Tim Atyabrama FILKOM UB bersama dosen pembimbing usai meraih Juara 1 dan penghargaan Best Teamwork pada Electronics and Robotics Innovation Competition (ERIC) 2026, di depan Gedung Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Kamis (29/09/2026). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Dua tim LSO FILKOM ROBOTIK Universitas Brawijaya memborong Juara 1 Kategori Drone Innovation dan predikat Best Teamwork pada ajang International Electronic and Robotics Innovation Competition 2026 di Jakarta, Kamis (1/10/2026), melalui inovasi drone penyemprot pupuk presisi.
Dua tim robotika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) yang tergabung dalam LSO FILKOM ROBOTIK sukses memborong dua penghargaan bergengsi pada ajang International Electronic and Robotics Innovation Competition (ERIC) 2026.
Pada kompetisi yang diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 22–24 September 2026 tersebut, kontingen UB berhasil mengungguli ratusan pesaing dari 10 negara.
Pada kategori Drone Innovation, Tim Baby Atyabrama menyabet Juara 1 lewat inovasi wahana nirawak (drone) pertanian presisi. Sementara itu, Tim Atya Balap membawa pulang predikat Best Teamwork di kategori Line Follower.
Drone VARIO: Solusi Cerdas Efisiensi Pupuk dan Pestisida
Tim Baby Atyabrama yang diketuai oleh Weaver Simon (Sistem Informasi 2025) bersama Fristian Boas Nathaniel dan Damar Dydan Aryapandya Suprapto (Teknik Komputer 2025) merancang Variable-Rate Precision Spray Drone (VARIO).
Drone ini dirancang khusus untuk mengatasi pemborosan cairan semprot akibat metode konvensional yang menyebar rata tanpa memetakan kerapatan dan kondisi riil tanaman.
Dengan mengintegrasikan modul flight controller Pixhawk, GPS M8N, mikrokontroler ESP32, serta sensor Mateksys Optical Flow, VARIO mampu menganalisis kerapatan kanopi tanaman secara langsung (real-time) setiap 200 milidetik.
“Sensor mendeteksi kerapatan daun secara instan. Tanaman rimbun mendapat dosis penuh, tanaman jarang diberi sedikit, dan area kosong tidak disemprot sama sekali,” jelas Weaver, Kamis (1/10/2026).
Meski sempat terkendala keterbatasan komponen, efisiensi dan keandalan sistem logika VARIO berhasil memikat juri internasional. Ke depan, tim berencana mengomersialkan VARIO dengan kapasitas tangki lebih besar serta mengintegrasikan aplikasi pemetaan lahan berbasis data CSV.
Resiliensi Atya Balap di Kategori Line Follower
Di kategori Line Follower, Tim Atya Balap yang dipimpin Farhan Khairullah (Teknik Komputer 2025) bersama Igor Mecca Mohammed (Teknik Informatika 2025) dan Muhammad Minanur Rohman (Teknik Komputer 2024) menampilkan robot navigasi presisi. Robot ini memanfaatkan pembacaan sensor inframerah untuk mengontrol pergerakan motor secara responsif di sepanjang lintasan.
Perjuangan tim tak lepas dari kendala teknis saat robot mengalami kerusakan parah lima hari menjelang lomba. Namun, kesigapan melakukan penanganan kendala (troubleshooting) dan perbaikan cepat membawa mereka tampil solid hingga meraih penghargaan Best Teamwork.
Dosen pembimbing, Rakhmadhany Primananda, S.T., M.Kom., mengapresiasi ketahanan mental para mahasiswa yang mampu bangkit dari kegagalan sistem saat latihan hingga tampil optimal di babak final.
Senada, Ketua Laboratorium Robotika dan Embedded System (LAB RES) FILKOM UB, Wijaya Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa capaian ini lahir dari ketekunan tinggi.
“Robot canggih tidak lahir dari kemewahan atau kepintaran semata, melainkan dari ketabahan dan konsistensi untuk bangkit meski menghadapi kegagalan berulang kali,” tegas Wijaya.
Capaian di ajang berskala internasional yang diikuti 683 tim ini semakin memperkuat posisi FILKOM ROBOTIK UB dalam pengembangan riset robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tingkat global. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




