MALANG POST – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memoles Jalan Tembus Sawah Tengah di Batu, Rabu (21/10/2026), dengan menggelontorkan anggaran APBD sebesar Rp1,3 miliar guna mempermudah mobilitas petani mengangkut hasil panen dari kawasan Sumberejo ke Ngaglik.
Aksesibilitas para petani menuju lahan pertanian di kawasan Desa Sumberejo dan Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, dipastikan kian lancar. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah melakukan peningkatan kualitas Jalan Tembus Sawah Tengah yang sebelumnya berkondisi makadam, berlubang, serta licin saat diguyur hujan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Batu, Eko Setiawan, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik peningkatan jalan tersebut membentang di ruas vital penghubung Desa Sumberejo menuju Kelurahan Ngaglik. Proyek infrastruktur ini memiliki panjang penanganan sekitar 580 meter dengan lebar rata-rata empat meter.
“Peningkatan jalan ini merupakan bagian dari pengerjaan infrastruktur transportasi yang dibiayai penuh melalui APBD Kota Batu Tahun Anggaran 2026,” terang Eko, Rabu (21/10/2026).
Proyek tersebut mengalokasikan nilai kontrak sebesar Rp1,3 miliar. Penandatanganan kontrak pengerjaan telah dilaksanakan pada 3 September 2026 dengan durasi masa pelaksanaan selama 100 hari kalender. Rekanan pelaksana proyek adalah CV Sapta Gemilang Mandiri dengan konsultan pengawas CV Best Engineering.
“Peningkatan Jalan Tembus Sawah Tengah tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki keandalan kondisi infrastruktur, melainkan turut menggenjot aktivitas roda perekonomian warga di kawasan Sumberejo dan sekitarnya,” tambahnya.

PERBAIKI: DPUPR Kota Batu tengah memperbaini jalan tembus sawah tengah di Desa Sumberejo untuk mempermudah akses petani. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Langkah pembenahan jalan ini disambut hangat oleh warga lokal, khususnya para petani yang saban hari mengandalkan jalur tersebut untuk mobilitas harian menuju sawah maupun mengangkut hasil komoditas pertanian. Sebelumnya, kondisi fisik jalan yang memprihatinkan menuntut para pengguna jalan untuk ekstra waspada saat melintas, terutama sewaktu musim hujan tiba.
Salah seorang petani setempat, Sony, mengaku lega dan bersyukur atas realisasi peningkatan jalan tersebut. Ia berharap pengerjaan fisik dapat tuntas tepat waktu agar aksesibilitas yang lebih baik bisa segera dimanfaatkan oleh publik.
“Harapan kami perbaikan jalan ini bisa cepat selesai sehingga akses transportasi kami menjadi lebih aman dan nyaman. Jika jalannya sudah mulus, petani jelas sangat terbantu sewaktu pergi ke sawah maupun saat mengangkut hasil panen,” tutur Sony.
Menurutnya, ketersediaan jalan yang memadai merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat agraris karena bersentuhan langsung dengan efisiensi kerja sehari-hari. Selain mempermudah konektivitas menuju lahan garapan, jalur yang representatif diproyeksikan mampu menekan biaya logistik pengangkutan hasil bumi.
Dengan rampungnya peningkatan jalan ini, mobilitas warga antardesa diharapkan kian aman dan nyaman, sekaligus meminimalisasi potensi risiko kecelakaan kerja bagi para petani saat mengangkut tonase panen dari lahan pertanian. (Ananto Wibowo)




