MALANG POST – Tim gabungan Polsek Pakis, Satreskrim Polres Malang, dan Resmob Polresta Malang Kota sukses membekuk komplotan spesialis pembobol sekolah usai mencuri tiga unit laptop di laboratorium komputer SDN 1 Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (19/10/2026).
Ketenangan lingkungan sekolah dasar di wilayah Kecamatan Pakis mendadak terusik oleh aksi pencurian barang elektronik.
Ruang laboratorium komputer di lantai dua SD Negeri 1 Mangliawan mendadak diacak-acak oleh kawanan maling.
Peristiwa pembobolan tersebut sebenarnya mulai terendus pihak sekolah pada Selasa (22/9/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Pengurus sekolah kaget saat mendapati tiga unit laptop inventaris inventaris pembelajaran yang ditaruh di atas meja siswa mendadak raib.
Tiga laptop yang hilang masing-masing bermerek Asus, HP, dan Acer dengan total nilai kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 6 juta.
Pihak sekolah baru secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pakis pada Jumat (16/10/2026) dini hari pukul 00.30 WIB.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), para pelaku masuk lingkungan sekolah dengan cara memanjat pagar pembatas.
Mereka kemudian menerobos lewat jendela dekat akses utama menuju laboratorium komputer lantai dua.
Tak cuma mengembat tiga laptop, para pelaku juga sempat mengacak-acak laci meja di ruang perpustakaan sebelum kabur lewat jalur semula.
Gerak Cepat Tim Gabungan Tiga Unit
Menerima laporan resmi dari sekolah, aparat kepolisian tidak butuh waktu lama untuk memburu para pelaku.
Kapolsek Pakis, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa Unit Reskrim Polsek Pakis langsung berkoordinasi erat dengan Unit Opsnal Satreskrim Polres Malang dan Opsnal Resmob Polresta Malang Kota.
Hasil penyelidikan terukur di lapangan langsung membuahkan hasil dalam hitungan jam.
Pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, petugas gabungan meringkus empat orang terduga pelaku di kawasan Mergosono.
”Setelah menerima laporan resmi dari sekolah, anggota bergerak cepat melakukan penyelidikan. Kami berkoordinasi dengan jajaran gabungan hingga empat terduga pelaku berhasil diamankan,” terang AKP Bambang Subinajar, Senin (19/10/2026).
Empat pemuda yang diseret ke markas polisi masing-masing berinisial TG, MR, AF, dan MG.
Seluruh pelaku diketahui berdomisili di wilayah Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Dua di antara empat pelaku tercatat masih berusia di bawah 18 tahun saat aksi kejahatan tersebut dilancarkan.
Selain menciduk para tersangka, petugas menyita satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu bernomor polisi N 3563 ABE yang digunakan sebagai sarana operasional kejahatan.
Perketat Pengamanan Ruang Vital Sekolah
Guna mengusut tuntas motif dan pembagian peran, penyidik Unit Reskrim Polsek Pakis terus mendalami keterangan para tersangka.
Merespons maraknya kasus pembobolan sarana pendidikan, Kasihumas Polres Malang mengimbau seluruh pengelola sekolah di Kabupaten Malang agar memperketat sistem keamanan internal.
Pihak sekolah diminta tidak teledor dalam menyimpan perangkat barang elektronik bernilai tinggi.
Penguncian ganda pada pintu, jendela, serta teralis besi laboratorium dan perpustakaan wajib diperiksa secara berkala.
Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan segala bentuk pergerakan atau aktivitas mencurigakan di sekitar pemukiman maupun fasilitas publik.
”Kami mengimbau pihak sekolah memastikan ruang laboratorium dan tempat penyimpanan barang berharga terkunci rapat. Kami pastikan setiap laporan warga akan ditindaklanjuti secara cepat sesuai prosedur hukum,” pangkas Kasihumas Polres Malang. (HmsResma/Diky/Ra Indrata)




