan bijak.
“Kami menyadari bahwa menjaga keandalan pasokan energi membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Kami juga mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan,” pungkas Ahad.
Pertamina Patra Niaga memastikan pemantauan stok di tingkat penyalur terus siaga selama 24 jam.
Masyarakat yang membutuhkan informasi layanan atau ingin menyampaikan masukan dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135. (Ra Indrata)




