MALANG POST – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang menyiapkan rencana revitalisasi Terminal Gondanglegi Tipe C secara bertahap mulai APBD Perubahan 2026 guna mentransformasikan terminal mati suri tersebut menjadi hub (pangkalan) wisata transit menuju kawasan Pantai Malang Selatan, Senin (12/10/2026).
Kondisi Terminal Gondanglegi Tipe C di Kabupaten Malang saat ini memprihatinkan.
Gempuran armada ojek online membuat operasional angkutan desa (angdes) sepi peminat.
Setiap hari hanya tersisa 4 sampai 6 unit angdes yang bertahan beroperasi, itu pun terbatas mulai pagi hingga pukul 14.00 WIB.
Merespons kondisi tersebut, Dishub Kabupaten Malang menyiapkan gebrakan baru.
Kabid Terminal dan Perparkiran Dishub Kabupaten Malang, Deny Ferdiansyah, membeberkan bahwa usulan perbaikan fasilitas telah masuk dalam Perubahan APBD 2026.
Pekerjaan fisik difokuskan pada pembenahan jalur kedatangan-keberangkatan, ruang tunggu, dan toilet umum pada akhir tahun 2026.
“Setibanya perbaikan tuntas, Terminal Gondanglegi akan kita ubah fungsinya menjadi terminal wisata. Wisatawan yang mau ke Pantai Malang Selatan diarahkan transit di sini dan beralih menggunakan angdes,” terang Deny dalam talkshow Radio City Guide FM, Senin (12/10/2026).
Skema ini disiapkan untuk memecah kepadatan lalu lintas parah yang kerap mengepung rute Gondanglegi-Bantur saat akhir pekan.
Wisatawan pengguna kendaraan pribadi maupun penumpang bus Trans Jatim Koridor 2 diwajibkan memarkirkan kendaraannya dan melanjutkan perjalanan memakai angdes.
Dishub juga mulai menggandeng biro perjalanan wisata untuk mematangkan titik lintasan.
Inisiatif terobosan ini disambut positif Pakar Transportasi ITN Malang, Nusa Sebayang.
Nusa mengigatkan PR besar pemerintah daerah adalah menjamin armada angdes bersih, aman, dan nyaman ditumpangi.
Sementara itu, Dosen Pariwisata UNMER Malang, Stella Alviana, menyarankan agar perjalanan dari terminal menuju pantai dibalut atraksi budaya yang menarik.
Pemerintah daerah perlu mengemas layanan perjalanan sedemikian rupa agar wisatawan merasa senang dan tidak merasa terpaksa menaiki angkutan umum. (Wulan Indriyani/Ra Indrata)




