MALANG POST – Lebih dari 4,26 juta liter air bersih, telah disalurkan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Malang. Namun, hingga Sabtu (10/10/2026), krisis air belum sepenuhnya teratasi. Sebanyak 14 desa di enam kecamatan masih menghadapi keterbatasan sumber air, dengan total 5.799 kepala keluarga (KK) atau sekitar 18.414 jiwa terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, terus mengerahkan armada untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Distribusi dilakukan berdasarkan pemantauan kondisi di lapangan, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai terbatas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan pemantauan dan kesiapsiagaan dilakukan secara berkelanjutan. Personel disiagakan untuk menghadapi kekeringan sekaligus mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami tetap siaga 24 jam dengan dua shift untuk menghadapi bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Monitoring terus dilakukan di 33 kecamatan, termasuk wilayah yang membutuhkan distribusi air bersih,” ujar Sadono.
Sehari Salurkan 83.050 Liter
Pada Sabtu (10/10/2026), BPBD Kabupaten Malang menyalurkan 83.050 liter air bersih menggunakan lima armada dengan total 18 rit pengiriman.
Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), distribusi menyasar Desa Sitiarjo sebanyak 20.000 liter dan Desa Kedungbanteng 15.000 liter. Puskesmas Sitiarjo juga menerima pasokan 5.000 liter.

STOK AIR BERSIH: Petugas mempersiapkan tandon air untuk antisipasi dampak kekeringan di beberapa daerah di Kabupaten Malang. (Foto: Suseno/Malang Post)
Sementara itu, Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung mendapat 14.050 liter air bersih. Di Kecamatan Kalipare, penyaluran dilakukan ke Desa Kalirejo sebanyak 4.000 liter, Desa Sumberpetung 15.000 liter, dan Desa Arjosari 5.000 liter.
Dengan tambahan distribusi tersebut, total air bersih yang disalurkan sejak 8 Agustus hingga 10 Oktober 2026 mencapai 4.266.500 liter.
Besarnya volume distribusi menggambarkan kebutuhan air bersih yang masih harus dipenuhi di wilayah terdampak. Pasokan dilakukan secara bertahap agar warga tetap memiliki akses terhadap air untuk kebutuhan sehari-hari selama sumber air mengalami keterbatasan.
Sumberpucung dan Sumawe Butuh Pasokan Besar
Berdasarkan catatan kumulatif BPBD, Kecamatan Sumberpucung menjadi salah satu wilayah dengan kebutuhan distribusi besar. Desa Karangkates telah menerima 1.016.700 liter air bersih. Kekeringan di wilayah tersebut berdampak terhadap sekitar 1.035 KK atau 3.105 jiwa.
Di Kecamatan Sumawe, distribusi juga menjangkau sejumlah desa dengan jumlah warga terdampak cukup besar.
Desa Sumberagung tercatat menerima 495.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 1.245 KK atau 3.818 jiwa. Desa Sitiarjo mendapat 440.000 liter untuk sekitar 505 KK atau 1.928 jiwa. Adapun Desa Kedungbanteng menerima 390.000 liter untuk 788 KK atau 2.184 jiwa.
Selain permukiman warga, Puskesmas Sitiarjo telah menerima distribusi kumulatif sebanyak 260.000 liter air bersih.
Dampak kekeringan juga dirasakan masyarakat di Kecamatan Gedangan, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak. Distribusi air menjadi salah satu langkah utama untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar ketika sumber air tidak lagi mencukupi.
Posko Disiagakan 24 Jam
BPBD Kabupaten Malang memastikan pemantauan dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari radio komunikasi, internet, SMS, WhatsApp, hingga pusat panggilan atau call center.
Posko juga disiagakan selama 24 jam untuk merespons laporan dan perkembangan kondisi di lapangan.
“Kami terus memonitor perkembangan di seluruh wilayah. Siaga dilakukan 24 jam agar ketika ada kebutuhan air bersih maupun kejadian lain bisa segera ditindaklanjuti,” tegas Sadono.
Penanganan kekeringan melibatkan sejumlah pihak, di antaranya BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, AMCF, perangkat desa, Puskesmas Sitiarjo, Buana Solusindo, dan Marva Telekomunikasi.
Di tengah penanganan tersebut, prakiraan cuaca untuk periode pemantauan Sabtu malam hingga Minggu pagi menunjukkan kondisi berawan. Suhu diperkirakan berkisar 21–23 derajat Celsius, kelembapan mencapai 97 persen, dan angin bertiup sekitar 5 kilometer per jam dari arah tenggara.
Meski demikian, BPBD tetap menempatkan kekeringan dan karhutla sebagai kondisi yang membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan. Bagi ribuan warga yang masih terdampak, ketersediaan air bersih tetap menjadi kebutuhan mendesak hingga sumber air kembali mencukupi. (Suseno/Ra Indrata)




