ANGKAT BEBAN: Walisson Maia bersama pemain Arema FC lainnya, saat berlatih dalam persiapan kembali turun di Super League 2026/2027, setelah break FIFA matchday. (Foto: Arema Official
MALANG POST – Arema FC memaksimalkan durasi jeda internasional BRI Super League 2026/2027, untuk memulihkan kebugaran skuad seraya membidik poin penuh berbekal modal rekor historis dominasi head to head (H2H) jelang menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan, Kamis (1/10/2026).
Masa jeda kompetisi yang cukup panjang di tengah sengitnya persaingan papan atas, selalu menjadi pedang bermata dua bagi setiap klub sepak bola. Jika dikelola dengan matang, jeda waktu tersebut bakal menjadi momentum emas untuk menyegarkan mental bertanding sekaligus mengasah pemahaman taktis skuad secara sempurna.
Kesempatan berharga itulah yang kini tengah dimaksimalkan oleh tim pelatih Singo Edan.
Usai mendapatkan jatah istirahat selama tujuh hari pasca-laga Pekan 3, Arkhan Fikri dan kawan-kawan telah kembali menggelar sesi latihan intensif di lapangan sejak Minggu (27/9/2026) lalu.
Sesi latihan tim Singo Edan untuk sementara dipimpin langsung oleh Asisten Pelatih Andre Caldas.
Hal ini lantaran Pelatih Kepala Marcos Santos masih harus berada di kampung halamannya di Brasil untuk menyelesaikan urusan keluarga.
Andre Caldas menilai masa jeda pertandingan selama 22 hari menjadi angin segar yang sangat bermanfaat bagi pemulihan kondisi fisik dan psikologis para pemain.
Kendati diberikan jatah libur sepekan, seluruh pilar Arema FC tetap diwajibkan melakoni program latihan mandiri yang dipandu oleh tim pelatih fisik.
“Perkembangannya sangat bagus. Jeda waktu 22 hari antara laga sebelumnya dan pertandingan berikutnya terbilang cukup lama,” ujar Andre Caldas, Kamis (1/10/2026).
“Para pemain memang butuh menyegarkan fisik dan pikiran sebelum kembali berlatih. Mereka semua menjalankannya dengan disiplin dan kembali berkumpul dalam kondisi prima,” tambahnya.
Andre menjelaskan bahwa tim pelatih terus memantau kebugaran para pemain secara personal guna menyusun menu taktis yang presisi jelang laga kandang Pekan 4 BRI Super League 2026/2027.
Sesuai jadwal resmi liga, Arema FC bakal menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (10/10/2026) mendatang.
Menatap duel ke-21 kedua tim di panggung nasional, Arema FC mengantongi modal memori sejarah yang sangat manis atas tim berjuluk The Guardians tersebut.
Singo Edan mencatatkan rekor tak terkalahkan (unbeaten) terpanjang atas Bhayangkara FC dalam lima perjumpaan perdana mereka.
Rentetan rekor mengagumkan itu diukir sejak 15 Mei 2016 sewaktu Arema melibas Bhayangkara FC 3-0 di Stadion Kanjuruhan melalui sumbangan gol Srdan Lopicic, Sunarto, dan Gustavo Giron.
Pada pertemuan kedua pada 17 September 2016, Arema kembali menang 1-0 lewat gol tunggal bomber legendaris Cristian ‘El Loco’ Gonzales.
Kedua tim kemudian bermain imbang 0-0 dalam turnamen Trofeo Bhayangkara Cup 2017 di Stadion Manahan Solo yang akhirnya dimenangi oleh Arema.
Tren kemenangan Arema berlanjut dalam dua perjumpaan berikutnya di Piala Presiden 2017 dan Liga 1 2017, di mana Singo Edan menyapu bersih kemenangan identik 2-0 lewat gol Esteban Vizcarra, Dendi Santoso, serta Dedik Setiawan.
Kehebatan rekor lima laga unbeaten tersebut makin mentereng karena Arema sukses membukukan lima kali clean sheet alias tanpa pernah kebobolan satu gol pun.
Total agregat gol dalam lima duel awal tersebut mencapai 8-0 untuk keunggulan telak Singo Edan.
Rekor tanpa cela itu baru terhenti pada perjumpaan keenam ketika Bhayangkara FC menang tipis 2-1 di Stadion Patriot Candrabhaga pada 4 Agustus 2017.
Dominasi sejarah lima laga tanpa kebobolan tersebut kini menjadi bahan bakar motivasi tambahan bagi Arema FC untuk mengamankan poin penuh di Kanjuruhan pada 10 Oktober mendatang. (Ra Indrata)




